Rome and Vatican : The City of Angels and Demons Trip

2 comments

Rome and Vatican,

08-March-2018

Rome, The Ancient Capital of Roman Empire. Semasa saya sekolah, saya selalu mendengar guru saya mengucapkan ” Masih Banyak Jalan ke Roma”. Dan ternyata ya itu benar, memang sangat banyak jalan menuju salah satu kota tertua di dunia ini.

Masih Banyak Jalan Menuju Roma

Setelah melalui perjalanan panjang mengelilingi Romania dan sempat mampir ke Venice, akhirnya saya memutuskan untuk menuju ke kota Roma. Kesan pertama ketika saya tiba di Bandara Ciampino, adalah akhirnya saya berkunjung juga ke mantan ibukota Kekaisaran Romawi Barat. Mengapa?? karena dalam sejarah disebutkan bahwa Roman Empire terbagi dua. Pertama adalah Kekaisaran Romawi Timur yaitu Konstantinopel dan Kekaisaran Romawi Barat yaitu Roma. Dan saya sudah berhasil berkunjung ke Istanbul, yang merupakan mantan Ibukota Romawi Timur, jadi biar paket komplit kenapa saya tidak mengunjungi Romawi Barat

Roma, gedung-gedung renaissance dan gereja baroque begitu banyak di kota ini. Modernisasi tidak terlalu banyak mempengaruhi kota ini. Saya merasakan sangat kuno sekali berada di kota ini. Jika dibandingkan dengan Praha, disini lebih terasa religius, mungkin karena di sini adalah pusat dari Katolik. Tetapi atmosfer ancient city masih terasa di Praha, jika di sini bisa dibilang ancient religius.

Perjalanan saya di Roma dan Vatican, saya sama sekali tidak menggunakan transportasi publik. Jadi saya hanya jalan kaki dari ujung ke ujung kota. Ternyata, sangat menyenangkan sekali untuk bisa berjalan kaki di kota Roma ini.  Terinspirasi dari style Rick Steves yaitu Rome Passegiata sebuah tips untuk berjalan kaki di sore hari di Roma. Salah satu buku kesayangan saya yaitu Angel and Demon karangan Dan Brown, banyak menceritakan tentang Rome dan Vatican. Untuk perjalanan saya kali ini, saya ingin mengunjungi beberapa spot yang diceritakan dalam plot buku tersebut.

  1. St. Peter Square
St. Peter Square

Vatican adalah sebuah negara yang berdaulat. Penulis favorit saya Dan Brown menyebutkan bahwa Vatican adalah adalah Negara Suci. Kemudian setelah saya menyaksikan sendiri kota ini, saya jadi paham kesucian dari negara ini. Bisa saya katakan saya sudah berkunjung ke negara paling kecil di dunia. St. Peter Square atau Piazza San Pietro atau Forum Sancti Petri, adalah sebuah lapangan luas tepat di depan St. Peter Basilica. Tempat ini biasanya digunakan untuk penganut Katolik berkumpul untuk mendengarkan sang Paus berkhotbah. Tepat di tengah ada Obelisk yang mirip dengan Obelisk yang ada di Istanbul. Tempat ini merupakan maha seni besar dunia yang dirancang oleh Gian Lorenzo Bernini.

Dalam kisah Dan Brown, di bukunya Angel and Demon, setting awal adalah di tempat ini dimana pada saat itu umat Katolik sedang berduka dengan meninggal nya Sang Paus dan mereka menunggu detik detik Conclav. Diceritakan di buku tersebut bahwa kondisi umat Katolik sangat luar biasa ketika berkumpul di lapangan ini. Pada saat saya ke lapangan ini, suasana nya sangat sepi walau begitu tetap banyak turis yang berdatangan dan tentunya beberapa tur religi. Selain itu tempat ini juga merupakan perlambang Gereja Angin, karena tempat orang berdoa di sini adalah terbuka dan mengikuti arah angin. Keren sekali kan.

2.  Castel of St.Angelo

Tempat ini merupakan tempat set utama di kisah Angels and Demons Dan Brown. Diceritakan bahwa di dalam istana ini lah tempat perkumpulan Iluminati dibangun dan dibentuk. Kastil St. Angelo merupakan bangunan yang dibangun sebagai tempat pemakaman Kaisar Hadrian.  Di dalam kastil ada sebuah jalan bawah tanah yang menghubungkan antara kastil ini ke Vatican. Dan menurut kisah Dan Brown, jalur tersebut disebut sebagai The Path of Illumination.

Castel St. Angelo

Awalnya saya tidak menyangka bangunan ini megah sekali. Saya menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam di bangunan ini. Jika anda mau ke sini, anda harus merogoh tiket masuk sebesar 10 Euro untuk international tourist dan warga lokal hanya 7 Euro. Bagi anda pecinta Sejarah saya jamin 10 euro anda akan menjadi momen yang tidak telrupakan. Saya saja sangat berkesan sekali dengan dinding dinding Hadrian Tomb ini. Kastil ini sangat luas dan banyak sekali tangga sehingga ada baik nya jika anda berkunjung ke kastil ini harus menggunakan sepatu yang nyaman karena anda akan berjalan dan menaiki tangga yang cukup banyak di sini. Konsep nya kurang lebih sama dengan Terracotta Warriors di Xi’an, yang merupakan pemakaman sang Raja. Sampai sekarang masih banyak para excavator dan arkeolog yang masih melakukan penelitian terhadap makam ini.

Michael The Archangel

3. Piazza Navona and The Fountain of Four Rivers 

Jika boleh saya jujur, tempat favorit saya di Roma adalah Piazza Navona. Awalnya saya mau ke tempat ini karena di sini adalah tempat yang disebutkan dalam kisah Angels and Demons Dan Brown. Diceritakan pada buku, di tempat ini adalah perwujudan dari Path of Illumination unsur Air atau Gereja Air. Karena tepat di tengah piazza ini ada sebuah air mancur karya seni dari Bernini

Piazza Navona

Air mancur ini disebut The Fountain of Four Rivers perlambang empat sungai besar di Eropa, Afrika, dan Amerika yaitu Sungai Nil di Mesir, Sungai Gangga di India, Sungai Danube di Eropa, dan Sungai Rio di Amerika. Menyaksikan keindahan dari alun alun ini ditambah dengan air mancur, dan juga beberapa orang yang ramai namun syahdu. Jadi tempat ini secara keseluruhan tidak terlalu tourisity jadi enak buat santai setelah mengelilingi Roma. Oleh sebab itu, saya katakan tempat ini adalah tempat favorit saya di Roma.

The Fountain of Four Rivers

 

4. St. Maria Del Popolo and Piazza del Popolo

Saya tidak habis pikir bagaimana bisa imajinasi Dan Brown untuk bisa mengambarkan keindahan tempat-tempat di Roma ini. Setelah dari Piazza Navona saya beranjak  ke tempat yang dalam buku sebagai perlambang bumi yaitu St. Maria Del Popolo yang merupakan gereja kembar, jadi kedua gereja ini saling bersebelahan.

The Twin Church
Piazza Del Popolo

Dan gereja ini sendiri juga merupakan karya seni karena dibangun oleh Raphael salah satu seniman Italia yang sangat terkenal. Kedua gereja yang bersebelahan sangat mirip dan gereja ini memang perwujudan dari tanah atau bumi dalam kisah Angels and Demons. Berbeda dengan Piazza Navona, Piazza Popolo lebih ramai karena di dekat tempat ini terdapat pusat perbelanjaan.

5. Pantheon (Basilica Santa Maria)

Pantheon adalah salah satu atraksi utama di Roma setelah Colloseum, dimana tempat ini adalah saksi bisu perubahan peradaban Roma. Mulai dari masa Kaisar Hadrian sampai masuk nya Christianity di Roma. Bangunan ini dibangun oleh Kaisar Hadrian pada tahun 118 SM dan digunakan untuk pemujaan kepada Dewi Minerva (Athena dalam mitologi Yunani). Kemudian tempat ini dirubah menjadi tempat pemujaan 7 Dewa Romawi, dan mereka pun menyebutnya sebagai Rumah Para Dewa. 

Pantheon

Pada masa kekaisaran Byzantine, dimana Roma terbagi dua (Byzantine Barat dan Timur) maka Kaisar Phocas (Kaisar Byzantine Barat) menyerahkan tempat ini kepada Paus. Dan oleh Paus tempat ini dirubah menjadi Gereja dengan nama Basilica St. Maria.  Tempat ini menjadi gereja sekaligus tempat pemakaman para raja dan ratu Byzantine. Selain raja dan ratu, terdapat juga pemakaman Raphael di tempat ini.

Saya lihat bangunan ini seperti nampak letih sekali. Cat nya sudah terkelupas, banyak sisa sisa perang, kebakaran, maupun bencana alam, namun tempat ini tetap setia menjadi saksi seluruh peradaban Roma dan masih bisa berdiri sampai sekarang. Jika boleh dikatakan tempat ini adalah tempat tertua yang pernah saya datangi.

Jika kita lihat di kisah Dan Brown, Prof. Langdon sempat salah menginterpretasikan petunjuk yang dibuat komunitas Iluminati. Dimana sang profesor berpikir gereja ini adalah perlambang bumi karena di sini lah Raphael dimakamkan, tapi sebenarnya gereja bumi adalah di Popolo. Luar biasa bukan.

Demikian perjalanan saya menemui karya seni dunia dan menjadi saksi keindahan imajinasi Dan Brown dalam buku Angel and Demon. Memang ada satu tempat yang saya tidak berhasil kunjungi yaitu di Santa Maria Della Vittoria yang merupakan perlambang Api atau Gereja Api, saya tidak berhasil menemukan tempat ini dan karena hari juga sudah malam. Saya pun harus menghentikan pencarian saya. Saya hanya punya satu malam di Roma maka saya harus melakukan perjalanan lagi besok, dengan demikian saya urungkan niat mencari gereja perlambang Api tersebut.

Namun secara keseluruhan saya sangat puas bisa melihat langsung karya seni dunia ini. Nantikan kisah saya selanjutnya.  Chi non va non vede, chi non vede non sa e chi non sa se lo prende sempre in culo. (If you don’t go you won’t see, if you don’t see you won’t know, if you don’t know you’ll take it in the ass every time)

 

Ferdi Cullen

Advertisements

2 comments on “Rome and Vatican : The City of Angels and Demons Trip”

    1. Hi Mas Teguh, actually bukan Istanbul tapi Constantinopel yang menjadi ibukota Romawi Timur, setelah berhasil ditaklukan oleh Ottoman maka nama kota nya berubah menjadi Istanbul. Untuk touristy nya antara Roma dan Praha, kayaknya hampir sama mas dua duanya padat akan turis. Terima kasih

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s