Ayo Ke Museum : Jejak Kapal Flor De La Mar di Malaka

Museum Samudra Malaka, Maret 2017

Terdapat satu buah museum lagi yang saya datangi ketika perhelatan saya ke Malaka pada bulan Maret 2017 lalu. Museum Maritime atau Museum Samudera Malaka, tidak begitu sulit untuk menemukan museum ini di Malaka anda hanya tinggal berjalan dari Red Square dan anda akan melihat sebuah kapal Portugis yang sangat besar, nah anda telah menemukan Kapal Flor De La Mar, atau maksud saya adalah anda telah menemukan Museum Maritim.

Kapal Portugis Flor De La Mar

Sebelumnya saya sudah pernah ceritakan betapa indahnya kota Malaka di cerita ini kemudian saya juga menceritakan kisah saya berkunjung ke museum yang menceritakan betapa Laksamana Cheng Ho menjadikan kota ini sebagai kota favorit nya di Museum Cheng Ho. Selanjutnya saya akan menceritakan tentang kisah saya berjalan di replika kapal Flor De La Mar ini.

Replika Kapal Flor De La Mar, di dalam kapal ini Museum terssbut berada

Flor De La Mar adalah kapal besar yang merupakan mahakarya dari Portugis, kapal ini dibangun pada tahun 1502 di Lisbon dan memiliki berat 400 ton merupakan kapal terbesar di masanya. Namun nasib tidak baik menimpa kapal ini, kapal ini tenggelam di perairan Selat Malaka dalam perjalananya dari Kota Malaka menuju Goa India pada tahun 1511, rencananya setelah tiba di Goa kemudian melanjutkan perjalanan ke Lisbon, sampai sekarang berdasarkan beberapa sumber literatur yang saya baca, tenggelamnya kapal ini masih menjadi misteri dan melegenda sampai saat ini. Jadi teringat dengan film yang baru saja saya tonton di bulan ini yaitu Pirates of Carribean, apakah mungkin kapal tersebut dirampok oleh perompak karena kabarnya kapal ini membawa emas berton-ton hasil kekayaan Kerajaan Portugis atas perdangangan nya di wilayah Asia wow luar biasa bukan atau malah terkena kutukan lautan seperti yang begitu banyak diceritakan di kisah Pirates of Carribean, apapun itu biarlah menjadi misteri.

Replika Kapal dari dekat

Pemandanganya Sungai Malaka yang epik

Benar-benar kreatif memang pemerintah Malaka yang merepresentasikan kapal Flor De La Mar ini sebagai manifestasi dari pencitraan kekuatan Maritim di negeri jiran ini. Fokus utama museum ini adalah sejarah kelautan Malaka dan perkembangan perdagangan Malaka di era kolonialisme Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang di bumi Malaka. Nah sebelum anda bisa menikmati koleksi museum silahkan membeli tiket terlebih dahulu dan tiketnya tidak terlalu mahal kok hanya 10RM saja. Jam buka museum ini adalah 09.00 AM-17.00PM pada hari Senin-Jumat sedangkan sabtu dan minggu waktu tutup diperpanjang sampai dengan jam 21.00 PM.

Suasana Museum di dalam kapal

Replika Kapal para penjelajah laut

Diorama dalam Museum

Ketika sudah membeli tiket maka kita diwajibkan untuk membuka sepatu atau alas kaki kita dan hal ini cukup menggangu menurut saya ketika panas menyengat karena balkon kapal adalah dari kayu sehingga sangat menyengat di kaki kalau kita berjalan antar balkon jadi saran saya adalah jangan lupa pakai kaus kaki. Setelah menaiki beberapa anak tangga, setelah kita naik kita bisa melihat pemandangan Sungai Malaka dan sekitaranya yang view di sini berbeda dengan view di St. Paul Hill, di sini viewnya lebih terlihat sungai tapi tetap indah untuk dilihat. Bilik pertama yang saya datangi adalah Bilik Peta yang merupakan bagian dari Kartografi orang Portugis, lengkap petanya mulai dari peta Asia sampai dengan dunia ada di bilik ini.

Bilik utama terletak di tengah kapal, di sini banyak terdapat diorama-diorama mulai dari Kesultanan Malaka sampai beberapa tokoh Laksamana asli Melayu yaitu Laksamana Hang Tuah dan Panglima Awang. Terdapat jajaran replika kapal bangsa Portugis, Belanda, Inggris, dan semuanya pernah berlabuh di pelabuhan Malaka ini. Yang saya sukai di bilik ini adalah pertama adem iya di luar panas sekali saya kebetulan berada di sini pada pukul siang yang terik teriknya, kedua adalah karena letak diorama antara satu dan lain sangat menarik sekali saya sama sekali tidak bosan, ini merupakan daya tarik yang sangat luar biasa dari museum ini karena susunan satu dengan diorama lain begitu jelas, sederhana, dan mampu membuat kita memahami bahkan bagi yang sama sekali belum mengerti sejarah Malaka.

Museum ini terdiri dari 3 lantai yang menurun ya kayaknya, dari bilik atas kita akan turun satu persatu ke lantai selanjutnya dan kemudian kita naik lagi dan ternyata tempat ini sangat besar ya. Di lantai paling bawah ada replika penjara  kapal dimana tawanan dari kapal ini dimasukan ke dalam penjara. Selain itu ada juga beberapa uang koin emas yang pernah di bawa oleh kapal Flor De La Mar, betapa luar biasa ya kapal ini membawa harta karun yang sangat banyak.

Bilik Kapten

Replika Aktivitas Kapten Kapal

Setelah puas melihat lambung kapal, jangan lupa di i lantai kapal paling atas adalah Bilik Kapten di dalam bilik ini ada diorama dari aktivitas seorang kapten sedikit imajinasi saya ke Captain Jack Sparrow atau Captain Barbossa mungkin, terlihat beberapa orang banyak melakukan selfie dan wefie yang tentunya kesempatan langka ini kapan lagi coba bisa selfie dengan replika kapal antik ini.

Gedung Baru Museum Samudera yang terletak tidak jauh dari Kapal Flor De La Mar

Ada satu lagi bangunan museum Samudra yang banyak tidak diketahui oleh para turis yaitu bangunan di sebelahnya yang juga merupakan bagian dari Museum Samudra, banyak sekali diorama yang hadir di gedung ini. Kabarnya bangunan ini merupakan bangunan baru yang merupakan perluasan dari Museum Samudra. Diorama yan hadir disini lebih universal mulai dari biologi (makhluk laut), geografi (topografi laut), sampai jenis-jenis kapal dari berbagai negara tetangga seperti Indonesia. Perahu Pinisi asal Makasar terdapat replika nya di museum ini wah bangga menjadi Indonesia. Selain itu di sini juga terdapat beberapa kisah sejarah para penjelajah dunia, mulai dari Vasco Da Gama, Marcopolo, Laksamana Cheng Ho, Ibnu Batuta, Captain James Cook, Christopher Columbus, dan lainya.

Kisah Portugis di Malaka

Flor De La Mar di bawah Langit Malaka

What a wonderful experience

Selesai sudah kunjungan saya di Malaka setelah mendatangi beberapa musuem yang menjadi target saya. Walaupun di tengah suasana yang sangat panas kala itu tidak menyurutkan semangat untuk terus menjelajahi kota yang bersejarah ini.

Ferdi Cullen

 

6 comments

  1. dlu numpang photo doang ternyata museum ya

    Like

    1. iya kak winny kapal besar ini adalah salah satu museum di Malaka

      Like

  2. wah.. lengkap banget ni ulasannya ttg flor de la mar…

    Like

    1. Terima kasih Mas Andi, kalau ada kesempatan ke Flor De La Mar jangan lupa singgah ke museum yang sangat bagus ini

      Like

      1. Waktu itu udah mampir kesitu, tapi ga sampe se detail itu mas.. hehehe..

        Like

  3. […] hari yang terik kala itu, membuat saya segera ingin masuk ke museum kebaharian. Ingat kisah saya di sini tentang Museum dengan nama yang sama di Malaka pada bulan Maret lalu. Akan tetapi berbeda dengan […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: