Summer in Seattle : Festival, Legenda Rock, Vampir, dan Pantai Rahasia (Kisah 3 Bulan di Seattle)

4 comments

Hola World,

Seattle sekarang menjadi kota favorit saya. Setelah 3 bulan berada di kota ini saya mulai merasakan bahwa ini adalah kota yang sangat cocok buat saya. Kota ini mempunyai keindahan alam dan cerita carita yang sangat menarik. Berikut saya berbagi pengalaman selama saya berada di Seattle khususnya setelah 3 bulan berada di kota ini. Dan selama 3 bulan itu adalah musim paling dinanti di kota ini yaitu Summer.

 

Sunny Day in Pike St
Summer Day in Gas Work Park

Mulai dari bulan Juli sampai dengan September (pertengahan) adalah musim panas atau Summer. Di musim ini , di tahun 2018 ini , berdasarkan laporan dari Seattle Times adalah musim panas yag paling kering, panas, dan lembab. Masih dikutp dari koran lokal tersebut, Seattle mengalami 11 hari mencapai 90 derajat Fahreheit dan 44 hari di atas 80 derajat Fahrenheit, jauh lebih banyak dibandingkan musim panas tahun 2017. Apalagi ditambah adanya sedikit masalah di kota ini pada bulan Agustus dimana Seattle diserang serbuan asap kebakaran hutan dari Canada dan California. Rasanya pengap dan asap tersebut membuat kulalitas udara berkurang dan tidak sehat. Namun untungnya tidak berlangsung lama dan para ahli lingkungan dan pemerintah cepat mengatasi hal ini.

Yang paling saya sukai adalah dari summer tahun ini adalah tidak ada hujan sama sekali. Bahkan ada beberapa orang lokal yang tiba tiba kepengen hujan. Jika anda membaca kisah saya satu  bulan di Seattle, saya menyebutkan bahwa kota ini adalah kota Hujan. Namun hal ini tidak berlaku di Summer. Daun daun dan rerumputan semua nya menguning dan kering, kekurangan air benar benar cukup luar biasa kering menurut saya, jadi hampir mirip dengan Indonesia.

1. Festival Musim Panas 

Yang menarik dari kota ini pada saat musim panas adalah Festival. Ada ratusan festival yang digelar di seantero kota. Dengan berbagai tema yang sangat unik. Kebetulan saya tidak punya banyak waktu untuk mengunjungi semua festival tersebut. Akan tetapi, ada satu festival menarik yang saya ikuti. Festival itu adalah Seafood Ballard Festival. Festival dengan tema kuliner seafood ini sangat terkenal. Karena Seattle yang merupakan salah satu kota di lintasan Samudra Pasifik, sangat kaya akan sumber daya alam ikan. Ikan yang paling terkenal adalah Salmon. Selain salmon ada banyak jenis jenis seafood lain nya misalnya kerang, cumi, dan bahkan lobster.

Ballard Avenue, salah satu wilayah di Seattle
Food Truck untuk festival Seafood
Colourful dan cakep food truck nya

Terus terang saya sangat suka food truck yang menjadi khas festival kuliner di US. Food Truck adalah sebuah mobil karavan yang digunakan untuk menjajakan makanannya. Seandainya konsep food truck diterapkan di festival kuliner Indonesia menarik juga kali ya. Berikut adalah beberapa dokumentasi Food Truck yang berhasil saya ambil.

2.  Menemukan kota kelahiran sang legenda Rock 

Selain festival, saya berkesempatan untuk berkunjung ke luar kota Seattle pada saat Summer. Kebetulan pada akhir Agustus saya sedang memasuki Summer Break di perkuliahan yang sedang saya jalani. Dan saya berkesempatan untuk berkunjung  ke beberapa kota di sepanjang wilayah Barat Washington State.

Papan kota Aberdeen yang ada judul lagu Nirvana “Come As You Are”

Aberdeen, kota yang dikenal sebagai kota tempat lahirnya sang legenda Rock Kurt Cobain. Kurt Cobain adalah pentolan vokalis sekaligus pencipta lagu di Nirvana. Nirvana sendiri adalah sebuah band yang melegenda dan menjadi panutan band rock bukan hanya di US tapi seluruh dunia termasuk di Indonesia. Pada era 90an masuknya alirang grunge di Indonesia dipiawai oleh Nirvana. Banyak sekali fans Nirvana di Indonesia dan salah satunya saya.

Rumah masa kecil Kurt Cobain
Bagi Kurt ini adalah Nirvana so Welcome to Nirvana
Bayangkan lah seorang Kurt Cobain pernah berada di sini menulis lagu lagu nya
Di bawah jembatan ini merupakan tempat favorit Kurt

Kota Aberdeen ini sangat kecil dan yang paling menarik adalah Kurt Cobain Landing. Sebenarnya dapat dikatakan ini bukan tempat pariwisata sih, tapi warga kota sangat menghargai Kurt dan membuat tempat yang merupakan sebuah taman dimana Kurt menyendiri dan menciptakan lagunya. Terus terang ketika berada di taman yang amat sangat sederhana ini saya bisa merasakan bagaimana perasaan Kurt dan bagaimana inspirasi itu bisa muncul. Kurt terima kasih engkau sangat menginspirasi.

Terima kasih Kurt sudah menginpirasi saya

3. Balada kisah Vampir dan Werewolf 

Setelah dari Aberdeen, perjalanan saya lanjutkan ke kota para Vampir dan Werewolf. Masih inget dong kisah yang sempat menghebohkan para millenial di era 2010 an berjudul Twilight. Kisah ini diangkat dari Novel Stephanie Myers dengan judul yang sama. Ceritanya berpusat kepada kisah cinta seorang wanita biasa dengan seorang vampir. Dan asal anda tahu di  kota yang saya kunjungi ini merupakan tempat inspirasi kisah tersebut. Bahkan film Twilight yang pernah terkenal di tahun 2008-2010 ini mengambil setting tempat di Washington State yaitu di Kota Forks dan Portland.

Ada sebuah kota di wilayah Washington yang menjadi asal muasal dari kisah Twilight yaitu kota Forks. Forks  adalah sebuah kota kecil dengan populasi hanya 500 orang, jauh lebih kecil dari Aberdeen. Kota nya ya ampun sepi banget dan memang cocok banget jadi kota para Vampir dan Werewolf menurut saya karena sepii sekali. Kota ini sempat terkenal di era 2010 karena film tersebut. Dan terus terang nama Cullen yang menjadi nama blog ini adalah dari keluarga Cullen di kisah Twilight hehehe. Jadi dapat dikatakan saya pulang kampung nih hehehehe. Nah usut punya usut rupanya di kota ini juga menjadi kota tempat syuting film Twilight pertama. Akan tetapi beberapa setting tempat sudah mengalami perubahan. Sebagai contoh Forks High School sudah cukup berbeda dari film pertama.

Forks High School tempat sekolahnya para Cullen dan Bella di kisah Twilight

Namun lucunya adalah semua warga kota ini sepertinya malah membuat souvenir berkaitan dengan film tersebut dan hampir seluruh warga kota melakukan nya. Ada boneka keluarga Cullen, ada juga pamflet berisi kisah vampir. Saya tidak mengerti apakah ini artinya mereka sangat senang ya, setelah mereka berusaha melestarikan trademark kota ini menjadi terkenal karena film tersebut.

4. Pantai Rahasia 

Summer paling enak memang kalau ke pantai. Dan dalam perjalanan saya ke wilayah Barat Washington kita menemukan dua pantai rahasia loh. Saya rasa yang mengetahui pantai ini hanya orang lokal. Dan ini saya share kepada anda siapa tahu anda pengen berkunjung ke Secret Beach ini. Saya terus terang sudah lama sekali gak berkunjung ke pantai jadi cukup kaget juga jika melihat pantai. Kagetnya ternyata pantai itu menarik ya. Kemana saja selama ini saya tidak berkunjung ke pantai.

Kalaloch Lodge Trail
Jadi jika kita trekking dari Olympic National Park maka pemandangan nya adalah samudra ini

Pantai rahasia yang pertama saya kunjungi adalah Kalaloch Lodge Trail. Pantai ini merupakan satu jalur dengan Olympic National Park. Pantai ini menjadi tempat trail dari taman nasional tersebut. Udara di pantai ini sangat sejuk dan ombak di pantai begitu besar. Kemungkinan hal itu terjadi karena pantai ini merupakan pantai di sebelah utara Samudra Pasifik.

Pantai kedua berdekatan dengan kota Forks, dan saya gak menyangka ada pantai dengan formasi batu yang sangat keren seperti ini. Pantai ini disebut Ruby Beach. Pantai ini adalah pantai paling utara dari Amerika. Namun secara ombak pantainya lebih tenang. Formasi batunya mengingatkan saya akan Phuket di Thailand dan Raja Ampat di Indonesia. Native American menyebut pantai ini sebagai Pantai Sepatu Tuhan, karena formasi batu batu di sini menyerupai sepatu raksasa mirip sepatu Tuhan. Dan di pantai ini juga lah yang menjadi tempat syuting ketika film Twilight, dimana pemeran utama Bella Swan harus terjun dari bukit demi menyelamatkan diri dari kejaran vampir. Menarik sekali, pantai ini benar benar mistis saya rasa, tempat yang sangat jauh di utara Amerika dan sangat jauh dari hiruk pikuk manusia bahkan ada beberapa orang datang ke pantai ini hanya untuk relaksasi dan meditasi.

Ruby Beach
Pantai ini banyak batu karang yang berbentuk seperti sepatu

Dan aktivitas yang saya lakukan berikutnya adalah mengibarkan bendera merah putih di plank nama Olympic National Park. Awalnya sih karena ada salah satu teman kami orang Indonesia dari Fulbright Scholarship yang membawa bendera (luar biasa memang nasionalismenya) kemudian dia punya ide untuk bagaimana mengibarkan bendera tersebut, kebetulan momen nya juga pas yaitu baru berlangsungnya Sea Games di Indonesia. Dimana kami anak rantau sangat bangga dengan kesuksesan pagelaran tersebut. Sehingga ya kami kirbarkan saja bendera itu di Olympic National Park.

Demikian perjalanan saya selama Summer di Seattle dan sekitarnya. Saat ini sudah memasuki Fall Season dan nantikan kisah selanjutnya tentang micro adventure saya di Seattle dan sekitarnya ya. Uhh sudah tidak sabar melihat pohon berwarna merah di Fall ini.

Merdeka….

Salam Seattleite

Ferdi Cullen

Advertisements

4 comments on “Summer in Seattle : Festival, Legenda Rock, Vampir, dan Pantai Rahasia (Kisah 3 Bulan di Seattle)”

  1. Jadi ceritanya dirimu pulang kampung nih Fer? Gak ada acara kumpul-kumpul sama keluarga Cullen gitu? Hahahaha.

    Btw aku senang nih akhirnya ada teman blog ku yang tinggal di US, dan suka bagi-bagi cerita begini. Soalnya selama ini aku belum terlalu tertarik untuk berkunjung ke US. Hmmm pengen sih ke NYC dan DC cuma cek punya cek, mahaaaal ya expenses di sana. Jadi masih pikir-pikir, sampai ada panggilan dan rejeki hehehe. Tetap berbagi cerita ya Fer. Ditunggu …

    Btw, have you met Febri?

    Like

    1. Hi Mas Bart, iya nih senang bgt akhirnya bisa pulang kampung ke Keluarga Cullen nantikan cerita selanjutnya ya mas tentang saya berjumpa dengan keluarga Cullen hehehe.

      Mudah mudahan dengan cerita ini mas bisa tertarik mengunjungi US, ayo dong mas mumpung saya masih disini kita bisa eksplore US bareng kan. Tapi ampunnn US luas banget rupanya lebih luas dari Indonesia, bayangkan mas perjalanan dari tempat aku Seattle ke NYC or DC bisa menghabiskan waktu 8 jam di udara udah seperti dari Medan ke Makasar or bahkan ke Papua sih .

      Kalau mahal iya sih apalagi sekarang rupiah kita lagi tidak bersahabat ya mas.

      Belum sempat jumpa mas sama mas Febri, kayaknya ybs lagi di Eropa deh kalau tidak salah

      Nantikan cerita saya selanjutnya di US ya mas Terima kasih

      Liked by 1 person

      1. Tertarik sih ke US, cuma mungkin di dalam daftarku belum yang teratas. Tapi kalau ada rejeki dan kesempatan sih bisa jadi duluan. Soalnya aku belajar dari beberapa perjalanan sebelumnya seperti itu. Kadang tujuan yang belum aku impikan, malah aku kunjungi duluan karena ada kesempatan dan rejekinya ke situ.

        Doakan aja ya Fer. Pastinya sih kalau ke US, aku akan kabari dirimu.

        Wah, dari Seattle ke NYC/DC itu sampai 8 jam penerbangan? Gimana kalau misalnya jalan darat ya? Ternyata jauh juga. Hmmm bisa jadi seru tuh kalau dibikin road trip jalan darat.

        Like

      2. Hi mas bart
        sorry ya baru sempat balas
        Wah pasti saya doakan agar segera ke mari Amin Amin
        Iya mas untuk perjalanan darat sih bakalan lebih dari 8 jam, karena udah dari West ke East itu. Road Trip di West Coast juga menarik kok mas contoh Dari Los Angeles ke Las Vegas, ke Nevada, ke San Fransisco itu sepertinya memungkinkan 8 jam mas. Atau sebaliknya dari Seattle, San Fransisco, Los Angeles, Las Vegas, Nevada, Arizona juga bisa 10 -12 jam mas.
        Ditunggu di sini ya mas

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s