Portland Oregon : Keep Portland Weird

4 comments

Hola World,

Portland, September 2018

Pada tulisan kali ini, saya ingin sharing perjalanan saya ke Portland Oregon di bulan September lalu. Portland adalah kota yang terletak di Pacific Northwest, dan merupakan kota kedua terbesar di Pacific Northwest setelah Seattle. Dengan jarak 170 miles dari Seattle, kurang lebih 3 jam jalan darat dari Seattle. Menurut saya, Portland adalah kota yang sangat menarik. Tagline kota ini adalah “Keep Portland Weird” yaitu kota paling aneh di Amerika.

Slogan Portland yang asoi sekali

Ada benarnya juga sih menurut saya kota ini aneh, karena kota ini banyak sekali cerita cerita takhyul dan folklore yang sering dipercayai oleh warga lokal. Sebagai contoh akan saya ceritakan kisah tentang Witch Castle di kota ini. Kemudian ada juga kisah Werewolves dan vampire, oiya di kota ini terdapat rumah tempat syuting film Twilight loh, yaitu rumah kaca keluarga The Cullen serasa pulang kampung saya jadinya hehehe. Walaupun banyak orang Seattle ke Portland untuk satu alasan, yaitu belanja. ho..oh.. dengan barang yang sama dijual di Seattle di Portland ternyata jauh lebih murah, dan banyak orang lari ke Portland untuk beli barang yang sebenarnya ada dijual di Seattle. Alasan lebih murah nya adalah pajak, jadi Portland adalah satu satunya kota di US yang menjual barang bebas pajak penjualan. Namun sayangnya saya datang kemari tidak untuk belanja. Melainkan pengen melihat Witch Castle dan tentunya The Cullen House

Hello Portland
The Forest Park and Witch Castle 
Forest Park

Salah satu tujuan saya adalah The Witch Castle di Forest Park. Masih pada inget film Grimm gak. Ini saya kasih cuplikan nya

Nah film ini setting utamanya adalah di Portland, dan salah satu tempat syutingnya adalah di Forest Park, Konsep taman ini menurut saya adalah hutan di tengah kota. Forest Park adalah taman kota di Pegunungan Tualatin di sebelah barat pusat kota Portland, Oregon, Amerika Serikat. Membentang lebih dari 8 mil (13 km) di lereng bukit yang menghadap ke Sungai Willamette, taman ini adalah salah satu cagar hutan kota terbesar di US. Wah kayaknya setengah hari saya berada di Portland tidak cukup untuk mengelilingi taman hutan ini. Akhirnya saya memutuskan untuk tracking dan tujuan nya hanya sampai ke Witch Castle. Nah apa lagi itu Witch Castle? Witch Castle adalah sebuah rumah yang sudah tidak berbentuk lagi, jadi hanya susunan batu batu yang diceritakan ada kaitanya dengan mistis makanya mereka memilih kata Witch yang artinya penyihir.

Ini dia The Witch Castle  di Forest Park
Walaupun ada aura aura yang saya kurang paham, tetap selfie di rumah batu ini

Berjalan tracking di hutan ini mengingatkan saya dengan Bukit Lawang Sumatera Utara, karena banyak sekali pohon pohon tua, menariknya adalah pohon pohon ini tumbang karena usia bukan karena ditebang apalagi digunakan untuk hal hal komersial. Saya jadi sedih, seandainya hutan di Sumatera diperlakukan sama seperti hutan di sini pasti ekosistem fauna seperti Orang Utan, Gajah Sumatera, dan lain lain pasti akan selamat, tidak seperti sekarang nasib hutan Sumatera yang sudah semakin tergerus.

Suasana Witch Castle  cukup ramai dikunjungi

Selain pohon pohon tua yang sangat indah, ada sungai yang mengalir, kemudian juga banyak bunga bunga. Seger sekali rasanya berjalan di taman ini. Akhirnya saya tiba di Witch Castle, saya sempat merasakan aura aura aneh sih selama berada di sini. Pasalnya memang creepy sekali loh ada rumah dengan susunan batu batu di tengah hutan begini. Namun karena saya di sana masih pagi, jadi masih ramai orang, syukurlah saya berusaha abaikan saja aura tersebut.

