Salzburg : Medieval Town in Central Europe

Hola World!!!

Sebagai pembuka saya sebelumnya ingin mohon maaf dulu karena sudah satu bulan tidak memberikan artikel baru di blog ini, dikarenakan adanya suatu urusan yang sangat penting yang lumayan menghabiskan waktu dan tenaga demi masa depan, padahal banyak sekali cerita yang ingin saya torehkan ke dalam blog ini. Alhasil, alhamdulillah di awal desember ini saya mempunyai waktu senggang untuk menulis salah satu cerita saya ini dan saya pastikan akan banyak cerita lagi. Demikian notes pembuka dari saya dan terima kasih buat para followers yang sudah tetap setia mengikuti blog sederhana saya ini.

Cerita kali ini saya akan berbagi kesan tentang perjalanan saya yang sudah berlalu kira-kira 5 bulan lalu, yaitu perjalanan saya di satu-satunya kota di Eropa Tengah yang entah mengapa saya merasakan setiap langkah saya di kota yang suasananya medieval sekali. Zaman Medieval adalah sebuah zaman di era abad 11 sampai dengan 12 yang dikenal juga dengan abad kegelapan di Eropa, disebut kegelapan sebab di abad ini Eropa tengah mengalami situasi dimana para pemuka agama sangat berkuasa dan kebebasan untuk berpengetahuan sangat terbatas. Salzburg, sebagai kota yang dikuasai oleh para pemuka agama, merupakan basis kekuasaan para Archbishop setelah Vatican dan bahkan dulu kota ini disebut Kota suci Katolik kedua setelah Vatican.

Mendengar kata Salzburg sudah barang tentu yang menjadi icon dari kota ini adalah Musik. Mengapa Musik?, Pertama, kota ini adalah kota kelahiran sang maestro musik klasik dunia yaitu Mozart. Kedua, kota ini juga menjadi tempat dibuat nya salah satu film yang menjadi legenda di era tahun 60-an yaitu “Sound of Music” dimana film tersebut juga film yang bertema “Musik”. Jadi boleh jikalau saya simpulkan kota ini dengan “musik” di samping suasana Medieval nya yang sangat kental di kota ini.

Petualangan saya di kota ini terbilang sangat cepat dengan hanya 2 hari 2 malam saya habiskan waktu saya di kota ini. Bermula dari tibanya saya di kota Munich-Jerman, saya berniat untuk mengunjungi Austria, namun karena saya ada penerbangan ke Praha pada hari berikutnya yang tidak memungkinkan saya untuk ke Vienna, akhirnya saya memutuskan ke Salzburg, Dengan go show saya membeli tiket kereta api menuju ke Salzburg. Yess alhamdulillah saya dapat tiket dengan harga promo yaitu pulang pergi dengan harga 30 Euro menggunakan kereta nasional Jerman DBahn, saya membeli langsung di mesin self service tiket yang ada di bandara Munich, beruntungnya karena saya sebenarnya go show serta belum mempersiapkan itinerary dan lainya untuk ke kota ini. Akhirnya saya lanjutkan perjalanan saya ke Salzburg.

IMG_20170702_192535

Menunggu kereta ke Salzburg tepat pukul 19.30 PM waktu Muenchen

Tiba di Salzburg tepat pukul 9 malam di stasiun central Salzburg dengan lama perjalanan satu setengah jam, saya langsung bergegas menuju ke hotel sekitaran stasiun dan ternyata mahal mahal sekali ya di kota ini. Karena waktu sudah malam dan saya memang unplanned saya terima saja salah satu penginapan dengan harga yang lumayan tinggi untuk dua malam yaitu 90 Euro. Anyway, di Salzburg ini jarang loh ada hostel, jadi kita harus siap dengan penginapan ala hotel. Saya sangat merekomendasikan Hotel Hohenstauffen ini karena pemiliknya ramah banget, walaupun saya orang Indonesia apalagi backpacker dia tidak pandang bulu dan menjawab segala pertanyaan saya dengan sangat baik, memang harganya relatif mahal namun lokasinya juga sangat dekat dengan pusat kota. Menurut info si bapak resepsionis saya adalah orang Indonesia pertama yang ke hotel ini, semoga semakin banyak orang yang datang ke hotel si bapak terutama dari Indonesia.

IMG_2236

Hotel Hohenstauffen saya sangat merekomendasikan hotel ini jika anda datang ke Salzburg

Esok paginya saya pun membeli tiket Salzburg Card cukup di lobi hotel karena semua hotel menjualnya, yaitu sejenis kartu yang sudah mencakupi mulai dari biaya transportasi selama berada di Salzburg dan juga biaya masuk ke museum. Walaupun sebenarnya, jika anda hanya ingin berkeliling kota Salzburg saja, dengan jalan kaki dan menggunakan peta, saya rasa anda tidak memerlukan kartu ini. Namun pilihan silahkan kepada anda, pertimbangan saya membeli kartu ini adalah karena saya memang ingin berkunjung ke beberapa museum yang mana jika tidak menggunakan kartu ini maka saya hitung tiket masuk nya malah jadi lebih mahal sehingga saya putuskan untuk membeli satu yang 24 jam dengan harga 24 Euro. Kartu Salzburg Card ini ada 3 pilihan dari yang 24 jam, 48 jam, dan 72 jam.

Pagi yang indah ketika itu dimulai dengan agak mendung dan muncul gerimis, namun tidak mematahkan semangat saya untuk mengelilingi kota, untungnya ketika saya keluar dari hotel gerimis pun perlahan dan pasti berhenti. Saya berjumpa dengan Mirabel Garten salah satu tempat wisata utama di kota ini, saya terbelalak ketika melihat keindahan Benteng Tua Salzburg yaitu Hohensalzburg dan memutuskan untuk selama 15 menit memperhatikan keindahan nya dari depan gerbang taman ini, anda bisa naik sedikit ke sebuah monumen di depan gerbang dan duduk sembari menikmati keindahan bangunan ini.

IMG_20170703_090534

Awan Mendung di Mirabel Garten jadi membuat suasana sakral dimana kita bisa melihat benteng Salzburg dari kejauhan

Setelah puas melihat sebentar Mirabel Garten saya berlanjut ke tujuan saya yaitu Museum Mozart Wonhaus. Seperti yang sudah saya informasikan di awal bahwa kota ini merupakan kota kelahiran Mozart The Maestro, ada dua museum yang berhubungan dengan Mozart di kota ini yaitu Mozart Wohnhaus yang merupakan tempat dimana Mozart tinggal dan bekerja menciptakan karyanya dan satu lagi yaitu Mozart Geburthaus yang merupakan tempat tinggal keluarga Mozart dan sekaligus tempat dia dilahirkan.

Sepanjang perjalanan saya ke Mozart Wonhaus saya ditemani dengan gereja dan bangunan neo classical yang sangat menarik, setiap taman dan tempat umum di kota ini selalu kita mendengar adanya musik klasik, maka itu saya katakan setiap langkah adalah musik di kota ini. Setibanya di rumah kerja Mozart dengan sigap saya mendaftar dengan menggunakan Salzburg Card yang saya miliki dan saya bisa free masuk ke dalam. Sayangnya, adalah di dalam kita tidak boleh memfoto sedikit pun barang barang yang ada di dalam baik menggunakan kamera atau handphone, oke baiklah sebagai traveller yang berdedikasi saya pun mematuhi peraturan ini dan mempelajari satu demi satu penjelasan dengan baik.

Selesai dari rumah Mozart ini saya tetap merasa puas, saya mendapat banyak pengetahuan sosok Mozart dan juga karya karya beliau, di akhir museum yaitu tepatnya di toko souvenir kebetulan ada bagi bagi CD Mozart gratis dalam rangka pembukaan musim panas kata si penjaga toko souvenir wah saya merasa sangat beruntung. Namun selain CD yang gratis tadi ada juga souvenir ala Mozart yang dijual di sini, harga souvenir di toko ini lumayan mahal jadi get ready untuk ekstra budget jika anda ingin berbelanja di toko ini.

