Boston Kota Sejarah Part 1 : Pengalaman aneh dan istana di perpustakaan

2 comments

Hola World….

Akhirnya saya masuk ke tulisan tentang Boston ini adalah part 1 nya, dalam beberapa minggu ke depan saya akan menulis part 2 tentang kisah saya di Kota Boston, salah satu kota tertua yang ada di Amerika Serikat. Tiba di Boston dari New York di bulan Januari 2019 membuat matahari cepat sekali terbenam. Hal ini dikarenakan masih dalam masa winter, sehingga tiba pukul 5 sore sudah lumayan gelap. Setiba di hostel, saya langsung coba ke taman indah yang kebetulan berseberangan dengan hostel saya, dan taman ini memang masuk ke dalam itinerary yang sudah saya rencanakan sebelumnya.

Peta Ilustrasi Boston

Boston Common 

Gazebo lambang Boston Common Park

Nama taman tersebut adalah Boston Common, yang sekilas mirip dengan taman yang ada di London (Hyde Park atau Kensington Garden). Suasana tahun baru dan natal masih terasa, pasalnya banyak sekali pohon yang dihiasi oleh lampu lampu, dan ada juga pohon natal besar. Jalan di taman ini berbukit, dan jika kita ambil bukit yang tinggi kita bisa lihat langsung pemandangan skyscrappers nya kota Boston.

Masih terasa musim natal dan tahun baru di Boston Common
Pemandangan malam di Boston Common

 

Faktanya, taman ini adalah taman tertua yang didirikan di Amerika Serikat. Taman ini didirikan oleh kaum Puritan pada tahun 1634. Pendirinya adalah Anglikan Minister William Blackstone. Nah bagi yang tidak tahu, Kaum Puritan adalah kaum reformis gereja Katolik atau disebut kaum Protestan. Kaum Puritan yang tinggal di Boston adalah merupakan pengikut dari Ratu Elizabeth 1 of England mereka berasal dari Inggris dengan misi menyebarluaskan agama reformis Kristen ke seluruh dunia, yang mana sang ratu Elizabeth menurut catatan sejarah adalah ratu pertama yang menerapkan Agama Protestan sebagai agama negara dan bukan agama Katolik yang menjadi agama negara sebagian besar Eropa. Prestasi sang ratu ini yang menjadikan kaum puritan percaya bahwa dunia harus direformasi dengan mengubah masyarakat ke Kristiani yang sebenar benarnya.

Jalan di taman Boston Common

Kemudian kaum puritan ini menyebar ke seluruh belahan dunia, namun yang paling banyak adalah ke Amerika, mereka pun mendirikan gereja gereja dengan nama Gereja Anglikan. Nah kaum puritan yang ada di Amerika ini terkenal “garis keras”, mereka sering menyebut orang non Christ dengan Anti Christ (mungkin kalau di Islam itu adalah “Kafir”) dan segala hal yang berhubungan dengan supernatural dan supertisi sangat dilarang. Dengan keras nya pandangan mereka banyak ahli sejarah yang menyatakan bahwa tindakan mereka di abad ke 17 di Amerika adalah sebagai tindakan yang melanggar Hak Asasi Manusia.

Kisah Mary Dyer, mirip dengan sosok di taman waktu itu sumber : Boston History

Salah satu nya adalah menuduh para wanita sebagai penyihir, yang paling terkenal adalah tragedi Salem, sedangkan di Boston Common ini juga ada kisah tentang Mary Dyer yang digantung di taman ini karena melanggar prinsip Anglikan, hiii jadi seram ya apalagi saya ke sini malam hari, dan terus terang saya mengalami kejadian mistis yang saya juga baru sadar itu mistis keesokan harinya. Ketika saya berjalan,  saya melihat ada wanita menggunakan baju abad 17 dengan baju panjang dan menggunakan topi ala songkok putih di kepalanya. Sekilas saya lihat wanita ini duduk di bench di taman memandang ke depan dan kosong aja gitu terus ya saya lihat sebentar pengen di foto tapi kok kayaknya serem, akhirnya saya pun meninggalkan dia, kemudian saya lanjut foto foto. Dan saya kembali ke jalan yang sama  selang 2-3 menit kemudian saya coba berbalik voila si wanita di bench tadi kok sudah tidak ada, saya bingung dan penasaran pengen cari ke mana wanita itu ya tapi sudah lah karena waktu juga sudah malam dan perjalanan masih panjang saya harus eksplorasi lagi, saya tidak ada waktu mengurus hal tersebut. Ini adalah kejadian mistis pertama yang saya alami pada saat travelling loh. siapa dan apa wanita tersebut, apakah dia adalah wanita yang pernah digantung di taman ini yaitu Mary Dyer. Singkat cerita, keesokan harinya saya banyak melihat para tour guide yang berpakaian ala abad ke 17 tersebut persis sama dengan wanita yang saya temui sebelumnya, jadi ya saya berpikir positif saja mungkin mbak kemarin itu adalah salah satu tour guide yang kecapean dan duduk di taman, tapi apakah mungkin ada seorang tour guide perempuan sampai malam dan apakah mungkin dia berpandangan kosong, karena semua tour guide tersebut terlihat senyum ramah sapa gitu tidak ada yang wajah nya murung, kalau murung tidak mungkin jadi tour guide ya. Sudahlah yang penting bagi saya dia tidak menganggu, saya tetap lanjutkan perjalanan saya.

Copley Square and Trinity Church

Trinity Church di Copley Square

Setelah melewati Boston Common, saya menuju ke Copley Square, mata saya langsung tertuju ke salah satu gereja besar yang bergaya Romanesque di taman ini. ternyata ini adalah Trinity Church. Gereja ini menggantikan salah satu gereja dengan gaya arsitektur yang sama terletak di Summer Street, yang mana gereja tersebut terbakar pada tragedi Great Fire di Boston tahun 1872, di tahun yang sama akhirnya pihak Anglikan merencanakan membangun gereja dengan gaya yang sama di Copley Square. Gereja ini selesai pada tahun 1877, dan bangunan nya merupakan salah satu gereja dengan arsitektur terbaik di Amerika Serikat. Jika kita masuk ke dalam gereja, ada stain glass yang sangat memukau, namun sayangnya saya tidak sempat masuk ke dalam dikarenakan saya ingin menuju ke bangunan yang ada di depan gereja ini yang juga memicingkan mata saya yaitu Boston Public Library.

Boston Public Library

Bangunan Boston Public Library di malam hari

Boston Public Libary Central Library, adalah bangunan perpustakaan pusat di Boston yang dibangun dengan menggunakan gaya arsitektur Romanesque. Ketika saya tiba di main entrance bangunan ini saya heran dengan dua patung di sebelah kanan dan kiri pintu masuk. Rupanya patung tersebut adalah patung ciptaan Bela Praat, dan merepresentasikan perpustakaan ini sebagai lambang pengetahuan dengan dua kubu yaitu Science and Art. Yang disebelah kiri wanita menggunakan kerudung, memegang bola dan di singasana nya tertulis nama nama seperti Darwin, Newton, Pasteur, jadi si wanita kiri ini adalah melambangkan Science. Sedangkan, yang di sebelah kanan seorang wanita dengan rambut terurai indah memegang pahatan dan peralatan lukis, dan di singgasana nya tertulis nama nama seperti Rembrandt, Raphael, Michelangelo, jadi si wanita kanan ini adalah melambangkan Art.

Patung kiri menggambarkan Science
Patung Kanan menggambarkan Art

Untungnya perpustakaan ini tutup jam 9 malam, jadi saya punya waktu untuk melihat lihat ruangan di sini. Dan sejauh saya ke perpustakan bisa saya katakan perpustakaan ini adalah perpustakaan terindah yang pernah saya kunjungi. Ketika pertama kali masuk, wah ada grand staircase yang cakep sekali, ada patung singa yang terlihat  menjaga perpustakaan ini. Di atas nya jika kita menegadah ke atas terlihat ornamen yang sangat Eropa sekali, mungkin mirip dengan yang ada di Palazio,  Venice. Saya jadi berpikir tidak salah masuk ini kan, saya merasa masuk ke gedung Opera atau istana Versailes ya.

Grand Staircaese dan dua patung singa penjaga

 

Bates Reading Room 

Bates Reading Room, adalah ruang membaca di perpustakaan ini, dan ini adalah ruang membaca paling indah yang pernah saya lihat so far. Oh iya sedikit catatan, jika anda mampir ke perpustakaan tolong sekali hargai orang yang lagi belajar di ruangan ini ya, jadi tetap tenang dan jangan ribut, semua reading room perpustakaan di Eropa dan Amerika merupakan quiet room. Dengan pelan pelan saya coba lihat lihat, saya suka sekali dengan lampu berwarna hijau yang ada di masing masing meja, imut sekali lampunya, terus ada juga patung patung karya seni menghiasi setiap sudut, waduh kebayang tiba tiba ada orang kesandung salah satu patung eh pecah patungnya heheh makanya tetap tenang ya pas ke sini.

Ruang Baca Bates Reading Room
Bates Reading Room dan patung yang menghiasi pojok rak buku

Abbey Room

Saya melanjutkan naik ke lantai dua, dan Abbey Room adalah ruangan favorit saya di lantai dua Banyak sekali mural mural cantik yang dibuat oleh Edwin Austin Abbey, kisah mural tersebut adalah tentang legenda Holy Grail. Khusus nya kisah para Templar yang mencari Holy Grail, serasa baca buku cerita dengan memandang masing masing mural ini.

Abbey Room, mural nya keren sekali
Mural menceritakan tentang kisah Ksatria Templar mencari Holy Grail

Sargent Gallery 

Lanjut ke lantai tiga ada namannya Sargent Gallery, ini juga tidak kalah dengan lantai dua Abbey Room, di sini ada masterworks berupa atap atap yang dilukis oleh John Singer Sargent, judul lukisan nya adalah Triumph of Religion, mengisahkan awal manusia tidak percaya dengan Tuhan, kemudian menyembah alam, kemudian menjadi menyembah pagan (berhala) sampai akhirnya mereka menemukan pencerahan dengan peercaya kepada Christ. Sangat menarik sekali, namun ruangan ini agak seram. Pintu pintu di ruangan ini mengarah kepada ruangan Special Collection berupa arsip dan dokumen sejarah yang merupakan hasil riset nya John Adams (salah satu presiden Amerika Serikat, yang hobi mengoleksi arsip), jadi bagian ruangan ini adalah sangat rahasia sehingga kita tidak boleh masuk.

The Triumph of Religion
Lantai 3 sepi dan agak serem
Ini saya belum menemukan maksudnya apa, tapi ini adalah lukisan yang bikin serem lantai 3 perpustakaan ini

Kabarnya ada taman di belakang perpustakaan yang mirip dengan taman di Versailes Paris. Namun sayang akses ke taman tersebut tutup lebih cepat di winter season. Pas saya lihat di Google iya mirip sekali, namun sudah bisa melihat keindahan istana mungkin bisa saya katakan bukan perpustakaan. Sedikit hiperbola, saya bisa katakan ini adalah Boston Palace atau Istana Boston, ini bukan lagi perpustakaan tapi ini istana Eropa yang terdampar di Amerika.

Boston Public Library pintu keluar

Jam menunjukkan pukul 9 pm, dan sudah ada pengeras suara menginformasikan bahwa seluruh pengunjung harus segera meninggalkan ruangan perpustakaan. Ya padahal masih pengen lihat lihat lagi tapi saya sangat puas perjalanan saya selama 3 jam mengelilingi Boston di malam hari ini. Saya pun kembali berjalan kaki melewati Boston Common dan kembali ke hostel untuk beristirahat sambil berkata ini merupakan pengalaman yang tidak terlupakan.

Alamat Boston Public Library : Central Library Branch: 700 Boylston St., Boston MA 02116.

Mon-Thur: 9am-9pm, Fri-Sat: 9am-5pm & Sun: 1pm-5pm.

Salam

Ferdi Cullen

Advertisements

2 comments on “Boston Kota Sejarah Part 1 : Pengalaman aneh dan istana di perpustakaan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s