Museum MACAN : Museum Kontemporer Bertaraf Internasional Pertama di Indonesia

No comments

Jakarta, Desember 2017

The language I speak is not the pompous language of austere science but the simple childhish speech of art-Raden Saleh

Quotes di atas adalah sebuah quotes mahasakti dari sang pelukis Jawa yang membahana di Eropa yaitu Raden Saleh, Raden Saleh (1811-1880) adalah orang Asia pertama yang berasal dari Indonesia yang menikmati pendidikan melukis secara akademik di Eropa. Sosok eksotis berkulit sawo matang ala Indonesia namun berkarya seni ini mengejutkan Eropa di pertengahan abad ke-19. Ia juga turut melahirkan aliran lukis yang disebut dengan aliran lukis orientalis di Jerman. Sementara karya-karya nya terimpan rapih sebagai koleksi pribadi dan museum-museum seni. Salah satu lukisan Raden Saleh bahkan menjadi koleksi dari Ratu Elizabeth II dari Inggris.

Self Portrait Raden Saleh

Pada saat ini di Jakarta kita bisa melihat Self Portrait Raden Saleh dan juga beberapa koleksinya di salah satu museum seni yang belum lama ini dibuka, dan diklaim sebagai museum pertama dengan manajemen secara internasional. Museum yang saya ceritakan dan saya kunjungi di awal Desember lalu adalah Museum Art and Contemporary Art Nusantara (MACAN). Museum yang saya kunjungi di akhir tahun 2017 ini memang beda sekali dibandingkan semua museum yang ada di Jakarta yang sudah saya kunjungi. Museum ini memang kotemporer sekali, dekorasi dan penataan nya memang serasa berada di museum yang ada di luar negeri.

Suasana di aula sebelum masuk ke museum

Jadi museum apa ini sebenarnya?, Museum MACAN adalah museum yang diprakarsai oleh Haryanto Adikoesomo yang baru-baru ini diberikan gelar sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia 2017 versi Majalah Forbes. Pengusaha sekaligus kolektor seni ini sudah bercita-cita ingin mendirikan sebuah ruang seni permanen di Jakarta, dan akhirnya impian nya terwujud dengan dibuka nya museum ini pada bulan November 2017. Koleksi seni nya sudah mulai dikumpulkan oleh beliau sejak 25 tahun lalu, terdapat kurang lebih 800 karya seni baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satu lukisan pelukis nasional adalah Raden Saleh, Andy Worhol, Affandy, dan juga Gerhard Ritcher, Mark Rothko, dan lainya.

Suasana ruang pargelaran museum
Suasana Ruang Pargelaran Museum

Museum yang alamat lengkapnya adalah AKR Tower lantai 5 Jl. Panjang Jakarta Barat, akses angkutan umum untuk ke museum ini bisa berhenti di stasiun busway halte Kebon Jeruk tinggal cari AKR Tower. Tiket masuk ke museum ini cukup terjangkau yaitu 50 ribu rupiah, 40 ribu untuk pelajar dan 30 ribu untuk anak-anak. Awalnya saya merasa terperangah lihat aula besar nya yang ditata dengan sangat baik, ada beberapa karya seni di depan nya kemudian ada sebuah cafe, dan yang paling terpenting ada tempat penitipan barang. Pada saat saya membeli tiket di loket saya diinformasikan bahwa ada beberapa peraturan yang berlaku di museum. Saya menyimak dan mendengarkan peraturan itu dengan seksama, peraturan nya standar internasional seperti tidak boleh menggunakan tongis, tripod, jika memotret tidak mengunakan flash, sampai yang paling simpel yaitu tidak boleh berisik atau membuat keributan, yang terakhir ini sangat penting loh karena dalam memahami karya seni kadang seseorang harus dalam keadaan tenang untuk menikmati karya seni itu.

Beberapa patung karya seni seniman lokal dengan berbagai tema juga ada di sini
Andy Warhol dalam aksi protes atas komunisme di China

Pertama, ada sebuah ruang kecil yang berisi film singkat tentang asal muasal berdiri nya museum ini, di ujung kanan ada sebuah atraksi bernama Mirorred Room yang kebetulan saya tidak datangi, menurut salah satu guide di sini atraksi tersebut adalah berada dalam sebuah ruangan dan ada cahaya yang sangat memikat. Adapun atraksi ini dibuat oleh seorang seniman Jepang bernama Yayoi Kusama.

Berikutnya adalah bagian per bagian dari museum ini. Museum ini terbagi atas empat bagian, pertama adalah “Land, Home, People” sebuah bagian yang memamerkan koleksi yang berkaitan dengan alam indonesia dan aktivitas masyarakat. Di bagian ini saya terpukau dengan Self Portrait Raden Saleh, seperti yang saya ceritakan di awal paragraph Raden Saleh seorang pelukis dari Jawa yang akhirnya menjadi masterpiece di Eropa. Kedua adalah bagian Revolusi Nasional Indonesia, lukisan yang amat sangat menonjol adalah “Bung Karno Di Tengah Revolusi” karya Dullah (1966), digambarkan dalam lukisan ini adalah Bung Karno sedang berorasi di tengah ribuan orang berkumpul. Ketiga adalah karya seniman di era 1960-an sampai dengan 1970an yang menonjolkan nilai simbol dan bentuk abstrak. Keempat adalah Global Soup yang merupakan era keterbukaan dengan berbagai karya seni dari menggambarkan aspirasi masyarakat seperti kata-kata quotes, opini, dan aksi protes. Berikut beberapa dokumentasinya.

Bung Karno Di Tengah Revolusi karya Dullah keren sekalii
Bagian Land, Home , People
Strugles around form and content

Secara keseluruhan saya suka museum ini tapi jika dihitung sepertinya belum semua koleksi Adikoesomo yang ditampilkan mungkin bertahap ya, suasana yang nyaman bersih tenang dan sejuk memang bikin betah di museum ini. Waktu yang bisa anda gunakan untuk mengelilingi museum ini tidak begitu lama saya rasa, cukup 1 jam saya rasa anda sudah puas berkeliling. Oh iya di sepanjang museum banyak terdapat guide yang berkeliling yang bisa kita tanyai perihal karya seni yang mungkin kita belum ketahui, tapi mereka tidak mau ya kalau diajak selfie apalagi diminta tolong fotoin kita, menurut saya sikap mereka ini sangat professional ala museum internasional good job. Ditambah tingkah polah generasi jaman now yang banyak berkunjung ke museum ini hanya untuk foto foto, iya museum ini daya tariknya adalah museum yang instragamable. Semoga nanti ke depan nya makin banyak museum seperti ini ke depan nya. Kebetulan lagi musim liburan ini, sepertinya museum ini cocok untuk menjadi alternatif tempat liburan.

Ferdi Cullen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s