Serunya Melihat Kota Baru dan Kota Tua Warsaw

Warsaw 9-10 Juli 2017

Dzien Dobry (Selamat Pagi, Siang atau Sore)

Apa yang terbesit di pikiran anda jika mendengar kata Polandia. Bagi saya murah, dan negeri dengan sejarah yang luar biasa. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendukung saya untuk mengunjungi negara ini. Berdasarkan informasi dari priceoftravel Polandia adalah negara dengan biaya hidup termurah dan masuk ke dalam list 10 besar dengan Backpacker Index terkecil, berada di posisi ke tiga setelah Ukraina. Biaya hidup yang sangat terjangkau buat kita atau maaf maksud nya adalah saya sebagai turis kere, hal ini menjadikan magnet yang sangat kuat ditambah dengan saya sebagai pencinta arsitektur dimana negeri ini banyak arsitektur yang menarik yang tidak kalah dengan saudaranya di Eropa Barat menjadikan saya memantapkan diri untuk berkunjung ke negara ini. Nah pada bulan Juli lalu saya berhasil mendatangi kota yang punya sejarah khusus di hati rakyat Polandia yaitu Warsawa.

Tiba pertama kali di Warsaw dari Krakow dengan menggunakan kereta api dengan jarak tempuh 3 jam. Keluar dari Warsaw Centralna, stasiun sentral di Warsaw, saya langsung takjub dihadapkan kepada bangunan besar yang sangat indah sebagai icon kota ini yaitu The Palace of Cultural and Science. Bangunan ini merupakan hadiah dari Stalin sang penguasa Rusia kepada Poland sebagai sekutu komunis terkuat nya di tahun 1955. Awalnya nama Gedung ini adalah Stalin Tower tapi karena komunis sudah berakhir dan mengingatkan masa kelam maka nama gedung ini dirubah menjadi Palace of Cultural and Science, saat ini tempat ini menjadi gedung multifungsi ada perpustakaan, tourist information center, dan aula serbaguna untuk konser dan acara kenegaraan lainya.

The Palace of Cultural and Science, hadiah Stalin untuk Polandia

Atraksi utama di kota Warsaw adalah Old Town Warsaw atau yang lebih dikenal dengan warszawa stare miasto. Kota tua ini mempunyai sebuah kisah sendiri, kawasan yang terletak di samping Sungai Vistula ini dibangun pada abad ke 13 dan merupakan tempat berkumpul warga kota dalam melakukan aktivitas bisnis. Namun yang menarik adalah kawasan kota tua ini dibombardir oleh tentara Jerman pada masa Invasi Polandia sekitar tahun 1939 dimana target Jerman adalah tempat yang banyak keramaian (sedih sekali ya). Kota tua ini hancur lebur dan hampir rata dengan tanah, setelah berakhirnya perang dunia kedua ada sebuah masa transisi di polandia yang disebut dengan Warsaw Uprising, di era ini Warsaw berusaha membangun kembali kotanya dan yang dapat kita lihat sekarang ini merupakan replika dari bangunan asli dari yang sudah rata dengan tanah tersebut. Akan tetapi menurut saya walaupun ini replika tapi masih bagus banget dan tidak terlihat sedikit pun bahwa ini replika loh saya benar-benar seperti berada di abad ke-13 good job banget ya hasil karya penduduk Warsaw ini. Old Town Warsaw juga masuk ke dalam UNESCO World Heritage di tahun 1980.

Plakat UNESCO World Heritage di Kota Tua Warsaw

Castle Square

Old town Warsaw memang sangat luas, saya memulai penjelajahan saya dari Castle Square yang tepat berada di samping sungai Vistula. Terdapat satu bangunan iconic bernama Royal Castle, istana ini merupakan istana kediaman raja dan ratu Polandia dari dinasti Mazovian yang dibangun pada abad ke 15.

Castle Square Old Town Warsaw

Pada masa invasi istana ini mengalami kehancuran juga sama seperti bagian Old town lainya, namun tidak lama bangunan ini direnovasi kembali tahun 1971-1980 sehingga sampai sekarang dapat kita nikmati keindahanya bersama.

Royal Castle Warsaw, ada juga Clock Towernya lo di istana ini

Di tengah Castle Square terdapat sebuah monumen bernama King Zygmunt III Column atau disebut juga Zygmunt Column, sebuah monumen yang dibangun sebagai tanda perpindahan ibukota dari Krakow ke Warsaw. Sedikit saya jelaskan bahwa sebelum abad ke 15, ibukota Kerajaan Polandia adalah Krakow kemudian terjadi perpindahan kekuasaan sehingga saat ini Warsaw adalah ibukota Kerajaan Polandia. Monumen setinggi 22 M ini menampilkan King Zygmunt III dalam bentuk patung sepanjang 275 cm yang digambarkan sedang memegang pedang di tangan kanan sebagai lambang keberanian sedangkan di tangan kirinya beliau memegang salib sebagai tanda menentang kegelapan. Patung ini pernah jatuh pada masa invasi namun tidak hancur dan pada masa uprising direnovasi dengan mengembalikan patung kembali sesuai dengan posisi sebelumnya.

Zygmunt Column, lambang perpindahan ibukota dari Krakow ke Warsaw

Old Town Market Square

Hanya berjalan kurang lebih 200 meter kita akan sampai di Old Town Market Square satu lagi icon dari Old Town ini sendiri dan dianggap sebagai kawasan tertua. Ada satu monumen yaitu Warsaw Mermaid, sekilas dengar kata mermaid jadi teringat Copenhagen, tapi ini beneran bahwa yang namanya Mermaid tidak hanya ada di Copenhagen, mermaid juga ada di Warsaw. Menurut legenda, Syrenka nama sang Mermaid berenang dari Laut Baltik lalu muncul di pinggir sungai Vistula di Warsaw untuk beristirahat. Karena suasana di tempat itu begitu indah, sang Mermaid memutuskan untuk tinggal di sana. Beberapa waktu kemudian, para nelayan setempat menyadari bahwa ada sesuatu yang telah mengacaukan arus sungai, merobek jaring mereka dan melepaskan ikan-ikan di dalamnya. Ternyata itu merupakan ulah sang mermaid yang membuat tangkapan mereka kabur. Para nelayan akhirnya menangkap sang Mermaid dan bermaksud menghukumnya. Namun ketika mereka mendengar nyanyian nya, mereka terpukau dengan suaranya yang indah lalu membiarkannya hidup.

Rumah Warna Warni Ekletik ini sangat indah menghiasi Old Town Market Square

Syrenka Mermaid, lambang kota Warsaw

suasana Old Town Market Square

Kabar mengenai Sang mermaid yang hidup di sungai Vistula ini kemudian didengar oleh seorang pedagang. Dia sadar jika sang mermaid menjadi miliknya bisa menghasilkan banyak uang bila dipamerkan di pekan raya atau pasar malam, maka timbul niat jahatnya untuk menculik sang mermaid. Si pedagang kemudian berhasil menangkap si duyung lalu memenjarakanya di sebuah kandang tanpa air sedikitpun. Syrenka pun menangis minta tolong. Tangisannya didengar oleh seorang anak nelayan di daerah itu. Bersama-sama dengan orang sekampungnya, dia lalu menolong Syrenka agar bebas. Sebagai tanda terimakasih, Syrenka bersumpah dia akan selalu berusaha melindungi si penyelamat dan keturunannya apabila diperlukan. Sejak itulah, sang mermaid tampil dengan pedang dan perisai, Syrenka sang mermaid pun menjadi maskot kota ini dan siap melindungi Kota Warsaw dan para penghuninya. Sebenarnya legenda Syrenka ini sudah ada sejak abad ke-15, namun semakin populer dengan diresmikannya Syrenka sebagai lambang atau coat of arms kota Warsaw pada tahun 1938. Jadi jangan heran kalau kalian banyak melihat imaji putri duyung di berbagai tempat di Warsaw, misalnya pada fasad bangunan, patri kaca jendela, gapura, lampu jalanan, jembatan, ataupun di bodi semua kendaraan umum dan taksi resmi kota Warsawa.

Suasana di Old Town Market Square ini sama dengan kebanyakan town hall di Eropa, dipenuhi dengan cafe-cafe dan resto ternama. Pada saat saya berkunjung sudah sore dan ternyata ramai banget, banyak toko souvenir juga dan yang saya suka adalah rumah-rumah ekletik berwarna warni yang mengelilingi Square ini. Warna dan bangunan nya khas sekali medieval era, bisa melihat medieval house berwarna warni ini merupakan pengalaman yang luar biasa bagi saya.

Suasana Old Town Market Square 2

Rumah warna warni yang menarik sekali

Little Insurgent Monument

Banyak sekali yang bisa dilihat di Old Town Warsaw mulai dari gereja-gereja, monumen, dan museum. Ada satu monumen yang menarik perhatian saya namun jarang dikunjungi oleh turis. Monument Little Insurgent ini menggerakan hati saya ketika membaca kisah tentang sang anak yang merupakan korban invasi polandia di era perang dunia ke dua.

The Little Insurgent Monument

Monument yang dikenal dengan Maly Powstaniec ini menggambarkan seorang prajurit kecil yang menjadi korban pada masa Warsaw Uprising, miris memang melihat nya mengingatkan saya akan Gavroche di film Les Miserable. Patung dari seorang anak yang menggunakan helm kebesaran plus di tangan nya ada sebuah machine gun ini merupakan manifestasi pengorbanan rakyat polandia untuk berjuang meraih kemerdekaan nya. Pada saat itu anak ini dikabarkan hanya satu-satunya prajurit anak-anak yang mereka lihat berada di barisan depan ketika Jerman menyerang kota ini dan mebombardir Old Town namun sayangnya dia tidak selamat dan terpaksa harus tewas ketika Jerman berhasil membom kawasan Old Town Square. Dari kisah ini semoga tidak perlu ada lagi namanya perang yang mengorbankan begitu banyak anak-anak ini semoga dunia selalu damai Amin.

Ini Gambaran Old Town ketika dibombardir dulu

Banyak monumen Warsaw Uprising di sekitar Little Insurgent

Beautiful House in Old Town Warsaw

Patung yang sangat mengharu biru ini terletak berdekatan dengan barbican, awalnya saya agak kesulitan menemukan nya. Tepatnya ada di Podwale Street tepat di sebelah Barbican dan defensive Wall, jadi saya sangat sarankan jika anda love humanitarian ayo datangi dan pelajari kisah Little Insurgent yang bahkan tidak banyak orang yang mengetahui nya ini.

Selfie dengan Little Insurgent

New Town

Berjalan kurang lebih 1 km ke arah utara kita akan menemukan Barbican sebuah defensive wall kemudian di sebelahnya terdapat New Town atau yang disebut dengan Nowe Miasto, ini merupakan sebuah kawasan yang tidak kalah cantiknya dengan Old Town. Yang sangat menarik dari New Town ini adalah bagian dari kota Warsaw yang tidak terkena bom pada masa invasi jerman ke polandia. Kesimpulanya adalah bangunan di New Town ini asli dari abad ke 14 loh dan bukan replika.

Barbican Defensive Wall

Jalanan kota di Nowe Miasto

Kawasan nowe miasto ini masih asli dari abad ke 14

New Town Market Square yang merupakan icon dari bagian kota ini sangat keren sekali. Di tengah ada sebuah fountain yang unik banget saya lihat dan merupakan fountain yang paling unik yang pernah saya lihat. Berwarna hitam dan ada sebuah pola cantik di atasnya. Kemudian ada bangunan baroque yang indah bernama Church of St. Casimir yang merupakan gereja katolik yang merupakan hadiah dari Raja Austria John III kepada Polandia karena berhasil memenangkan perang Battle of Vienna, selain itu yang mulia John III mempunyai istri yang asli Polandia yaitu Maria Kazimiera. Karena berasal dari Austria maka saya simpulkan bahwa gereja ini berbentuk baroque yang merupakan ciri khas dari gereja di Austria.

New Town Market Square

Gereja St Casimir

Salah satu rumah di New Town Market Square

The Black Fountain

Unique Ornament

Rumah-rumah di sini memang terlihat sangat menarik ada berbagai pola yang menempel di masing-masing grafiti rumah yang memang ciri khas rumah di polandia. Ada satu rumah yang menjadi museum yaitu Marie Curie Museum. Marie Curie sang ilmuwan radiology itu merupakan wanita asal Polandia loh dan rumahnya ini merupakan rumah tinggal sekaligus laboratorium Curie. Rumah ini pun dijadikan musuem untuk mengenang sang ilmuwan.

Marie Curie Museum

Setelah lelah menelusuri Old Town dan New Town dengan berjalan kaki saya sangat bahagia sekali bisa menjadi saksi sebuah peradaban dan persatuan masyarakat yang kuat sekali. Bayangkan saja bagaimana bisa mereka melakukan rebuild semua bangunan yang ada di Old Town menjadi kembali mirip dengan aslinya. hanya ada satu kata Luar biasa.

Do zobaczenia…(Sampai Jumpa)

Ferdi Cullen

4 comments

  1. Jadi bangunan di Old Town ini hasil restorasi? Hebat, rasanya bom seperti tak pernah menghancurkan kota ini. Ada pula ironi yang menyenangkan, justru bangunan terlawas di bagian kota itu berpredikat New Town, haha.
    Kota yang menakjubkan. Sepetak kota akan mampu bercerita sangat banyak apabila penghuninya mampu menghargai sejarah. Monumen-monumen dan bagian-bagian kotanya bercerita banyak sekali tentang apa yang terjadi di masa lalu, ya. Bisa banget jadi pelajaran untk penghuni kota di masa kini. Syukurnya, hal itu terlihat sekali. Monumen-monumennya sangat terjaga, dari sisi kebersihan dan kerapian. Hmm, semoga suatu hari saya bisa ke sana, hehe.

    Like

    1. Iya benar sekali Mas Gara, bangunan di Old town merupakan hasil restorasi, dan memang kisah perjuangan dari orang orang di kota ini sangat menginspirasi sekali bagaimana mungkin kan sebuah kota yang telah luluh lantah kemudian bisa bangkit dan akhirnya menjadi kuat lagi terima kasih mas Gara, semoga mas Gara bisa segera sampai di kota ini Amin

      Liked by 1 person

  2. Bagus yaaa disana ternyata

    Like

    1. iya mbak noni, kota nya sangat indah dan penuh arsitektur yang memukau mbak

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: