Ayo Ke Museum : AVROS Museum Perkebunan Indonesia

Masih edisi museum, saya kembali lagi menelusuri ada museum apa lagi di kota Medan yang terbaru, ternyata saya menemukan sebuah museum yang sangat istimewa di Sumatera Utara yaitu Museum Perkebunan Indonesia. Museum yang dibuka belum lama ini yaitu tepatnya tanggal 10 Desember 2016, adalah sebuah museum tematik perkebunan pertama di Indonesia. Ide awalnya adalah dari salah seorang tokoh perkebunan nasional yaitu Soedjai Kartasasmita yang menyatakan bahwa Indonesia perlu ada sebuah museum yang membahas tentang perkebunan, dan baru pada tahun 2015 hal tersebut disetujui sehingga saat ini kita sudah bisa melihat museum ini.

Tampak depan Museum Perkebunan Indonesia

Dengan jam operasional yaitu Selasa-Minggu mulai dari jam 09.00 sd 16.00 hari senin tutup, museum ini mempuyai harga tiket yaitu Rp.8.000 untuk warga lokal dan Rp. 25.000 untuk wisatawan asing. Awalnya museum ini adalah bangunan tua dari jaman kolonial Belanda sehingga bangunan ini bergaya arsitektur Eropa, nama bangunan ini adalah AVROS. Avros merupakan singkatan dari Algemeene Vereeniging van Rubberplanters ter Oostkust van Sumatera (AVROS). Avros merupakan sebuah organisasi perkebunan karet Sumatera Timur yang berdiri pada tahun 1916.

Selamat Datang di Museum Perkebunan Indonesia

Museum ini sangat sederhana karena hanya menampilkan visualisasi dari sejarah perkebunan di Indonesia. Ruang Pertama terdapat sebuah infografis yang menjelaskan tentang Timeline dari Perkebunan Indonesia. Perkebunan di Indonesia diawali pada jaman prakolonial dimana masyarakat Indonesia yang kala itu mata pencarianya adalah Agraris, kemudian pada masa kolonial mulai diperkenalkan sebuah kongsi-kongsi dagang yang mempunyai andil membangun perkebunan ini dengan tujuan agar dapat mengirimkan hasil perkebunan tersebut ke negara-negara Eropa seperti kopi, lada, maupun rempah-rempah.

Timeline Sejarah Perkebunan Indonesia

Tidak sulit menelusuri museum ini karena tanda-tanda jejak kaki sudah terlihat jelas di bawah kaki anda jadi silahkan kamu ikuti saja langkah selanjutnya. Ruang selanjutnya merupakan Ruang Kelapa Sawit yang merupakan ruang yang saat ini menjadi komoditas perkebunan utama di Sumatera Utara. Di ruang ini anda akan diinformasikan tentang betapa luar biasanya teknologi pertanian yang mampu mengolah kelapa sawit menjadi banyak komoditi misal kosmetik, bahan makanan, maupun minyak goreng. Pada tahun 2007 Indonesia diklaim sebagai produsen minyak sawit di Dunia menggeser Malaysia yang sejak tahun 60 an bertengger di nomor satu.

Berbagai produk olahan Kelapa Sawit

Berikutnya adalah kopi, yup Indonesia juga terkenal akan kenikmatan kopinya tidak hanya negara Eropa dan Timur Tengah. Khusus kopi saat ini masih banyak terdapat di Jawa sebagai produsen terbesar namun saya tidak menemukan adanya cerita tentang kopi yang berasal dari kampung saya yaitu Kopi Mandailing, yang mana kalau saya baca di beberapa buku kopi tersebut bahkan dibawa oleh bangsa Arab ke Turki bahkan sampai ke China. Hmmm apakah memang kurang lengkap ya museum ini tapi tetap informasi yang diberikan sangat menambah pengetahuan kita bersama, ada juga contoh biji kopi sebanyak 2 karung yang bau nya sangat khas sekali. Selanjutnya adalah kakao (cokelat) yang menampilkan sebuah infografis bagaimana buah kakao bisa menghasilkan Cokelat. Teh adalah komoditas selanjutnya yang dibahas di Museum ini, dan di sini diceritakan bahwa perkebunan teh di Simalungun sudah ada sejak tahun 1910 loh. Indonesia juga masuk di jajaran 3 besar penghasil teh dunia setelah India dan Srilanka.

Komoditi perkebunan selanjutnya di ruang ketiga adalah Tebu, yak tebu yang merupakan bahan dasar gula ini adalah satu-satu nya komoditi yang asli Indonesia. Tanaman tebu diyakini berasal dari Merauke di Papua. Namun pengelolaan Tebu sudah dilakukan oleh pengusaha keturunan Tionghoa yang paling terkenal adalah Oei Tiong Ham yang merupakan Raja Gula di masa Perang Dunia ke II. Selain Tebu di ruangan ini ada khusus menceritakan sebuah komditas yang dulu pernah membuat kota Medan menjadi sangat terkenal yaitu Tembakau Deli. Ada yang lain di sini selain infografis tentang Tembakau ada sebuah replika contoh seorang wanita yang sedang mengenyam Tembakau sebuah pemandangan yang khas sekali kala itu ketika Tembakau masih menjadi sebuah komoditas yang sangat terkenal. Kala itu Sultan Deli sebagai sang panguasa mengijinkan Belanda untuk membuka sebuah kongsi dagang khusus Tembakau. Tembakau Deli ini yang menjadikan wilayah Medan dan Sumatera Utara mendunia. Selain replika wanita pengeyam Tembakau ada juga replika Bangsal yang merupakan tempat yang digunakan untuk mengeringkan daun tembakau, bangsal ini bentuknya sangat unik dan saya pernah melihat bangsal ini ketika saya dalam perjalanan ke daerah Pancing.

Replika Wanita Pengenyam Tembakau tempo dulu

Replika Bangsal Tembakau Deli

Karet adalah produk selanjutnya yang merupakan tampilan di ruang ini, yang menarik adalah sebuah pohon karet asli setinggi 3 meter beserta dengan getah karet tersedia di sini. End of museum kamu akan bertemu dengan souvenir Shop dan ada sebuah trick eye juga namun berhubung pada saat saya datang kesini kondisi nya sangat sepi agak seram juga memang rumah ini hehehe. Tapi saya tidak takut saya melanjutkan ke lantai 2, sebenarnya lantai 2 ini not officialy buka sih, namun karena tidak ada orang saya beranikan diri ke atas ada beberapa bangunan yang memang sedang direnovasi di lantai 2 ini dan kondisi nya juga panas ketika itu maklum AC nya belum dihidupkan, kemudian saya sangat tertarik sekali dengan alat-alat perkebunan yang ternyata dipamerkan di sini ada timbangan ada alat stempel kantor dan lainya saya yakin pasti akan menjadi tempat yang menarik lantai ini jika sudah officially dibuka.

Pohon Karet asli di museum ini

Saya melanjutkan kunjungan saya ke museum ini di lantai bawah keluar dari museum, di instagram saya pernah lihat ada beberapa anak muda yang berfoto dengan pesawat yup di museum ini ada pesawat. Ada beberapa jenis transportasi perkebunan yang sudah tidak digunakan lagi dipamerkan di museum ini. Diantaranya adalah pesawat capung yang digunakan untuk menyiram kebun tembakau, kemudian berikutnya ada kereta uap yang digunakan untuk mengirim hasil tembakau dari kebun ke pabrik, jadi anda bisa bebas berselfie ria di sini dengan berbagai alat transportasi ini.

Pesawat ini digunakan untuk menyiram Tembakau di Kebun Tembakau Deli

Kereta Uap yang digunakan mengangkut hasil perkebunan

Demikian kunjungan saya ke museum baru yang sangat menarik ini saya harap ada terjangan baru dari museum ini sehingga banyak orang yang akan berkunjung ke museum ini ayo ke Museum..

Foto Kota Tua Medan di Museum Perkebunan

Ferdi Cullen

3 comments

  1. wah, keren ini, baru tau ada museum perkebunan di Medan 🙂 salam kenal kak

    Like

    1. Salam kenal juga sering-sering main ke blog ku ya Terima kasih

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: