10 Best Travel Moment 2018

3 comments

Hola World….

Selamat Tahun Baru 2019

Saya sangat semangat jika membuat tulisan The Best Travel Moment setiap awal tahun, dan ini adalah tulisan saya yang ketiga tentang The Best Travel Moment sebelumnya sudah ada yang 2016, dan ada juga yang 2017. Namun kalau anda baca juga 2016 dan 2017 kayaknya 2018 ini merupakan tahun yang sangat variasi dari perjalanan petualangan ala bocah petualangan ini.

Alhamdulillah akhirnya beberapa bucket list yang sebenarnya udah dibuat dari tahun 2013 akhirnya tercapai di 2018. Wuih 5 tahun ya baru tercapai bucket list nya. Ya begitulah hidup bukan mi instan brother and sister, semua butuh perjuangan. Berikut ya beberapa rangkuman 10 pengalaman perjalanan terbaik saya di tahun 2018

10. Mosaic terindah di Biara Chora Istanbul.

Tiba di Istanbul pada bulan Februari 2018, di luar ekspektasi saya. Suasana nya sangat dingin sekali, salju ada di mana mana plus suhu nya berada di bawah 0 Celcius.

Selfie di Biara Chora

Di tengah dingin nya kota Istanbul, saya segera bergegas ke salah satu tujuan saya. Biara Chora, adalah salah satu biara kuno peninggalan Konstantinopel, Biara ini merupakan biara yang dibangun sekitar abad ke 10 dan merupakan salah satu biara yang berkontribusi terhadap penyebaran agama kristen ke wilayah Eropa dan Asia. Tujuan saya kemari adalah ingin melihat mosaic kuno khas kekaisaran Byzantine, yang masih awet di bawah langit langit tua biara ini.

9. Perjalanan Sosial ke Nias Utara

Saya sebenarnya punya bucket list, yaitu ingin sekali melakukan perjalanan tapi sekaligus melakukan kegiatan sukarelawan gitu. Dan akhirnya tahun 2018 memberikan kesempatan itu kepada saya. Saya pun menjadi salah satu sukarelawan untuk menjadi pengajar di Pulau Nias.

Mengajar anak anak desa terpencil sangat menyenangkan loh

Saya langsung ditugaskan gak tanggung tanggung ke Nias Utara, dan tempat nya keren sekail. Sebagai kepulauan terluar dari Indonesia, Nias mempunyai alam yang sangat menarik sekali. Bukti nya di Nias Utara ini ada sebuah pantai karang otak. Jadi gak hanya di Taiwan atau China yang ada pantai karang otaknya di Indonesia juga ada. Dan perjalanan saya kemari benar benar sangat berkesan, saya belajar banyak sekali bagaimana sebuah perjalanan sukarelawan sekaligus menolong orang juga adalah perjalanan yang menarik.

Salah satu pemandangan sunset yang paling saya ingat dari Pulau Nias

8. Bertemu langsung rumah nya Kurt Cobain di Aberdeen Washington

Seperti yang kita ketahui, saya saat ini saya berdomisili di Seattle. Pada saat summer break kemarin saya berkesempatan mengunjungi tempat yang sebenarnya biasa saja tapi sangat berarti bagi kita penggemar Kurt Cobain. Kota yang saya kunjungi ini adalah Aberdeen, Washington. Dengan jarak kurang lebih 2.5 jam perjalanan darat, saya terperangah melihat papan nama kota ini yang diberi judul khusus lagu Nirvana yaitu “Come As You Are”.

Papan nama kota sesuai dengan lagu nya Nirvana

Selain berkunjung ke kota  tempat Kurt Cobain dilahirkan, saya juga berkunjung ke tempat dimana Kurt biasanya merenung dan menciptakan lagu lagunya. Kurt Cobain Landing, tempatnya memang semacam kanal biasa dan gak bagus bagus banget. Tapi ketika saya di sini plus saya padukan hal yang pernah saya baca di memoar Kurt. Saya seakan akan bisa merasakan bagaimana rasany menjadi seorang Kurt pemuda biasa dari kota kecil, punya mimpi,  yang merantau, bernyayi rock dan akhirnya menjadi seorang rocker legenda.

Persembahan buat Kurt dari Ferdi Cullen

7. Old Town San Diego, miniatur Meksiko

Lain lagi cerita di San diego, sebuah kota yang terletak di perbatasan Mexico dan Amerika sebelah barat ini. Di kota ini, benar benar saya merasa seperti berada di  Meksiko, Apalagi kota tuanya gila sekali, dengan toko toko khas meksiko ditambah dengan ornamen yang mencirikan kota Amerika Tengah. Saya merasa seperti berada di Kota kota Meksiko sehingga ini adalah pengalaman yang tidak pernah terlupakan dalam hidup saya. Selain itu di sini ada hiasan menyerupai orang tapi terbuat dari tembikar dan bambu unik sekali. Tpai yang pasti sangat indah dan membuat kota tua ini sangat menarik dikunjungi.

Ini salah satu spot kota yang keren banget…

6. New Year in American Natural History Museum New York

Biasanya orang ke New York untuk melihat keindahan Drop Ball Time Square pada saat tahun baru, namun saya malah menghabiskan malam tahun baru di museum hehehe aneh ya saya. Tapi saya memang suka sekali dengan American Natural History Museum ini.

Pintu Gerbang American Natural History Museum New York
Selfie bersama T-Rex di American Natural History Museum

Alasan nya karena saya adalah penggemar berat film Night At The Museum. Dimana film ini mengambil setting di museum ini. Sebelumnya saya juga sudah pernah ke British Museum, yang juga menjadi setting film kedua nya. Menariknya akhirnya saya berjumpa dengan sang T Rex khas musuem ini. Di museum ini juga ada jalur khusus yang menjelaskan tentang miniatur yang pernah muncul di film Night at The Museum. Saya paling suka dengan Capuchin sejenis kera yang berasal dari Afrika Dan satu lagi adalah Moai nya Easter Island, tapi yang di sini agak lebih kecil sih lebih besar yang ada di British Museum.

5. Pulang kampung ke rumah The Cullen, The Cullen House Portland Oregon

Pasti pada tahu kan film Twilight. Nah saya gak pernah nyangka saya memilih nama Cullen untuk nama populer saya eh akhirnya saya dikirim ke tempat asal inpirasi cerita ini. Saya menggunakan kesempatan ini untuk mengeksplore tempat syutingnya Twilight, kemarin saya sempat tulis tentang kota Forks, tempat dimana Bella main character di cerita ini. Kemudian saya main ke Portland, dan mampir ke rumah kaca keluarga The Cullen.

Selfie di Cullen House
Rumah kaca The Cullen yang menjadi tempat syuting film Twilight

4. Melihat maestro seni di Museum Vatican

Saya suka sekali ke museum ini, walaupun ini museum yang menjadi paling mahal yang pernah saya kunjungi. Tiketnya mahal sekali hampir 25  euro hampir setara 400 ribu rupiah gitu, tapi sangat berkesan sekali. Museum ini sangat terbaik sekali, di sini saya melihat ruangan yang selalu disebutkan dalam berbagai buku sejarah yaitu Sistine Chapel. Sebuah mahakarya seni yang paling diagungkan di dunia. Namun kecewanya adalah Sistine Chapel karya Michael Angelo ini tidak boleh difoto apalagi divideokan. Melihat dan menyimpan di memori pikiran tentang Sistine Chapel adalah suatu hal yang luar biasa bagi saya.

Pemandangan dari halaman Museum Vatican
Tangga Spiral Museum Vatican, objek foto yang paling sering difoto turis tapi ini asli dari kamera saya pribadi

3. Datang ke Kastilnya Malaikat di Castle St. Angelo Rome

Novel Angel and Demon karangan Dan Brown benar benar karya yang luar biasa. Alhamdulillah nya saya akhirnya berkunjung ke salah satu tempat yang disebutkan dalam novel tersebut yaitu Kastil St. Angelo. Kastil ini sebenarnya adalah makam Kaisar Hadrian. Dan luar biasanya saya berhasil mendaki kastil ini yang cukup terjal, akhirnya saya bertemu dengan Gabriel, alias patung nya Gabriel yang terletak di puncak kastil ini. Terus pemandangan nya awesome sekali di atas sini, kita bisa melihat wajah kota Roma yang sebenarnya.

Di sinilah klimaks kisah Angel and Demon terjadi
Saya gak pernah lupa pemandangan indah kota Roma dari atas kastil ini

2. Datang ke stereotipe Kastil Drakula, Bran Castle Romania

Yiha salah satu bucket list aku dari 3 tahun lalu yaitu Bran Castle akhirnya tercapai. Di tengah musim dinginnya Romania, suasana gelap dan dingin semakin menambah semangat saya untuk berkelana di kastil yang keren sekali ini. Berbagai kisah yang menstereotipkan kastil ini  sebagai kastil Drakula lah yang membawa saya ke sini. Dengan harga tiket masuk yang relatif murah, dan tempat yang sangat luas ditambah banyak nya sejarah apalagi coba yang bisa dilalui di sini.

Selfie di Bran Castle
Kastil stereotipe dengan kisah Dracula

1.Tercapainya bucket list setelah 6 tahun Grand Canal Venezia

Piaza San Marco Venezia

Nah ini puncaknya alhamdulillah di 2018, kesampaian juga saya di negeri air Venezia. Sejak awal punya niat menjadi microtraveller 6 tahun lalu saya itu pengen nya ke Venezia. Namun karena satu dan lain hal jadi nyasar nyasar ke beberapa negara. Puas banget berhasil melihat keagungan dari Grand Canal.

Selfie di Grand Canal

Sungguh indah ditambah pas saya ke sana pas musim dingin jadi gak banyak turis yang halu lalang. Walaupun saya gak naik gondola saya senang banget dan belajar tentang makna filosopis dari Gondola itu. Selain belajar tentang Gondola, saya juga baru pertama ini melihat arsitektur asli dari Kerajaan Byzantine sejak tahun 800-1000. Saya langsung menyaksikan keindahan Piazza San Marco, yang sudah berusia 1300 tahun itu. Ditambah dengan betapa luar biasa nya sistem arsitektur kota air yang walaupun secara debit sudah berkurang banyak dari 1000 tahun lalu, tapi tetap air dan labirin di kota ini akan menjadi pesona turis. Saya sarankan kepada anda walaupun ini adalah tempat turis mainstream tapi anda harus datang ke kota ini minimal satu kali seumur hidup anda.

Demikian kisah perjalanan saya di tahun 2018 banyak perjalanan yang berkesan dan kesimpulan nya di tahun 2018 sangat variatif. Harapan nya sih di tahun 2019 saya bisa melihat dunia lebih luas lagi dari di tahun 2018 Amin. So Keep Travelling ya guys

Selamat Tahun Baru 2019

Ferdi Cullen

 

Advertisements

3 comments on “10 Best Travel Moment 2018”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s