Krakow : Kisah Sang Naga dari Wawel

3 comments

Krakow, July 2017

Dzien Dobry

Krakow adalah salah satu kota yang sangat mendeskripsikan secara holistik tentang Polandia. Jadi jika anda berkesempatan untuk ke Polandia saya sangat merekomendasikan kota yang sangat bersejarah ini. Kota ini merupakan perpaduan antara keindahan budaya, arsitektur Eropa Timur, dan kisah dongeng yang menarik.

Hari minggu pagi keesokan harinya, sangat cerah saya melanjutkan petualangan saya untuk mengelilingi kota Krakow. Salah satu hal yang membuat saya tertarik dari Krakow adalah kisah legenda Naga alias Dragon di Wawel Hill. Oleh sebab itu, saya pun bergegas berangkat menuju ke Wawel Hill. Dengan hanya berjalan kaki kurang lebih 800 M dari tempat saya menginap, saya sudah sampai di persimpangan Wawel Hill. Sepanjang perjalanan, terlihat ada beberapa misionaris Katolik dan biarawati sedang halu lalang di bukit ini, karena mereka sedang mempersiapkan misa minggu pagi, secara umum suasana pagi ini sangat tenang dan damai sekali.

Suasana Minggu Pagi di Krakow, otw ke Wawel Hill

Wawel Hill ini seperti layaknya kompleks istana Eropa, dibalut dengan tembok tinggi nan kokoh dan berada di atas bukit. Gerbang Wawel Hill pun dibuka tepat pukul 09.30 pagi, saya sempat menunggu cukup lama karena ternyata jika hari Minggu maka gerbang baru dibuka pukul 09.30 tdak seperti biasanya pukul 08.00 AM. Trip di sekitaran Wawel Hill adalah gratis alias free, namun ada 6 atraksi yang bisa dilihat di Wawel Hill dan masing-masing mempunyai harga tiket sendiri.

Peta Wawel Hill, Krakow

 

 

 

 

 

 

Herbowa Gate, dari gate ini saya memasuki Wawel Castle

Jadi ketika anda berkunjung ke mari silahkan datang dari Selatan, Herbowa Gate, maka disitu ada Wawel Information Center sekaligus tempat penjualan tiket masing-masing atraksi. Keenam atraksi tersebut adalah ; Wawel Royal Castle- Wawel Royal Chambers/State Room harga tiket 18 Zloty, Wawel Cathedral harga tiket 12 Zloty, Wawel Crown Treasury and Armory harga tiket 18 Zloty, The Lost Wawel harga tiket 8 Zloty, Wawel Cathedral Museum harga tiket 10 Zloty, dan Dragons Den harga tiket 3 Zloty.

Pada saat saya memasuki gerbang saya merasa melihat sebuah negeri dongeng, bagus sekali arsitekturnya, mereka menyebut ini sebagai salah satu arsitektur medieval yang paling unik di Eropa. Namun sayang nya kompleks ini tidak begitu luas jadi jika dibandingkan dengan Salzburg Fortress atau Istana Alhambra, komplek Wawel Castle relatif lebih kecil. Anda hanya cukup menghabiskan waktu 1 jam saja jika hanya ingin mengelilingi kompleks. Tapi jika anda ingin menghabiskan waktu di museum dan katedral artinya anda bisa menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam.

Wawel Cathedral

Wawel Cathderal merupakan salah satu gereja katedral yang sangat unik. Dimana jika kita tahu gereja itu berbentuk kubah dome layaknya di Eropa Barat, namun di Polandia khususnya Krakow gereja memiliki bentuk atap kerucut dan uniknya satu kubah dengan kubah lainnya mempunyai pola yang berbeda dan warna yang berbeda juga.Unik sekali saya lihat keindahan dari Gereja Wawel ini membuat saya sangat bersemangat untuk mengabadikan foto saya bersama gereja tersebut.

Katedral yang merupakan gereja Roman Katolik ini berdiri pada abad ke-11 namun banyak mengalami pasang surut, dimana bangunan yang ada saat ini merupakan bangunan di abad ke-14. Hal ini terjadi karena bangunan ini sempat hancur akibat kebakaran besar yang terjadi pada abad ke 12. Kurang lebih selama dua abad gereja berusaha dibangun kembali dan hasilnya adalah seluar biasa seperti yang bisa kita lihat saat ini.

Menara Wawel Cathedral
Variasi kubah dari yang kecil hingga besar dari Wawel Cathedral
Wawel Cathedral yang banyak menghadapi banyak renovasi dan rekonstruksi dari abad ke -11 sampai sekarang

Dragon Den

Dari keenam atraksi yang bisa kita nikmati di Wawel Hill, saya memilih atraksi Dragon Dens yang harga tiket  termasuk The Cheapest yaitu 3 Zloty. Saya memang tidak berkesempatan melihat istana karena harga tiketnya yang lumayan mahal. Di atraksi ini, kita akan melihat sebuah gua yang konon menurut legenda adalah bekas sarang sang Naga.

Sedikit saya ceritakan kisah Sang Naga Wawel di bagian berikut. Dikisahkan pada tahun 600 M, sang Raja Krak (yang menjadi asal nama Krakow) merasa gundah gulana karena istananya yang indah di Bukit Wawel, ternyata harus dijajah oleh seekor Naga yang sangat besar dan mempunyai kemampuan mengeluarkan napas api. Sang Naga sendiri datang ke Bukit Wawel, dengan alasan sederhana “makan”, sang naga sangat tertarik dengan hewan ternak yang kerbetulan dikembangbiakkan oleh warga sekitar di dekat Sungai Vistula yang indah.

Keindahan Sungai Vistula dari atas Wawel Hill

Sang Naga dikabarkan membuat gua tepat di bawah tembok Wawel Castle, dan bersarang di situ kurang lebih 20 tahun. Makanan favorit sang naga adalah gadis gadis muda, karena sang Naga dikabarkan sangat tertarik memakan gadis muda yang masih perawan. Betapa menderitanya warga Slavic (suku asli Polandia) kala itu melihat mereka tidak berdaya anak gadis mereka diculik dan ternak mereka dimakan. Akhirnya sang Raja memerintahkan semua ksatria Slavic terhebat untuk melawan sang Naga. Namun apa daya, sang naga sangat kuat sehingga para ksatria pun mati satu persatu melawan sang Naga.

Sang Raja pun menyelenggarakan sayembara, barang siapa yang bisa mengalahkan sang naga maka akan dinikahkan dengan sang putri raja. Mendengar hal tersebut, seorang cobbler yang sedang jatuh cinta dengan sang Putri pun menunujukkan keberanian nya, dia datang menemui sang Raja Krak, cemoohan demi cemoohan diberikan oleh warga bayangkan seorang cobbler dan bukan ksatria mau mencoba melawan sang Naga. Namun Raja Krak yang baik hati menerima si Cobbler yang bernama Szewczyk Scuba, si kecil Scuba ingin mencoba meracuni sang naga dengan mengunakan sulfur. Mendengar ide tersebut, sang Raja memerintahkan seluruh pengawal untuk mengumpulkan seluruh sulfur yang ada di dekat Sungai Vistula. Setelah sulfur terkumpul, Scuba memasukan sulfur tersebut ke dalam woll dan linen sehingga menjadi seperti replika domba. Yup jadi ide si Scuba adalah memancing sang Naga keluar dengan persembahan domba yang sudah dicampur dengan Sulfur tersebut.

Di bawah Wawel Hill tepat menghadap Sungai Vistula terdapat sebuah replika Naga yang setiap 5 menit mengeluarkan api

Seorang diri Scuba membawa domba replika itu ke Dragon Lair. Sang Naga yang seperti biasa harus makan ketika matahari terbenam pun mencium bau domba, dengan semangat sang naga memakan domba itu dan yeah sang naga pun keracunan dan takluk. Dikabarkan dia mati di dekat Sungai Vistula, setelah mendengar kematian sang Naga, Raja Krak pun sangat berbahagia dan akhirnya Scuba dan sang putri menikah dan warga Krakow hidup sejahtera sampai sekarang.

Maskot Kota Krakow, Sang Naga Wawel

Cerita yang sangat menarik bukan, setelah kita memasuki Dragons Den tidak banyak yang bisa kita lihat di sini, karena ya ini hanya gua. Akan tetapi untuk mempermudah kita turun ke bawah ada baiknya kita menggunakan Dragons Den. Setelah mengelilingi gua kurang lebih 15 menit kita langsung menemukan jalan keluar dan ada patung naga. Nah patung naga sederhana yang setiap 5 menit ini menyemburkan api menjadi mascot kota Krakow. Karena kagum dengan legenda sang Naga saya pun berpose dengan sang Naga. Pengalaman bertemu sang Naga ini merupakan pengalaman dongeng yang keren banget serta tidak terlupakan seumur hidup saya.

Jalan masuk ke Dragon’s Den merupakan sebuah terowongan dengan tangga labirin
Suasana di dalam Dragon’s Den

Dengan begitu, waktu saya di Wawel sangat terbatas, siang hari saya harus melanjutkan perjalanan saya ke Warsaw, saya sudah memesan tiket sebelumnya, sehingga saya tidak bisa mengeksplore berbagai museum yang menarik di Wawel Hill ini. Kesimpulan nya adalah jika anda datang ke Krakow jangan lewatkan ya Wawel Hill dan nikmati menariknya kisah sang Naga dari Wawel tersebut.

Dziekuje

Ferdi Cullen

Advertisements

3 comments on “Krakow : Kisah Sang Naga dari Wawel”

    1. Terima kasih sebelumnya sudah berkomentar di blog saya, salam kenal ya nama saya Ferdi.
      Naga memang adalah makhluk mitos yang secara akal sehat memang tidak bisa diterima. Mengenai benar atau tidak nya, terus terang saya juga tidak tahu. Akan tetapi, naga tetap menjadi favorit dari berbagai kebudayaan maupun bangsa dalam membuat sebuah mitologi. Seperti yang anda ceritakan bahwa bukan hanya di satu kebudayaan ada nya naga itu, tapi di banyak kebudayaan misalnya China dan Eropa. Namun dalam setiap perjalanan sikap kita menghadapi cerita rakyat atau mitologi seperti in menurut saya jangan dari sisi ilmiah pasti tidak akan enak saya rasa perjalanan kita, jadi kesimpulan nya adalah mari kita nikmati mitos dan dongeng tersebut agar perjalanan kita menjadi sebuah perjalanan yang menarik dan membekas di hati sanubari kita.
      Demikian terima kasih

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s