Travelling Lesson Learned

Jika kita melakukan perjalanan entah itu di luar negeri maupun domestik kerap sekali ada beberapa kejadian baik itu yang apes (tidak menyenangkan) maupun yang menyenangkan (lucu atau menginspirasi). Segala kejadian tersebut akan menambah pengalaman kita sebagai seorang Traveller dan menjadikan pelajaran yang sangat berharga untuk kehidupan kita. Cerita saya kali ini akan menceritakan beberapa kejadian tidak menyenangkan yang saya alami ketika saya travelling dan saya jadikan sebagai Travelling Lesson Learned.

  1. Salah Melihat Tanggal dan Jam Departure Pesawat

Sebagai seorang Traveller memang dituntut serba detail, namun bagi saya yang not very detail karena saya tipikal traveller yang Sporadic atau Easygoing Traveller namun gara-gara hal tersebut saya jadi kena getahnya. Pada saat saya mengunjungi Australia di tahun 2013 tepatnya di kota Perth bersama dengan seorang teman, sepertinya kami sudah yakin sekali dengan rencana yang telah kami buat kami berencana akan mengunjungi Pinnacle Desert, selesai menelusuri gurun yang nan indah tersebut kami berencana segera menuju ke Bandara Perth untuk terbang ke Melbourne.

Penerbangan kami adalah penerbangan malam hari sehingga kami pun segera bergegas menuju bandara tersebut. Setelah tiba di Bandara alangkah kagetnya kami setelah menyadari bahwa ternyata keberangkatan kami adalah hari sebelumnya di jam yang sama. Pucat pasi pun wajah kami setelah mengetahui fakta tersebut, namun apa daya akhirnya dengan memasang wajah polos kami pun mengikuti line untuk antri di counter check in salah satu pesawat low cost tersebut.

Dengan nada tersenyum si petugas counter mengatakan “Im sorry” dan kami pun tidak diperkenankan  check in. Gundah, gulana, sudah entah bagaimana pokoknya perasaan yang terjadi akhirnya kami memutuskan untuk duduk dulu di salah satu pojok dekat counter check in tersebut. Kami pun langsung mencari-cari tiket pesawat baru dari Perth ke tujuan kami yaitu Melbourne.

Satu jam pun berlalu kami masih belum menemukan tiket yang sesuai tersebut, dan entah bagaimana tiba-tiba si petugas counter yang selalu tersenyum itu mendatangi tempat duduk kami dan menyapa kami sembari menanyakan apakah kami sudah membeli tiket baru. Dengan sigap rekan saya bilang kami belum ada membeli tiket baru. Sekali lagi dengan nada tersenyum dia menawarkan untuk masuk ke pesawat yang kurang lebih tinggal 30 menit lagi akan bertolak lepas landas tersebut.

Antara bunyi geledek dan petir kami benar-benar terkejut dengan nada bahagia plus wajah sumringah kami kompak bilang “Yes” rupanya si petugas menawarkan karena ada dua penumpang yang membatalkan penerbangan dan menginformasikan ke counter. Wah benar-benar bahagia bukan kepalang akhirnya kami pun dibantunya check in selang 10 menit kami sudah berada di dalam pesawat. Kami menyeebut si petugas adalah Angel karena namanya Angel Marie Christine nama tersebut tidak akan pernah aku lupakan seumur hidup Terima kasih Mbak Angel wanita Australia yang mirip dengan malaikat.

Lesson Learned

Lebih teliti dalam melihat tanggal, jam keberangkatan, dan tujuan baik itu untuk kepergian maupun kepulangan kita dan selalu sesuaikan hal tersebut dengan itinerary kita.Sebenarnya very basic but sometime yang basic sering dilupakan so never underestimated this Okay

  1. Tourist Trap di Sultanahmet Square Istanbul Turkey

Bukan traveller nampaknya jika belum pernah merasakan tourist trap tapi kalau saya cukup sekali saja deh namanya tourist trap itu jangan sampai kena lagi. Jadi ceritanya begini ketika sedang asyik mengelilingi Sulatanahmet Square yang luar biasa itu, kami didatangi oleh dua orang anak muda asli turki. Mereka kemudian mengajak ngobrol oleh rekan saya. Dengan alasan mereka ingin belajar Bahasa inggris kami pun berpikiran positif dan tentunya open minded dong.

Nah selang beberapa menit kemudian dia menceritakan bahwa ada sebuah agensi travel yang bisa mendapatkan harga yang murah untuk tiket air balloon di Cappadocia, sehubungan kami memang berencana untuk melakukan perjalanan ke Cappadocia dan naik air balloon nya. Kami pun diarahkan ke sebuah bangunan seperti sebuah apartemen namun yang sudah tua tentunya karena kita berada di kawasan Sultanahmet.

Naik tangga apartemen tersebut dan kami pun sampai di salah satu kamar dimana di kamar tersebut  sudah menunggu seorang ibu-ibu yang siap menyambut kami. Setelah beberapa hal dia menjelaskan ternyata dia tidak menawarkan harga tiket air balloon kami malahan dia menawarkan agar seluruh perjalanan kami di Turki ikut bersama mereka dengan harga yang wow banget loh (mahal maksudnya).

Setelah kami berpikir-pikir dan salah satu teman kami bilang bahwa sebaiknya tidak usah saja lah karena kita belum tau kredibilitas dari travel agent tersebut. Ujung-ujungnya takut nanti ditipu. Akhirnya kami menyatakan kami tidak bersedia. Bayangkan waktu yang terbuang sampai kami harus bernegosiasi dengan sang agensi tersebut. Setelah kami keluar ternyata dua anak muda yang sebelumnya juga sudah membawa korban baru. Ooo baru kami paham bahwa kedua anak muda ini pasti bekerjasama dengan si agensi untuk membawa turis-turis macam kami. Inilah kali pertama kena tourist trap tapi Alhamdulillah gak ada yang dirugikan.

Lesson Learned

  • Jangan mudah percaya dengan orang yang tidak dikenal di negara yang baru pertama kali kita datangi
  • Selain riset tentang negara yang kita tuju ada baiknya kita juga melakukan riset juga tentang Turist Trap yang terjadi di negara tersebut jadi buatkan dalam satu sheet di itenarary kita sehingga kita bisa mengantisipasi kemungkinan tourist trap yang akan menimpa kita nanti.

 

  1. Zonk Toilet di Selcuk Turkey

Penginapan adalah tempat untuk kita melepas lelah apalagi setelah satu harian berjalan puluhan kilometer demi menelusuri sebuah atraksi ataupun tempat wisata. Namun adakalanya untuk Akomodasi kita harus menghemat juga agar biaya akomodasi kita tidak membesar. Dengan beranggapan bahwa penginapan murah sudah bagus di luar negeri adalah sebuah anggapan yang harus segera di kesampingkan.

Ceritanya adalah ketika kami berada di kota Selcuk, kami mendapatkan penginapan kecil yang sangat cantik kami tinggal di kamar asrama dengan 6 tempat tidur namun karena penginapan kami ini murah meriah dengan harga satu bunk bed satu malam hanya 10 Euro fasilitas yang tersedia jelas sangat terbatas. Namun yang benar-benar zonk adalah toiletnya, hanya ada satu-satunya toilet yang terletak di lantai bawah dan rupanya toiletnya tumpah ruah wah benar-benar horror menurut saya harus mandi dengan kondisi toilet yang seperti ini.

Lesson Learned

Jika ingin mencari akomodasi selain harga murah pastikan dulu reviewnya biasanya website seperti Airbnb, dan booking.com serta Agoda mepunyai sebuah kolom review yang sangat menarik kita bisa lihat sampai 3 bulan terakhir dan bagaimana rangking dari review tersebut.

  1. Bagasi Tertinggal di Belgrade Serbia

Untuk yang satu ini kejadianya tepat kurang lebih satu tahun lalu saat perjalanan saya ke Budapest dimana saya harus transit 3 stops yup bener sekali demi dapat tiket murah di bawah 6 juta rupiah PP saya rela untuk ber-ribet ribet ria dengan transit di 3 tempat.

Penerbangan saya dimulai dari Kualalumpur dan airline menyatakan bahwa bagasi saya yang hanya koper 15 kg akan sampai di tujuan akhir saya yaitu Istanbul. Nah setelah saya sampai di perhentian pertama saya tidak ada feeling apapun sih ketika sampai di perhentian kedua yaitu Belgrade Serbia sebuah negara yang saya juga belum ada rencana mengunjungi nya. Masa transit saya di negeri yang indah ini adalah 1 jam yup cuman 1 jam jadi pada saat ganti pesawat saya pun buru-buru menuju ke gate yang sudah ditentukan.

Dan akhirnya saya tiba di Istanbul, sebuah negeri yang sangat indah ini, ketika tiba maka saya segera bergegas menuju ke counter tempat bagasi pesawat yang saya naiki akan turun. Nah sejam berlalu kok bagasi saya gak muncul, mulai sedikit panik saya tanya ke petugas setempat mereka dengan nada cuek bilang sudah gak ada lagi bagasi di pesawat X (kita sebut saja nama nya X)

Kemudian saya pun mendatangi counter lost and found yang biasanya ada di masing-masing bandara. Dengan sigap dan Bahasa inggris terbata bata saya bertanya dan minta pertolongan kepada petugas yang ada, nah ternyata saya baru tahu kalau di lost and found ini sebenarnya adalah kumpulan dari beberapa perusahaan outsourcing yang di-hire oleh airline khusus menangani bagasi yang bermasalah. Jadi saya sempat dibola-bola sih jadi saya pindah dari satu kantor lost and found yang dekat dengan counter bagasi saya disuruh ke kantor lain di dekat terminal kedatangan. Saya datangi kantor lost and found kedua dekat terminal kedatangan ya ampun ternyata pesawat saya juga bukan dihandle oleh mereka yang berada di terminal kedatangan saya disuruh lagi ke terminal keberangkatan disitu ada sebuah ticketing counter bernama “Celebi” di situlah kata si petugas tempat mengklaim bagasi saya untuk airlines saya.

Dengan langkah terluntai luntai karena masih capek berhenti di 3 tempat belum lagi saya harus mengejar penerbangan ke Budapest malam jam 19.00. Sesampainya di Celebi saya tidak disambut ramah semua petugas sepertinya sibuk dengan sendirinya, akhirnya saya menegur salah satu petugas dan menginformasikan bahwa bagasi saya belum sampai. Petugas pertama mengarahkan saya ke seorang wanita yang Alhamdulillah akhirnya mau membantu saya, dia pun minta saya mengisi data-data seperti form gitu ada nama, alamat, no paspor, kebangsaan, alamat email, bentuk bagasi nya, nomor bagasi, penerbangan, dan masih banyak lagi saya ada setengah jam mengisinya . Kemudian dia peletak peletok komputernya sekitar 15 menit, saya menginterupsi karena saya bilang saya akan pergi ke Budapest malam ini jadi mohon cepat ya bu. Dia hanya memandang saya dengan senyum sinis terus balik lagi peletak peletok komputernya.

Selang setelah itu dia mulai menceritakan dengan mengunakan permohonan maaf bahwa karena waktu yang singkat antara penerbangan saya di Belgrade, maka petugas belum sempat memindahkan ke pesawat yang menuju Istanbul. Pengen marah tapi gak bisa marah karena ini negeri orang loh saya dari negara yang selalu orang pikir negeri antah berantah. Akhirnya saya minta solusinya apa, kamu mau terbang ke Budapest kan Tanya si mbak sinis itu rupanya dia denger cerita saya tadi tak pikir saya dicuekin tadi, iya mbak saya bilang, ok kami akan antar koper anda ke Budapest semua biaya kami tanggung. Hmmm make sense sih ok saya setuju dan saya diminta menuliskan alamat saya di Budapest. Setelah terbang ke Budapest dengan hanya mengandalkan satu baju, satu celana dalam, satu baju ganti, satu sweater, satu celana panjang, untungnya saya ambil peralatan mandi di airlines seperti sikat gigi, odol, dan ada sabun nya juga.

Nah terakhirnya Celebi menepati janjinya pas hari kedua di Budapest mereka mengirimkan koper saya ke hostel dan pemilik hostel saya yang ramah pun menginformasikan kepada saya bahwa ada kiriman koper dan berakhir lah drama ini. Untungnya tidak ada satu pun cacat ataupun barang yang hilang di koper saya tersebut.

Lesson Learned

Jika memesan tiket murah mohon diperhatikan dengan teliti jarak waktu antara satu penerbangan dengan penerbangan transit nya. Pastikan tidak hanya kita yang bisa sampai di Gatepenerbangan selanjutnya  tapi pikirkan juga sekaligus waktu petugas bagasi mengeluarkan bagasi kita dan memindahkan nya lagi ke pesawat berikutnya.

  1. Bagasi Tidak diambil satu hari

Masih tentang bagasi, ketika itu saya tiba dengan penerbangan panjang dari London ke Singapura. Waktu menunjukkan sudah sangat malam sekitar jam 23 .00,  saya akan melanjutkan penerbangan ke Medan pada esok harinya nah daripada saya memesan hotel yang mana biayanya mahal maka saya memutuskan untuk menginap di bandara. Namun saya memutuskan untuk tidur di wilayah transit saja karena tempat duduk untuk tidurnya lebih nyaman dibandingkan di terminal keberangkatan dan beristirahatlah saya dengan nyenyak.

Keesokan paginya pukul 5 pagi saya sudah get ready karena penerbangan saya ke medan adalah pukul 8.00 pagi, saya pun melangkah ke imigrasi dan bilang bahwa akan mengikuti penerbangan pagi oke saya pun melewati imigrasi. Saya langsung mendatangi ke counter lost and found yang pastinya karena hanya di situ bagasi saya menginap. Saya melihat tumpukan koper dan tas di salah satu ruangan kaca. Namun nah ini yang menarik pintunya terkunci yup terkunci saya belum panic saya coba tanya ke security eh si security dengan santai bilang itu buka-nya jam 8 pagi OMG mendengar itu saya spontan bilang saya ada penerbangan pagi jam 8 gak mungkin kan saya kelewatan pesawat hanya karena bagasi. Apa karena sibuk si security pergi begitu saja, duh resah gelisah saya coba congkel jadinya itu pintu tapi gak berhasil (gak bakat maling soalnya) saya pun berjalan gelisah saya pergi dari ujung ke ujung counter –counter bagasi tapi heranya inilah momen bandara Changi yang paling sepi dimana biasanya ramai kenapa pas ada kejadian kayak gini kok malah sepi sekaliiii saya rasakan.

Waktu menujukan pukul 6.30 udah satu jam saya meraung-raung tidak jelas eh keajaiban terjadi ada seorang cleaning service berusia 50 an bapak-bapak ras Chinese menanyakan kepada saya bagasi kamu di dalam ya ? saya pun bilang iya pak tolong dong pak, Alhamdulillah dengan sigap dia ambil hapenya dan dia langsung menelepon orang yang bertugas pagi itu, ok kamu tenang aja dia datang 15 menit lagi. Alhamdulillah saya bilang padahal mungkin bapak itu non muslim (beneran saya bilang alhamdullilah di depan si Bapak). Selang 15 menit kemudian seorang pria 30 an berparas India langsung buka pintu nya dan hanya dalam waktu 5 menit dia minta nomor bagasi saya eh langsung nemu saya ucapkan banyak terima kasih sama dia dan pas mau keluar saya liat lagi bapak itu terus saya ucapkan lagi terima kasih ke sang bapak yang bagai malaikat itu saya pun berlari menuju terminal keberangkatan Alhamdulillah saya tepat waktu dan sampai dengan selamat di Medan.

Lesson Learned

Simple saja pastikan semua barang anda sudah bersama anda baru anda rencanakan menginap di bandara jangan biarkan bagasi anda menginap jika anda berencana menginap di bandara okay

Demikian lah kisah unpredictable namun sarat dengan pembelajaran yang saya dapatkan ketika berada di setiap perjalanan saya semoga tidak terjadi pada Anda. Jika anda mau share tentang lesson learned anda selama di perjalanan silahkan kolom komen tersedia.

Always learning and keep travelling

Ferdi Cullen

5 comments

  1. Waduh nggak kebayang dapat penginapan yang toiletnya seperti di ceritakan dlm tulisan ini. Hehehe Btw paling nggak ngenakan dlm traveling itu ketika kehabisan duit. 😀

    Like

    1. Setuju kak eka, kehabisan duit memang neyebelin juga ya, ceritain dong gimana pengalaman kehabisan duitnya.
      Yup dan toiletnya kami sudah beritahu sama pemilik penginapanya tapi karena menurut si ibu pemilik, tukang ledeng baru ada besok pagi katanya sehingga baru bisa diperbaiki keesokan harinya waduh mau gak mau kami harus mandi dengan kondisi toilet seperti itu hehehe

      Like

      1. Heheheh aku lebih milih nggak mandi :D.

        Ngalamin kehabisan duit nggak pernah sih… cuma kekurangan duit pas mo lanjut jalan ke SG abis dari thai — efek kebablasan di thai. Saat itu memilih mampir ke rumah salah satu orang Indonesia di KL dan jujur bilang klo butuh makannnn kenyang 😛 — sisa uang saat itu cuma cukup buat beli tiket pulang KL-Padang dan transportasi damri ke rumah. Akhirnya memutuskan utk tidak lanjut ke SG. Hehehe, Alhamdulillah selain dikasih nasi juga diajak makan bakso dan dibekalin beraneka ragam jajanan buat bekal plus diantar ke bandara sama sodara setanah air tsb. Hehehe itu kenapa setiap traveling ke LN sebelumnya aku nyari kontak orang Indonesia yg disana 😀

        Like

  2. Duh baru kmaren salah tanggal pas beli tiket.. bisa di refund cuma dapet seperempatnya doang lg…

    Like

    1. sama dong saya juga pernah salah tanggal pas booking tiket dan memang kalau airline ini ada yang bisa full refund dan ada juga yang hanya seperempat. Kalau saya lebih sering refund karena gak jadi alias ada kerjaan atau malah dibatalin bos untuk cuti nya waduh rasanya gimana gitu hehehe. mudah-mudahan refundnya segera cair ya mas Terima kasih

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: