The Oscar 2018 Movie Review

4 comments

Hola World,

Kemegahan Oscar 2018 pada awal Maret 2018 telah berlalu, namun beberapa film yang sangat memukau telah menjadikan ajang ini berkesan menurut saya pribadi. Adapun dari 9 nominasi film terbaik, sekitar 5 film yang saya saksikan sendiri dan akan saya review di sesi tulisan berikut.

Kesembilan  nominasi Film Terbaik di ajang Oscar dengan nama resmi Academy Award 90th Annual ini adalah sebagai berikut :

  1. The Phantom Thread
  2. The Post
  3. The Shape of Water
  4. Three Billboard Outside Ebbing Missouri
  5. Darkest Hour
  6. Dunkirk
  7. Get Out
  8. Call Me By Your Name
  9. Lady Bird

Namun dari nominasi tersebut saya hanya sempat menonton 5 di antaranya yaitu The Post, The Shape of Water, Three Billboard Outside Ebbing Missouri, Darkest Hour, dan Dunkirk.

The Shape of Water

Film yang luar biasa ini berhasil menjadi pemenang. Yup pidato yang diberikan oleh Guilermo Del Toro sang director begitu berapi api ketika mengetahui film ini didaulat menjadi “The Best Picture” Academy Award 90th 2018.

Menurut saya salah satu keunggulan film ini adalah visualisasinya yang bikin mata gak bosan. Dari sisi awam saya sebagai penikmat film, menurut saya lagi pencitraan air sebagai salah satu elemen penting di film ini sangat memukau. Pantas saja 13 nominasi berhasil mereka terima.

Ceritanya sendiri adalah drama kisah cinta, namun uniknya kisah cinta nya adalah kisah cinta antara dua orang yang secara fisikis adalah tidak normal. Pertama, Sally Hawkins sebagai pemeran utama wanita yang juga dinominasikan sebagai salah satu Best Actrees, memerankan seorang wanita tuna rungu yang bukan siapa siapa jika di dunia realita. Dia hanya lah seorang petugas kebersihan di sebuah lab biologis di Amerika, akan tetapi dia mempunyai hubungan khusus dengan seorang makhluk amfibi.

Hubungan spesial mereka ternyata membawa perubahan yang besar dalam hidup mereka. Betapa luar biasa, sang amfibi memperlakukan sang gadis bagai ratu, dan sebagai wanita yang bukan apa apa di dunia pasti merasa sangat bahagia sekali jika mendapat perlakuan yang sangat istimewa seperti itu. Selain Hawkins ada juga Octavia Spencer dan Richard Jenkins, masing-masing mereka mendapat nominasi sebagai The Best Supporting Actrees dan Actor.

Dunkirk

Film ini memang pantas menjadi The Best Film of The Year versi The New York Times. Film perang paling unik ini sudah pernah saya bahas di Top 10 Movie 2017 saya di link berikut, film ini saya katakan unik karena merupakan interpretasi perang dari perspektif yang sangat dimensional. Ada 3 dimensi yang dibahas, yaitu langit, laut, dan juga darat.

Saya sangat berkesan, sekali melihat nasionalisme orang British yang terpatri dengan sangat luar biasa di film ini. Mulai dari operasi kapal warga sipil yang tergerak untuk menolong pasukan British yang merupakan anak anak saudara mereka di wilayah Dunkirk, sampai kisah emosional prajurit muda yang masih labil.

Awalnya saya sangat menjagokan film ini sebagai The Best Picture namun apa daya, film karya Nolan ini harus puas dengan 8 nominasi dan hanya memenangkan 3 Oscar. Penyuntingan Film Terbaik, Tata Suara Terbaik, dan Penyuntingan Suara Terbaik adalah ketiga kategori yang berhasil dibawa pulang dari jerih payah film ini. Walaupun begitu Christopher Nolan tetap memberikan nuansa sinema yang memukau.

Three Billboard Outside Ebbing Missouri

Tidak bisa saya bayangkan bagaimana perasaan Mildred Hayes, yang diperankan oleh Frances McDormand dalam film ini. Dia berperan sebagai seorang ibu yang anak gadis nya harus mati dengan kondisi sangat mengenaskan dan sekaligus memalukan. Sang ibu yang merasa tidak puas dengan hukum dan kepolisian yang menutup kasus nya karena tidak menemukan siapa pelakunya. Memaksa beliau untuk menyewa tiga papan billboard di pinggiran Missouri untuk mempertanyakan dan menggugah hati sanubari para polisi tersebut.

Sebagai film yang sangat sederhana, film ini kaya sekali akan kualitas akting. Jadi sangat tidak diragukan keberhasilan Frances meraih gelar Best Actrees tahun ini. Selain McDormand, Woody Harelson juga mendapat nominasi aktingnya di film ini. Dan yang mengejutkan adalah Sam Rockwell yang terkenal sebagai Justin Hammer di Iron Man 2, berhasil mendapatkan Oscar sebagai The Best Supporting Actor. Prestasi yang luar biasa untuk film ini karena berhasil mendapat 2 kategori akting.

Darkest Hour

Winston Churchill, seorang Perdana Menteri Inggris yang paling terkenal di dunia. Diperankan sangat apik dan menghayati oleh Gary Oldman. Maka tak ayal, dia berhasil menjadi The Best Actor in Leading Role pada ajang Oscar tahun ini. Film ini ada kaitanya dengan film Dunkirk, jadi walaupun sebenarnya mereka adalah dua film yang berbeda namun akan bisa lebih kita pahami jika kita melihat kedua film ini.

Berat, bukan Rindu itu berat ala Dilan ya, film ini dialognya berat banget dan butuh fokus seksama agar bisa menikmati nya. Tapi terus terang saya suka dengan sebuah film bertema strategi dan biografi ini. Adegan yang paling saya suka adalah ketika Churchill tiba tiba mendatangi warga di Tube (kereta bawah tanah London), kemudian berbincang dengan mereka, untuk mengetahui apa aspirasi mereka. Kalau di Indonesia pasti udah dibilang blusukan ala ala Pak Jokowi, but trust it jenis kepemimpinan seperti ini adalah satu yang terbaik.

Terakhir film ini juga menghadirkan sisi lain dari Churchill sebagai pemimpin dengan sebuah tugas yang tidak mudah di kala Perang Dunia Kedua dengan Jerman. Yang penting saya pelajari adalah jangan mudah menyerah dan selalu lah mencari jalan keluar yang terbaik.

The Post

Meryl Streep and Tom Hanks. Ya dua legenda ini berduet dalam film arahan Steven Spielberg yang luar biasa ini. Film yang mengisahkan tentang perjuangan koran Washington Post, dalam dilema tekanan politik atau kebebasan pers. Meryl pun melengkapi nominasi Oscar nya di film ini yang ke 21, wuiss bayangkan saja sudah 21 nominasi Oscar diterima Meryl. Ms Graham seorang editor wanita yang mengambil tindakan yang sangat berani untuk memutuskan bahwa akan tetap menerbitkan berita skandal pemerintahan Amerika Serikat di era 60 an. Akting Meryl tetap fantastis, betapa dia menjadi seorang pemimpin yang memakai hati nurani, saya belajar bahwa menjadi pemimpin tidak harus melulu dengan data dan analisa tapi hati nurani dan perasaan pun tidak kalah penting good jobs Meryl. Selain Meryl, Hanks juga melakukan kerja akting yang baik di film ini, dan saya senang sekali bisa melihat mereka berdua di film ini.

Saya sangat menyukai tipikal film yang detail, dan memang sudah menjadi ciri khas Spielberg yang serba detail dalam menceritakan film nya. Mulai dari pencetakan, penyuntingan, sampai pendistribusian koran dijelaskan step by step di film ini. Jadi orang awam seperti saya jadi paham tentang bagaimana industri surat kabar itu.

Dan selesai sudah gemah ripah Oscar, sampai jumpa tahun depan dan saya yakin Oscar tahun depan akan dipenuhi film terbaik lain nya.

Keep Travelling and Keep Watching

Ferdi Cullen

Advertisements

4 comments on “The Oscar 2018 Movie Review”

  1. Lady Bird dan Call Me by Your Name juga bagus Fer. Aku menikmati banget komedi satirnya Lady Bird.
    Sementara untuk Call Me by Your Name, hmmmm … untuk ceritanya sih harus lebih open minded ya pas nontonnya. Karena memang temanya agak kurang ‘biasa’ untuk ukuran Indonesia. Tapi gara-gara film ini aku kepikiran soal jalan-jalan ke pedesaan Itali di musim panas. Kayanya seru juga, sehari-hari cuma santai, baca buku, naik sepeda, atau mandi di mata air dan sungai 🙂
    Btw,
    makasih ulasan singkatnya Fer. Karena beberapa film yang dirimu bahas di atas, belum pernah aku tonton. O iya, aku sih penasaran sama Get Out, soalnya kesannya kaya film horror/thriller gitu, dan agak jarang-jarang khan genre macam itu masuk ke nominasi film terbaik.
    Eh tapi kalau film macam Pan’s Labyrinth dan The Shape of Water masuknya ke fantasi sih ya?

    Like

    1. Iya mas Bart, untuk keempat film lainnya aku memang belum sempat nonton dan selalu gitu setiap ajang Osca aku selalu hanya menonton 5 atau 6 paling banyak. Semoga ulasan singkatnya bermanfaat ya mas, btw aku juga penasaran sih dengan film Lady Bird nya Saoirse Ronan apalgi dengan Timothee Chalamet mereka artis muda yang sangat berbakat sekali yang pantas masuk ke jajaran nominasi Oscar.
      Untuk Shape of Water aku juga bingung genrenya, apa kalau dibilang fantasy ya benar juga sih karena memang fiksi banget kan, tapi aku rasa lebih banya drama nya apalagi kisah cintanya itu, jika mas Bart sempat tonton di bioskop saja, karena lagi tayang nih di bioskop namun tetap film seperti ini peminatnya sangat sedikit sekali
      Terima kasih ya mas

      Liked by 1 person

      1. Kalau aku bisanya nunggu rejeki, pas mendarat adanya film apa. Soalnya kadang yang aku tunggu-tunggu, tayangnya malah pas aku melaut. Giliran aku mendarat lagi, sudah turun dari bioskop hehehehe.

        Like

  2. Wоrkig as a contract рaralegal has factors in its favor, and components which might be detrimental to
    some people. If а way of journey and pleasure in your work life iss what
    would ѕսit you the best, freelancing may very well bbe a great possіbіlity
    ffor you!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s