American Natural History Museum : Berkunjung ke Set Film Night at The Museum di New York City

No comments

Hola World,

Sebelumnya mohon maaf sekali ya untuk para followers saya di blog ini. Sudah lama kurang lebih 3 bulan saya tidak update blog ini. Alasan nya adalah saya sudah pindah dari US ke Indonesia, jadi tenryata proses pindahan di negeri orang tidak semudah proses pindahan di negeri sendiri hehehe.

Namun sekarang saya sudah di Indonesia, oh iya sekedar informasi saat ini saya berdomisili di Jakarta jadi kemungkinan juga saya akan update beberapa tulisan tentang tempat tempat historik dan menarik yang ada di kota Jakarta. Tapi itu entar aja ya karena saya banyak sekali tulisan tentang US yang masih saya simpan sebagai brainstorming idea saya, dan saya tidak mau tulisan tersebut tidak jadi dipost walaupun sudah berbulan bulan yang lalu peristiwa nya.

Tulisan kali ini adalah menceritakan tentang salah satu perjalanan saya yang paling berkesan di tahun 2018 yaitu berkunjung ke American Natural History Museum di New York City. Kalau belum tahu apa saja perjalanan favorit saya di 2018 bis cek di link ini. Kenapa saya super excited sekali ketika berkunjung ke museum ini. Karena museum ini merupakan tempat set dari film yang juga menjadi favorit aku yaitu Night At The Museum.

Drama Antri Tiket Museum dan Pay What You Wish

Awalnya sempat kaget aja lihat begitu panjangnya antrian untuk masuk ke museum ini. Setelah mengantri kurang lebih 1 jam hore akhirnya sampai di loket pembayaran tiket. Karena saat itu status saya adalah mahasiswa, sudah barang tentu saya menanyakan perihal harga diskon mahasiswa. Menariknya adalah ternyata saya dikasih pay what you wish. Jadi pay what you wish adalah salah satu metode pricing dimana pelanggan atau tamu hanya membayar sesuai dengan kemampuan keuangan yang dia miliki. Saya sempat konfirmasi berulang-ulang sama si mbak, dan si mbak bilang iye bener, mana tahu kan saya salah interpretasi bahasa inggris nya si mbak. Akhirnya dengan wajah senang tapi agak greedy juga saya bayar hanya $5 ya, gak tega juga kasih $1 tapi setelah saya pikir ulang sebagai bentuk apresiasi ya udah deh saya tambah $5 lagi jadi saya masuk ke museum ini dengan harga $10 yang jauh lebih murah dibandingkan dengan museum lain yang ada di Amerika Serikat.

Suasana ramai di dalam AMNH

Setelah usut punya usut, ternyata pay as you wish hanya berlaku di counter, jadi hal tersebut mereka lakukan karena tingkat antrian yang sangat tinggi untuk masuk ke museum ini, jadi ya bisa dibilang sebagai bentuk menghargai dari waktu kita mulai dari antrian sampai masuk ke dalam gedung, karena memang antrian nya mulai dari luar loh, belum lagi New York kala itu sedang dingin-dingin nya plus jadi agak merana juga mengantri nya. Sebaliknya, jika anda beli tiket online atau beli tiket di self service machine akan diberikan harga normal yaitu Adult ($23), Senior &Student ($18), and child (2-12) $13. Hmm  bisa disimpulkan jika anda malas antri dan bisa langsung masuk ya silahkan anda beli tiket online atau beli tiket di self service machine, dengan mengerahkan uang sesuai harga normal tadi namun jika anda mau lebih hemat tapi harus mengorbankan waktu minimal 1 jam antri ya silahkan anda menuju antrian terakhir dan nikmati antrian dengan cinta (alah), tapi hasilnya bisa bayar even $1. Pilihan ada di anda, kasih tahu dong di komen kira kira kalian bakal pilih apa antri tapi pay what you wish  atau beli tiket harga normal online tapi langsung masuk ke dalam. Ramaikan komen nya ya makasih

Alhamdulillah ini adalah museum kedua set film Night At The Museum nya Ben Stiller yang pernah saya kunjungi. Pertama saya sudah mengunjungi museum nya British Museum yang juga menjadi set film terakhir trilogi Ben Stiller itu. Dan sebenarnya saya juga sudah berkunjung ke Smithsonian di DC yang akan saya ceritakan secepatnya ya.

American Natural History Museum (AMNH)

Cukup sudah tentang drama mendapatkan tiket, jadi apa sih American Natural History Museum(AMNH) itu. Dikutip dari wikipedia, museum yang berada di Upper West Side of Manhattan, New York City, adalah salah satu museum terbesar di dunia. Terletak di lahan seperti taman di seberang jalan Central Park New York, kompleks museum terdiri dari 27 bangunan yang saling terhubung dan memiliki 45 ruang pameran permanen, di samping itu terdapat fasilitas planetarium dan perpustakaan. Koleksi museum berisi lebih dari 32 juta spesimen tanaman, manusia, hewan, fosil, mineral, batu, meteorit, dan artefak budaya manusia, yang hanya sebagian kecil yang dapat ditampilkan pada waktu tertentu, dan menempati 2 juta kaki persegi (190.000 m2) ). Museum ini memiliki staf ahli penuh waktu yang terdiri dari 225 orang, mensponsori lebih dari 120 ekspedisi khusus (biasanya ekspedisi ke alam liar) setiap tahun, dan rata-rata sekitar lima juta kunjungan setiap tahunnya.

Salah satu statement visi misi perusahaan dari museum ini yang tentunya adalah visi misi favorit saya

“To discover, interpret, and disseminate—through scientific research and education—knowledge about human cultures, the natural world, and the universe.”

Sama hal nya dengan British Museum, mengunjungi seluruh koleksi museum dengan hanya satu kali kunjungan adalah hal yang sulit dilakukan oleh orang biasa, khususnya aku. Ya karena luas banget museum nya jadi mau gak mau tetap kalau namanya ke museum ini tetapkan skala prioritas kira-kira ilmu apa yang ingin kamu pelajari atau apa yang ingin kamu ketahui.

Peta American Natural History Museum (dikutip dari amnh.org)

Mammal Halls

Entah karena begitu banyak orang di museum ini, saya bergegas ke lantai dua dari museum ini dan voila saya menemukan Mammal Halls. Hall pertama adalah Akeley Hall of African Mammals, disini ada 8 gajah Africa yang diawetkan dan mengisi hall ini dengan sangat epik. Saya menyadari betul bahwa gajah gajah Afrika ternyata sangat besar dan kuat. Sekilas saya teringat di sinilah ketika Ben Stiller (Larry) berlari menghindari para Gajah yang tiba tiba hidup di film Night At The Museum huhu serasa flashback ke memori ketika menonton film tersebut hadir di galeri ini.

Delapan Gajah Afrika di African Hall

Selain gajah-gajah yang epik ini kurang lebih ada 28 diorama dari hewan hewan liar di Afrika yang dipertunjukkan di museum ini. Semuanya jelas sekali dari keterangan jenis binatang sampai penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan terhadap binatang tersebut.

Diorama Singa Afrika, The Lion King

Hall of Primates

Selang beberapa langkah dari African Mammal halls masih dalam bagian Mammal Halls ada namanya Hall of Primates. Pada hall ini dipertunjukkan berbagai jenis kera, dan satu lantai memang dikhususkan untuk kera mulai dari simpanse, orang utan, sampai para gorilla atau kera besar. Yang menarik perhatian saya adalah Orang Utan yang hampir punah tersebut, kemudian jika kita mengingat film Night At The Museum, kita pasti kenal dengan kera yang berjenis Capuchin.  Capuchin merupakan kera kecil yang berasal dari utara Meksiko sampai utara Argentina, kalau di film kera ini bandel sekali dan suka ganggu ganggu Ben Stiller (Larry), sampai dia kesal kocak sekali.

Capuchin, kera yang kocak di film Night At The Museum

 

Hall of Plain Indians

Dari judul hal nya sudah ketebak kan kalau ini adalah Hall yang mendisplay diorama tentang Native American yaitu Indian. Hall of the Plains Indians hampir identik dengan sebelahnya, yaitu Hall of Eastern Woodland Indian, dalam hal pengaturan dan struktur penyajian diorama nya. Menempati area kecil antara East Indian Woodland dan Pacific peoples, aula ini memiliki panel dan karpet kayu imitasi, kemudian banyak menyajikan kisah kehidupan sosial, cara pakaian, berburu, perang, permainan, musik, dari masyarakat Indian sebagai penduduk asli Amerika. Info yang saya baca, diorama berfokus pada kehidupan suku Hidatsa abad ke-19, suku Dakota (Sioux), suku Cheyenne, suku Arapaho, suku Crow, dan suku lain di Dataran Amerika Utara.

Hall of Plain Indian

Hall of Pacific People

Setelah belajar tentang Indian, kenapa tidak belajar tentang masyarakat Pasifik. Kita Indonesia adalah masyarakat Pasifik loh jadi ada beberapa koleksi tentang cara hidup masyarakat Indonesia di museum ini. Diantaranya adalah alat musik dan kesenian dari Pulau Jawa dan Bali, yang paling terkenal adalah Wayang ada juga ada kain Ulos dari Sumatra Utara, batik dari Solo juga beberapa diorama tentang kehidupan masyarakat Hindu Jawa di era abad 13-14. Senang nya bisa belajar tentang Indonesia dari perspektif penelitian asing.

Kain Batik dan Ulos kain khas Indonesia
Koleksi Wayang Kulit Indonesia di museum ini sangat menarik

Terus saya melihat ada kerumunan orang, apa sih yang dikerumunin begitu banyak orang. Rupanya itu adalah Rapa Nui, jika pernah lihat film Night At The Museum, pasti kenal siapa Rapa Nui yang sering memanggil Ben Stiller (Larry) dengan sebutan “Dum Dum”. Rapa Nui atau mungkin yang lebih familiar dikenal sebagai Easter Head adalah bentuk patung yang bergambar hanya kepala yang dipahat oleh penduduk asli Eastern Island, yang kabarnya dibuat untuk mengenang orang yang sudah meninggal, jadi di Easter Island jika ada yang meninggal maka dibangun lah Rapa Nui. Jumlah nya di Eastern Island ada ratusan bahkan ribuan, tapi beberapa sudah diangkut dan salah satunya juga ada di British Museum.

Kerumunan orang orang pada berfoto di Easter Head
Sempat selfie bareng si Dum Dum

Fossil Halls: Hall of Saurischian Dinosaurs 

Setelah lelah mengeksplore lantai 2, akhir nya saya memutuskan ke tempat yang menjadi salah satu koleksi unggulan di museum ini. Jika di British Museum koleksi unggulan nya adalah koleksi Mesir Kuno, maka di AMNH adalah Fossil Halls. Salah satu hall bernama Hall of Saurischian Dinosaurs, sebagai main hall nya karena menampilkan fosil dari dua dinosaurus paling terkenal di dunia yaitu Tyranosaurus Rex (T-Rex) dan Apatosaurus.

Close up T-Rex Bone

Dengan rahang sepanjang 4 kaki, gigi sepanjang 6 inci. Tapi punya lengan kecil. Hampir segala sesuatu tentang T- rex diasosiasikan dengan kekuatan luar biasa dan dicap sebagai salah satu dinosaurus terbesar yang pernah ada. Kerangka pertama T-rex ini,  ditemukan pada tahun 1902 di Hell Creek, Montana, oleh pemburu fosil yang terkenal Barnum Brown. Setelah enam tahun kemudian, Brown menemukan kerangka T. rex yang hampir lengkap di Big Dry Creek, Montana. Dan akhirnya kita bisa melihat nya sebagai koleksi museum ini.

Selfie bersama T-Rex

Hal yang paling saya senangi adalah di tengah hiruk pikuk begitu banyak orang lalu lalang, saya berhasil mengambil foto bersama si T-Rex duh rasa nya senang sekali.

Tak berasa saya sudah 3 jam lebih mengelilingi museum, tapi itu belum sampai setengah koleksi loh tapi ya sebagai sebuah museum yang sangat populer anda harus menyadari 6 hal ini jika hendak datang ke museum:

  1. Akan selalu ada keramaian di museum ini, tidak pernah ada jam sepi
  2. Akan selalu ada banyak anak kecil yang bermain ke museum ini, jadi bersabarlah menghadapi anak anak yang lari halu lalang di depan kita.
  3. Akan selalu ada grup tur, mau grup tur dari negara manapun tetap mereka akan mengunjungi museum ini jadi kembali bersabarlah menghadapi mereka.
  4. Akan selalu ada orang berbicara, orang akan ribut di museum ini jadi jangan harapkan pengalaman museum yang sepi di sini.
  5. Selalu ada yang menggangu kalau kamu lagi serius baca tulisan di masing masing diorama, karena anda tidak sendirian melihat nya.
  6. Dan di era sosial media sekarang, akan ada selalu orang yang mengambil foto selfie hehehe
Keramaian yang tak pernah berkurang

Demikian kisah perjalanan saya di museum yang menurut saya nilainya 8/10 ini buat anda yang ingin ke New York, apalagi ke New York bareng keluarga jangan pernah lewatkan berkunjung ke museum ini. Berikut adalah alamat museum dan jam buka nya. Terima kasih silahkan komentar atau ada pertanyaan terkait dengan museum ini

American Museum of Natural History
Central Park West at 79th Street
New York, NY 10024-5192
Phone: 212-769-5100

Open daily from 10 am – 5:45 pm except on Thanksgiving and Christmas.

website : amnh.org

Thank You

Ferdi Cullen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s