Akan tetapi, ada legenda dibalik dari rumah ini. Ceritanya, di pertengahan tahun 1800, ada seorang pria yang menguasai tanah di taman ini bernama Balch. Nah untuk membantu dia mengelola tanah, dia mempekerjakan seorang pria bernama Stump. Namun terjadi kisah cinta antara Stump dan Anna (putri dari Balch). Kabarnya cinta ini merupakan cinta terlarang alias gak disetujui oleh Balch. Kemudian suatu hari mereka berdua berencana kawin lari dan aksi tersebut diketahui oleh Balch. Dengan marah Balch pun menembak Stump tepat di kepalanya , dan kejadian tersebut berlokasi di rumah batu ini. Tidak jelas apa yang terjadi selanjutnya, tapi dikabarkan Balch akhirnya dieksekusi mati gara gara hal ini. Ada yang bilang bahwa Anna adalah penyihir yang membuat perkelahian antara Balch dan Stump maka rumah batu tersebut akhirnya disebut Witch Castle. Sekilas cerita ini sudah sangat biasa kalau di Amerika, yang terkenal dengan History of Violence nya. Hidup di Tanah Amerika memang keras.

suasana Forest Park yang mengingatkan saya dengan Bukit Lawang

Apapun ceritanya, saya merasakan perjalanan saya menemui rumah batu ini merupakan perjalanan teraneh dan paling berani yang saya lakukan. Karena saya sudah berjalan di salah satu tempat paling berhantu di Amerika awesome kan. Walaupun suasana ramai membuat saya tidak takut dengan suasana mistis yang menjadi legenda dari rumah ini. Tapi lain cerita jika saya datang agak sorean atau pada saat gelap kali ya.

The Cullen House
Hi, Carlisle Cullen   ada di rumah kah??

Masih pada ingat film The Twilight kan, film yang pernah hits di tahun 2008 ini juga mempunyai tempat syuting di Portland. Berikut adalah cuplikan adegan dimana Bella Swan diajak pertama kali menemui keluarga The Cullen. Rumah keluarga The Cullen merupakan rumah modern yang ramping yang didominasi oleh dinding kaca dan dekorasi kelas atas.

Rumah dengan alamat 3333 NW Quimby St Portland, Oregon sangat mudah ditemukan kok. Jika anda ingin mencari nya anda bisa menggunakan google maps dan lokasi tempat ini ada di sana, silahkan masukan saja alamat yang sudah saya berikan sebelumnya.. Sekilas saya lihat rumah ini seperti di tengah hutan, dan menghadap ke sebuah tebing curam wah pas sekali memang sebagai rumah keluarga vampir ya. Rumah ini sebenarnya adalah vila pribadi dan ada pemiliknya jadi kita tidak bisa sembarangan masuk ke dalam rumah tersebut. Sayang sekali ya, namun jika mau foto foto di depan rumah sih tidak masalah dan diperbolehkan. Jadi ya saya hanya mencoba beberapa gaya foto alay di depan rumah ini.

Rumah The Cullen ini adalah villa pribadi
Saya sangat suka dengan kaca kaca nya keren sekali
Nomornya agak unik 3333
Foto alay Ferdi Cullen, keluarga terbuang dari The Cullen
The Pittock Mansion
Pittock Mansion : Bangunan kuno yang masih terjaga di Portland

Hari pun menjelang sore, saya melanjutkan perjalanan saya ke Pittock Mansion. Sebenarnya saya ingin melihat sejarah Portland di museum yang berbentuk salah satu rumah kuno khas Amerika abad 19. Namun apa daya, ternyata pas saya tiba di sini museum tutup karena sudah di atas jam 6 sore. Akhirnya saya hanya berseliweran di luar bangunan ini, akan tetapi menariknya pas banget hari ini sangat cerah dan saya bisa langsung melihat view kota Portland ditambah view Mt. Hood, gunung yang mengitari wilayah Oregon. Ini merupakan view terbaik yang pernah saya lihat sepanjang travelling saya selama ini.

Selain museum, Pittock Mansion juga menawarkan pemandangan yang sangat cihuy
Kebetulan hari itu, suasana sangat cerah dan pemandangan nya begitu memikat
Portland yang dikelilingi oleh Mt. Hood
The Pearl District dan Portland Old Town

Selesai dari Pittock Mansion, saya pun bergegas menuju ke Downtown. Berhubung pada saat saya ke Portland masih summer suasana kota masih terang benderang padahal sudah sore. Saya sangat suka sekali dengan tram yang ada di Portland, tram nya bersih dan rutenya juga banyak. Oh iya untuk transportasi di Portland jika anda ingin berkunjung ke mari silahkan menggunakan bis dan tram, kalau saya paling suka naik tram dan rute tram nya juga sangat banyak. Harga transportasi publik baik tram dan bis juga sangat terjangkau yaitu hanya $2.75 (standar harga bus di US) per hari cukup murah kan dan sekali lagi bayarnya di depan sama drivernya.

 

Ini juga salah satu slogan yang aneh
Street Art di Portland
Tram sebagai salah satu transportasi di Portland yang sangat baik

Setelah mengelilingi Pearl District, Pearl District merupakan salah satu kawasan downtown di Portland yang cukup artistik. Selain  Pearl District, ada satu kawasan lagi di Portland yang menjadi landmark kota ini. Kawasan tersebut adalah Portland Old Town. Namun agak sedikit kecewa sih karena Old Town nya gak benar benar old menurut saya ya beda tipis deh dengan Pioneer Square di Seattle (Old Town nya Seattle).

Papan lambang Portland Oregon Old town

Karena saya suka buku, tentunya saya tidak ketinggalan mendatangi salah satu independent book store terbesar di US yang terdapat di Portland. Toko buku itu adalah Powell Book Store. Ini yang the best, seperti yang anda ketahui saya kalau sudah lihat toko buku serasa berada di surga gitu. Dan harga bukunya juga sangat murah, pantesan saja saya pernah denger ada beberapa mahasiswa di kampus saya yang sering datang ke toko buku ini. Mereka ke Powell dalam rangka untuk membeli buku bekas dengan harga yang sangat terjangkau. Saya sempat membeli dua novel yang status nya buku bekas di toko buku ini.

Powell’s Books, toko buku independen terbesar di Washington State dan salah satu yang terbesar di US

Sudah jam 8 malam tapi masih terang ya wong musim panas akhirnya saya memutuskan untuk makan namun malas makan berat. Di Portland ada toko donut terkenal bernama Voodoo Doughnut, gile antrian nya masih ramai padahal udah jam 8 malam. Setelah menunggu kurang lebih 30 menit saya pun mendapat kan donutnya saya pilih yang rasa coklat. Ada berbagai macam pilihan donutnya dan bentuknya juga lucu lucu. Kalau soal rasa mirip Piroshky Doughnut di Seattle sih.

Voodoo Doughnut dan antrian nya di Portland
Ini adalah salah satu toko donut paling enak di US

Dan saya pun segera bergegas menuju ke stasiun bus karena tepat jam 9 malam dijadwalkan bus saya kembali ke Seattle. Secara keseluruhan perjalanan di Portland ini benar benar sangat menyenangkan, dan saya berharap saya bisa kembali ke Portland ya mungkin kali ini untuk belanja atau karena “Portland its weird”.

Happy Holiday 

Ferdi Cullen

Advertisements

4 comments on “Portland Oregon : Keep Portland Weird”

  1. Saya tau Portland dari tv series Portlandia, yang main Fred Armisen sama Carrie Brownstein. Katanya Portland kota hipseter terus denger-denger karena Portlandia banyak anak muda dari LA pindah ke Portland, terus Portland makin ngga asik karena banyak pendatangnya.

    Like

    1. Wah Saya belum pernah nonton itu filmnya, boleh juga idenya kak. Terima kasih Saya akan cari filmnya Portlandia. Mengenai hipster iya bener sih banyak hipster di sini. Tapi kalau mengenai pendatang hmm… Soalnya kemarin pas Aku disana banyak yg bilang semakin banyak anak muda Portland yg meningalka. Portland ke NY, LA, bahkan ke Seattle jadi I’m not sure dan Kota nya memang jadi sepi

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s