Salzach River

Selepas dari rumah kediaman Mozart saya pun mengitari Sungai Salzach, sungai ini sangat indah dan lagi saya mendengarkan musik klasik yang mengiringi saya ketika melewati sungai ini, hmm perasaan tentram dan sejuk pun saya rasakan ketika melewati nya. Sepanjang sungai saling bersebelahan bangunan-bangunan gothic yang sangat indah. Gara-gara sejuk dan indah ini saya jadi ingin tinggal di kota ini, saya tersihir oleh tenang dan mahligai nya kota Salzburg.

IMG_1972IMG_1973IMG_1978

IMG_2043

Medieval Street

Ada banyak sekali medieval street yang terdapat di Salzburg. Ada 3 jalan yang saya datangi. Pertama, adalah Getreidegasse yaitu salah satu jalan yang paling terkenal dan menjadi spot turis utama. Yang paling menarik dari jalan ini adalah Belanja. Dahulu pada zaman medieval, banyak penduduk yang tidak bisa membaca sehingga dalam melakukan transaksi berdagang para pedagang menandai toko mereka dengan simbol-simbol barang yang akan dia jual. Simbol tersebut masih tetap dilestarikan sampai sekarang dan menjadikan jalan ini menjadi salah satu jalan paling unik di dunia luar biasa. Selain simbol toko-toko ada juga beberapa gang dan lorong yang dimanfaatkan warga sekitar untuk menjadi etalase barang mereka jadi di sinilah mula nya ada istilah Window Shopping alias lihat lihat barang sambil jalan jalan (jalan kaki maksudnya).

IMG_1966

Getreidegasse yang ramai sekali pengunjung

IMG_2185

Simbol simbol papan toko menghiasi jalan ini

IMG_2186

Toko ini pasti jual sepatu

IMG_2188

Toko ini pasti jual payung

Selain terkenal dengan jalan perbelanjaan nya, Getreidegasse juga terkenal dengan rumah kelahiran dari Mozart, berbeda dengan rumah kerjanya yang sebelumnya saya datangi, rumah bercat kuning bertingkat 6 ini sangat terkenal di kalangan turis karena rumah ini tempat dilahirkan Mozart dan merupakan rumah keluarga Mozart. Silih berganti para turis melakukan selfie di rumah kuning mentereng yang sangat indah ini.

IMG_1965

IMG_2180

Rumah Kelahiran Mozart

IMG_2181

Bahkan lorong atau gang pun dibuat etalase seperti ini kreatif saya rasa

IMG_2182

Ini lah asal mula kata Window Shopping ya memang lihat di jendela kan

Kedua, Linzer Gasse and Platzl, jalan ini merupakan jalan kedua yang terkenal di Salzburg, sama hal nya dengan Getreidegasse jalan ini dipenuhi dengan toko toko era medieval, oh iya sekedar informasi di Salzburg tidak ada mall loh jadi jika anda ingin berbelanja silahkan berbelanja di toko-toko medieval ini. Kesan pertama saya ketika berada di jalan ini adalah banyak ornamen yang hampir mirip dengan Praha, seperti ada nya patung-patung makhluk legenda, dan orang-orang suci. Kemudian toko-toko souvenir yang ada di jalan ini harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan di Getreidegasse jadi jika anda hobi belanja saya sarankan and berkunjung ke jalan ini, tapi jika ingin yang lebih branded sebaiknya anda ke Getreidegasse.

IMG_1956

IMG_1945

IMG_1948

Linzergasse jauh lebih tenang

IMG_1953IMG_1954

IMG_20170703_111635

Alchemist Statue di Linzergasse

IMG_20170703_112117

Terakhir, adalah Steingasse sebuah jalan yang dinyatakan jalan tertua di Salzburg yang konon juga adalah jalan tertua di Eropa, jika jalan lain nya ada pada masa medieval abad 11 dan 12, Steingasse sudah ada sejak abad ke 10. Jalan ini merupakan jalur perdagangan karena berdekatan dengan gunung Alpen, dikabarkan melalui jalan ini lah awalnya para pedagang menemukan kota Salzburg, memang secara struktur bangunan yang ada di jalan ini terdiri dari batu-batu sederhana sangat simpel layaknya perkembangan teknologi konstruksi di era itu yang juga masih belum memadai. Jalan nya yang berlikuk mendaki memang agak berat untuk dijalani. Saya sangat suka dengan jalan yang terakhir ini karena sepiiiii…… yup jalan yang ini merupakan jalan yang tidak tourisity dibandingkan dengan dua jalan sebelumnya. Tidak ada toko-toko melainkan hanya rumah-rumah penduduk biasa, saya dengan leluasa berjalan tanpa harus dilalui oleh orang-orang. Ada pemandangan Benteng Salzburg di sini, sangat indah sekali, selain itu ada sebuah cerita tentang penyerangan Nazi Jerman di masa PDII yang ingin menembus jalan ini dengan mengunakan tank agar dapat menuju ke Italia, namun karena tank nya kebesaran tidak sesuai dengan badan jalan mereka tidak berhasil masuk dan merusak jalan ini, lobang di dinding yang disebabkan oleh tank tersebut tetap dibiarkan untuk mengenang kisah tersebut.

IMG_1902

Lubang di sebelah kanan adalah cerita tank Nazi yang tidak berhasil masuk ke jalan sempit ini

IMG_1919

Pemandangan indah Benteng Salzburg dari Steingasse

Medieval Squares

Tidak lengkap kota kota di Eropa tanpa Squares atau aula atau alun alun. Sama hal nya seperti Medieval Street, Medieval Squares juga sangat banyak di Salzburg namun yang paling terkenal ada dua . Pertama, Mozartplatz, aula dimana di tengah nya terdapat Mozart Monument yang dibangun di tahun 1842 untuk mengenang sang maestro.

IMG_2046

Monumen Mozart Sang Maestro

IMG_2049

Kedua, tidak jauh dari Mozartplatz adalah Residentzplatz dimana terdapat Residence Fountain yang merupakan air mancur yang paling indah di Salzburg. Dengan bentuk empat kuda mendengus tampak keluar dari batu yang menyembur. diikuti raksasa yang berakar di batu membawa baskom , di mana tiga ekor lumba-lumba menyeimbangkan baskom dengan gigi mereka. Lembah bagian atas memegang Triton, sebuah jet berisi air yang menembaki udara dari sangkakala kerangnya. Luar biasa indah fountain yang daya tarik nya telah menjadi saksi film Sound of The Music yang disyuting di fountain ini.

IMG_2056

Residence Fountain di sinilah disyuting salah satu adegan film Sound of Music

IMG_2059

Suasana Ramai di Residentzplatz

IMG_2070

Pintu Masuk Salzburg Cathedral

IMG_2073

Halu lalang orang-orang bersantai di musim panas ini mencari matahari membuat saya termangu dengan keindahan kota ini. Suasana siang semakin ramai, saya pun bergegas ingin mengunjungi bagaimana melihat kota ini dari atas saya berencana ke Benteng Salzburg. Nantikan kisah saya selanjutnya di kota Salzburg.

IMG_2195

“Be Silent, if you choose; but when its necessary, speak and speak in such a way that people will remeber it”- Mozart

Ferdi Cullen

One comment

  1. […] memikat dan tak terlupakan yang bisa Anda nikmati. Jika melihat dari tulisan saya sebelumnya yaitu di sini. Salzburg memiliki jalan jalan kota yang sangat unik begitu kuno, indah, dan […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: