10 UNIQUE EXPERIENCES FROM MY TRAVELLING 2016

Penghujung Tahun sudah di depan mata tidak terasa Desember sudah tiba dan dalam waktu beberapa hari lagi akan masuk 2017. Sama seperti postingan tahun sebelumnya saya akan rekap beberapa hal menarik dan unforgettable yang saya jalani sepanjang 2016. Ternyata tahun 2016 ini saya relatif lebih sedikit melakukan travelling dibandingkan 2015 dan 2014 dikarenakan banyak pekerjaan dan kesibukan namun saya masih bersyukur karena masih tetap ada beberapa perjalanan yang menyisakan kenangan manis di hati saya.

Judul tulisan kali ini adalah bukan The best journey sehubungan jumlah perjalanan nya memang gak banyak hehehe tapi lebih kepada pengalaman unik tujuan saya membuat tulisan ini adalah untuk membagi kisah unik selama perjalanan saya di 2016, mudah-mudahan semakin banyak perjalanan yang akan saya lakukan di 2017 sehingga banyak menghiasi blog ini dengan tulisan yang sangat menarik Amin (keras keras…)

  1. Communist Style Subway in Budapest

Budapest memang kota paling indah yang saya datangi saat ini walaupun belum banyak sih kota Eropa timur maupun Eropa Barat yang saya datangi, untuk 2017 ada resolusi untuk mengunjungi lagi negeri-negeri di Eropa ini. Satu hal yang memang saya selalu ingat adalah perjalanan saya dengan metro atau alat transportasi public berupa kereta yang berada di bawah tanah, sangat unik sekali menurut saya ada 3 hal yang membuat saya sangat terkesan di metro Budapest ini

Info : Tahukah kamu bahwa stasiun Metro tertua di dunia kedua setelah London adalah Budapest, dengan stasiun bernama Millenium Underground Station dibangun pada tahun 1896 dan menjadi jalur metro tertua di Budapest sekaligus dinyatakan sebagai World Heritage Unesco.

Pertama, adalah bersih, walaupun terlihat sangat kuno tapi stasiun subway di Budapest itu bersih banget gak ada sedikit pun sampah dan debu udara nya pun sejuk system ventilasi nya bikin penumpang nyaman banget, Kedua, manual yup manual maksudnya di sini adalah system tiketnya masih beli manual jadi gak ada lah namanya 3 day pass apalagi kartu dengan system canggih tinggal tappp tidak ada di sini, pengawas pun akan minta kita memperlihatkan tiket kertas kita ketika  masuk ke peron, kemudian keretanya pun bener bener ala kereta kletuk jadi ala ala besi tua gitu ini ada beberapa foto, keretanya yang hanya terdiri dari dua atau tiga gerbong dan ukurannya lebih kecil dibandingkan metro di kota-kota lain atau pun kota yang lebih modern dan sumpah deh jalannya lambat banget dari satu stasiun ke stasiun lain yang biasanya metro di Singapura, Kualalumpur, bahkan London hanya perlu waktu 1-2  menit di sini bisa 5 menittapi saya sangat menyukainya. Ketiga adalah bunker, iya nih awalnya agak serem kalau mau masuk ke dalam stasiun eskalatornya itu bener-bener panjang banget ada mungkin 30-50 meter maka banyak turis menyebut coomunist style karena bunker merupakan sebuah cara komunis untuk bersembunyi dan sekaligus membuat rasa takut di masyarakatnya.

dsc01825

Millenium Underground, kuno tapi bersih banget

dsc01821

Gerbongnya kecil dan jalan-nya juga gak terlalu cepat

dsc01660

Eskalator ke Subway udah ala ala bunker

metro_ticket_validation_budapest

Sistem Validasi dan Beli tiket yang manual sekali

Overall ada satu hal yang saya pelajari dari communist style subway di Budapest ini yaitu sesuatu yang manual dan tradisional tidak selamanya jelek dan sesuatu yang modern itu belum tentu bagus.

  1. Mengunjungi Dracula Chamber

Masih kisah di Budapest, pada hari kedua saya mengunjungi kota ini saya berkesempatan menelusuri kawasan Castle Hill yang tersohor itu, untuk lebih lengkapnya silahkan baca link berikut tentang kisah saya di Budapest. Namun yang paling saya terkesan adalah kedatangan saya ke Labirintus yaitu salah satu atraksi di sekitaran Castle Hill yang sangat jarang sekali didatangi turis apalagi turis Indonesia, namun karena saya sangat menggemari tokoh Dracula apalagi nama saya ada embel-embel Cullen yang merupakan salah satu keluarga Vampir tertua di dunia (heheheh just kidding), saya jelas dong harus ke mari.

dsc01872

Tempatnya gak begitu jelas sehingga harus teliti mencarinya

Kolega saya yang bersama ke Budapest tidak bersedia masuk ke Labirintus, dan akhirnya saya menelusuri Labirintus seorang diri, jam pada saat saya ke tempat ini menunjukan pukul 2 siang, jadi jika malam hari di Labyrinth ini ada tur khusus yang disebut Dracula Tour, so karena saya tidak mau mengambil resiko (pasang bendera putih) saya jadinya siang aja deh ke sini. Tur berlangsung biasanya pukul 6, namun karena saya pikir siang hari gak akan serem di dalam sana ternyata saya salah besar, tetap saja serem dan creepy.

manequien-in-labirintus

Manequien menyambut di awal kita masuk ke dalam Labirin ini jika dibuat Manequein Challenge cocok ini

Bangunan nya sebenarnya tidak terlihat jelas namun ada beberapa sign yang menunjukan adanya labirin ini, yaitu sebuah rumah yang tidak terlalu besar dan ada sebuah tangga spiral yang mengelilinginya turun dengan perlahan dan ternyata di bawah sudah cukup ramai ada beberapa orang yang baru keluar dari Labirin dan bercerita, kebetulan pada saat itu petugas sedang makan siang sehingga saya harus menunggu kurang lebih 15 menit. Setelah petugas datang kembali kami pun membeli tiket seharga 25oo Forint atau sekitar 100 ribu rupiah (lumayan mahal sih).

dsc01867

Creepy gak sih ngelihat beginian, ini terowongan di dalam Labyrinth

Awalnya mau masuk tapi ada perasaan takut akhirnya saya menunggu ada beberapa orang dulu yang masuk heheheh, dan akhirnya kami pun masuk saya, dua orang Turis Korea atau Jepang, dan 4 orang yang sepertinya keluarga Bapak Ibu dan dua anaknya yang masih kecil. Suasana mistis sudah mulai terasa sih, sebenarnya Labirin ini digunakan oleh Raja Mathias raja Hungaria dan keluarga bersembunyi ketika Kerajaan Ottoman berkuasa di wilayah Budapest.

img_20160502_135138

Gak berani foto bareng cuman jempolnya aja deh yang berfoto hehehe

Labirin ini panjangnya 1 KM, konon menurut legenda Raja Mathias pernah mengundang Vlad Tepes seorang Pangeran dari Transylvania Rumania yang mempunyai kekuatan fisik yang luar biasa, untuk bekerjasama dalam rangka mengusir Ottoman dari tanah Budapest, kabarnya sang pangeran dijebak dan dipaksa oleh Raja Mathias . Dan kabarnya juga Labirin ini lah yang digunakan oleh Vlad Tepes untuk bersembunyi tanpa diketahui oleh Ottoman.

dracula-chamber

Nah di sini lah sang Vlad Tepes katanya tinggal

Sejenak begitu gelap saya lihat terowongan di tempat ini, tapi hawa sejuk sangat terasa, pada terowongan pertama kita akan disambut oleh begitu banyak manequein yang menceritakan tentang bagaimana kehidupan Raja Hungaria di tempat ini kala Ottoman berkuasa, keluarga kerajaan Hungaria melakukan persembunyian di tempat ini. Agak mulai jauh saya berjalan perasaan serem sudah mulai terasa apalagi tinggal saya dan dua turis korea ini saya pun tetap memberanikan diri melangkah dan melangkah akhirnya sampai juga di Dracula Chamber yang merupakan manifestasi dari kuburan Vlad Tepes, namun agak sulit memang foto di sini karena pencahayaan sangat buruk tapi akhirnya saya dapat foto yang lumayan, namun saya kurang mempunyai keberanian untuk berfoto bersama Chamber itu sama seperti yang diakukan si turis korea, seremm euy. Namun inti perjalanan ini adalah akhirnya saya bisa mempelajari sejarah Vlad Tepes yang mengilhami Bram Stoker dari Inggris untuk menciptakan karakter Dracula yang sampai saat ini kita denger bersama.

  1. Abu Dhabi Airport Library

Transit adalah salah satu hal favorit saya jika melakukan perjalanan jauh, karena dengan transit kita bisa sekedar relaksasi atau olahraga sedikit merengangkan otot dari posisi duduk selama long haul. Biasanya yang dilakukan kebanyakan orang adalah makan di kafe, atau shopping karena ada fasilitas duty free. Namun ketika saya melakukan transit di Abu Dhabi International Airport ada satu hal yang sangat menarik yang membuat saya ingin tahu yaitu perpustakaan.

img_20160430_053040

Fasilitas Perpustakaan dalam Bandara wowww

Abu Dhabi Airport Library adalah salah satu fasilitas perpustakaan yang disediakan oleh Abu Dhabi Airport untuk menumbuhkan rasa suka membaca di kalangan para pelancong yang sedang transit. Fasilitas ini baru saja diresmikan pada tahun 2016 ini sebagai bagian dari kampanye masyarakat untuk membaca atau istilahnya “The Year of Reading”.

img_20160430_053011

Kita bisa duduk membaca sambil memandang pesawat loh

Perpustakaan yang terletak di penghubung antara Terminal 1 dan 3, perpustakaan ini mempunyai koleksi buku yang menurut saya masih belum variatif walaupun sudah multilingual ada Bahasa Arab, Inggris, China, Perancis , Jepang, dan Spanyol namun koleksinya masih terbatas buku buku tentang pengenalan pariwisata di Jajirah Arab. Namun yang menariknya banyak sekali mural yang berkaitan dengan quotes untuk membaca salah satu contohnya sebagai berikut. Dan menurut saya cukup instragramable jadi buat para penyuka selfie wajib kemari. Betul-betul pengalaman unik yang tidak saya lupakan mendatangi perpustakaan ini.

img_20160430_052820

Seger banget ya sofanya

img_20160430_052841

Quotes menghiasi Grafiti Wall di perpustakaan ini

  1. Opera House Experience

Saya suka lagu klasik seperti Bethoven dan Mozart namun belum pernah sekalipun saya masuk ke sebuah opera house, kesan nya jika kita berada di Opera House itu kayaknya mewah banget ya. Namun Alhamdulillah pengalaman tersebut baru dapat saya rasakan pada perjalanan saya ke Budapest Opera House nama lengkapnya adalah Hungarian State Opera House.

dsc01785

Saya menyempatkan diri untuk selfie di depan Hungarian State Opera

Budapest Opera House adalah salah satu gedung opera terbaik di dunia dalam hal akustik, dan memiliki auditorium yang kursi penonton bisa menampung 1.200 orang. Bangunanya berbentuk tapal kuda dan, menurut pengukuran yang dilakukan oleh sekelompok insinyur internasional, bangunan ini memiliki gelaran akustik terbaik ketiga di antara bangunan yang sama di Eropa (setelah Scala di Milan dan Paris Opera House). Patung Ferenc Erkel berdiri di depan Gedung Opera. dia adalah komposer dari lagu kebangsaan Hungaria dan direktur musik pertama dari Opera ini. Patung lainnya di depan Budapest Opera adalah Ferenc Liszt, komposer Hungaria terkenal yang lagu yang paling saya sukai adalah Hungarian Rhapsody Part II yang jika pernah liat kisah animasi Tom and Jerry maka pasti kenal dengan lagu yang pernah mengisi salah satu adegan di film tersebut.

dsc01766

Patung Liszt Ferenc

Berikut adalah beberapa kemegahan dari Opera ini, kami ke opera ini mengikuti sebuah tur berbahasa inggris dan berikut adalah beberapa dokumentasi kemegahan sebuah bangunan opera yang dibangun di tahun 1873 atas prakarsa Kerajaan Austro Hungarian yang berkuasa ketika itu sedangkan nama sang arsitek adalah Miklos Ybl, jadi kurang lebih opera ini sudah 130 tahun usianya.

dsc01768

Atap-Atap nya sudah luar biasa seperti ini

img_20160501_142850

Saya foto selfie diruangan konser Hungarian State Opera House

Bangunannya sangat megah jauh lebih megah dari kastil-kastil yang pernah saya temui, gak kebayang bagaimana rasanya jika menjadi para aristokrat di negeri ini dan datang berkunjung ke opera house ini. Berikut adalah beberapa cuplikan dokumentasi saya selama berada di Opera House ini. Yang paling saya sukai adalah The King Chamber karena dari sini saya bisa melihat langsung bagaimana semua peserta yang ada di bawah dan bagaimana juga menjadi seorang raja yang sedang melihat teater dengan menggunakan teropong wah kebayang banget gimana rasanya ini.

  1. King Ferdinand and Queen Isabel from Spain

Agak ridicuolous sih saya menceritakan ini, yaitu pengalaman unik saya menemukan patung dari dua pasangan Raja dan Ratu yang paling terkenal di Kerajaan Katolik Spanyol yaitu Raja Ferdinand dan Queen Isabel. Jadi begini ceritanya kebetulan nama asli depan saya adalah Ferdinand, dan hanya karena namanya mirip maka saya bersemangat untuk mengetahui lebih lanjut tentang dua pasutri penguasa kerajaan Spanyol dan menjadikan negeri ini sebagai negeri di jaman Golden Age.

spain-apalchen-isabella-and-ferdinand

Ini adalah salah satu portrait dari King Ferdinand and Queen Isabel sumber : Google

Queen Isabela de Castille berikut nama lengkapnya merupakan pewaris dari Ordo Castille di wilayah Spanyol Timur beliau lahir di tahun 1451 dan melalui proses pernikahan yang direncanakan maka dia menikah dengan Ferdinand De Aragorn yaitu seorang pangeran pewaris tahta Ordo Aragorn. Pernikahan kedua nya dikabarkan adalah pernikahan penyatuan kedua ordo terbesar di Spanyol dan menjadikan Kerajaan Katolik Spanyol adalah kerajaan terbesar dan terkuat di Eropa. King Ferdinand lahir di tahun 1452.

Prestasi yang mereka raih di antaranya adalah penaklukan kerajaan Moor yang menguasai Alhambra di Spanyol Selatan di tahun 1492, di tahun yang sama Sang Ratu juga menyetujui pendanaaan dari Ekspedisi besar-besaran Christopher Columbus yang menurut catatan sejarah akan menemukan benua Amerika. Di bawah kedua pasutri ini kekuasaan Kerajaan Spanyol meluas ke dunia-dunia baru serta menjadi Golden Age bagi Spanyol.

Saya menemukan patung kedua penguasa ini ketika berkunjung ke salah satu Royal Palace di wilayah Cordoba, bernama Alcazar De Los Reyes Christianos tepatnya di bagian Royal Garden dimana ada patung yang merepresentasikan keberadaan dari kedua raja dan ratu ini saya langsung dong minta foto di depanya dan berikut hasil fotonya beserta beberapa dokumentasi keindahan dari taman istana Alcazar ini.

dsc02043

Alcazar Christianos Royales di Cordoba

dsc02067

Royal Garden tempat saya menemukan patung Sang Penguasa tersebut

dsc02069

King Ferdinand and Queen Isabel saat menerima Columbus di Alcazar untuk presentasi perihal ekspedisi Columbus menemukan Amerika

dsc02070

Saya sedang selfie bersama dengan Sang Penguasa dan Columbus

  1. Cordoba its all about Mezquita and Patio

Betapa beruntungnya saya ketika mengunjungi kota Cordoba ini terdapat sebuah festival bernama Festival Patio yaitu sebuah festival yang diselengarakan bertepatan dengan musim semi di kota ini. Banyak sekali bunga yang terpanjang di sudut kota dan sekaligus teras rumah. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat postingan saya berikut yang lebih lengkap mengenai Patio.

dsc01957

Patio sebuah keindahan dari sebuah bunga

Selain patio tentunya saya mengunjungi bangunan paling ikonik yang ada di Cordoba yaitu Mezquita Cathedral untuk lebih lengkapnya saya juga sudah membahas ini di tulisan berikut. Namun untuk flashback karena menurut saya ini adalah pengalaman yang paling tidak bisa saya lupakan sepanjang 2016 mengungjungi Mezquita dan patio berikut beberapa dokumentasi yang saya ambil langsung dari kamera saya.

dsc01943

Mezquita, bangunan ini kangen rasanya pengen balik lagi kemari

  1. Black Cloud Palacio Real

Bienvenido a Madrid, perjalanan saya ke Madrid terbilang sangat singkat cuman 1 hari dan lagipula terkesan amat sangat terburu-buru sih dikarenakan kami tiba saja di Madrid itu pada pukul 1 pagi dini hari dari kota Granada, nah setelah check ini di hostel kami pun tidur pulas baru sekitaran pukul 10 pagi kami beranjak dari hostel. Saya akan bahas Madrid lebih dalam di awal Januari nanti insyaallah di satu postingan khusus mengenai perjalanan yang sangat kilat, dan cepat itu.

Salah satu yang paling mengesankan selama saya di Madrid adalah melihat keindahan Palacio Real yaitu Palacio Real De Madrid (nama lengkapnya), istana ini merupakan tempat tinggal dari Raja dan Ratu Kerajaan Katolik Spanyol di era abad 15 -18, namun sekarang hanya sebagai symbol negeri ini saja, tetapi berdasarkan informasi yang saya denger ada juga beberapa acara kenegaraan yang mengunakan tempat ini. Kami memang tidak masuk sih ke dalam istana yang megah ini kami hanya mengambil beberapa foto di Royal Garden dan juga di depan istana dimana banyak sekali orang bersantai dan menikmati sore kala itu.

Namun yang amsyiong tapi unik adalah langit berubah menjadi gelap dan hujan turun. Hujan tidak begitu lama, tetapi langit tetap gelap dan saya sangat suka sekali kondisi istana ini dengan latar langit yang gelap tadi justru menjadikan tempat ini begitu eksotik dan sangat menyenangkan di lihat. Berikut beberapa dokumentasi dari istana yang sangat indah ini.

dsc02230

Posisi dari belakang Palacio Real

dsc02240

Posisi dari depan Palacio Real

dsc02255

Nah ini dia yang paling saya sukai Black Cloud in Palacio Real

 

  1. Metropolis Di Balik Tembok

Xi’an, yang sangat berkesan dari kota ini adalah bagaimana bisa sebuah kota metropolis yang dibalut oleh sebuah tembok besar kuno yang sangat kuat dan kokoh tersebut. Xi’an City Wall yang melindungi Xi’an yang merupakan satu-satunya kota di balik tembok yang masih bertahan sampai dengan sekarang di China dengan perpaduan antara modern dan kuno.

img_0039

Pintu Masuk Xi’an City Wall East Gate

img_0110

Kondisi Xi’an City Wall seperti beirkut banyak sekali orang sangat menikmati tembok ini

Tembok ini berdiri sepanjang 12 -18 meter dan mempunyai luas 13.7 kilometer, setiap 120 meter ada sebuah benteng kecil yang fungsinya adalah menjaga agar tidak ada musuh ataupun orang yang tidak layak untuk masuk ke dalam benteng tersebut. Dan masing-masing benteng pengawas ini disertai dengan pasukan pemanah, pokoknya kota ini sangat ketat sekali pengawasannya.

img_0087

Ini salah satu menara pemanah nya sangat artistik sekali ya

Tembok yang sangat luas ini hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki (jika sanggup) atau dengan mengunakan sepeda yang banyak disewakan sepanjang tembok ini. Salah satu yang paling berkesan adalah ketika saya berada di tempat ini adalah serasa kembali ke zaman abad ke 14 Dinasti Ming, dan sekedar informasi juga bahwa tembok ini selalu dijadikan sebagai salah satu latar dari beberapa film action bertemakan dunia abad pertengahan China, salah satu nya adalah film The Condor Heroes yaitu salah satu film di era 2000 an yang memakai tembok ini sebagai tempat syuting perperangan antara bangsa Mongol dan Bangsa Ming.

img_0131

Bagi yang gak kuat jalan kaki bisa kok ada rental sepeda yang banyak sepanjang jalan di tembok ini

Benar-benar sebuah pengalaman yang tidak pernah saya lupakan, walaupun tidak sebesar The Great Wall di Beijing tapi ini merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa bisa jalan menempuh tembok ini dan diselingi dengan lagu-lagu Chinese menambah syahdu pengalaman saya tersebut.

img_0124

Its, me menatap masa depan yang lebih baik di 2017

  1. The Tower full of Light

Masih di sekitaran kota Xi’an, kota berbalut tembok kuno yang sangat indah itu. Jadi ada satu lagi icon kota ini yang begitu megah dan membuat saya betah banget mantengin bangunan ini yaitu Bell Tower. Bell tower ini merupakan bangunan tradisional yang letaknya tepat di tengah kota Xi’an sehingga sangat identic dengan budaya kuno China yang sangat legendaris tersebut. Menara yang terbuat dari wooden woods ini mempunyai tinggi 36 Meter. Pada periode Dinasti Ming bangunan ini dibangun tahun 1384 oleh Emperor Zhu Yuanzhang yang tujuan dibangunya adalah sebagai menara pengawas dan sekaligus mengirimkan berita yang dikirim dari City Wall, agar seluruh warga kota dapat mengetahui apabila ada musuh yang mendekat mereka bisa langsung berindung.

img_0177

Ini Bell Tower di siang hari

Arsitekturnya sangat kental akan dekorasi Dinasti Ming dan Qing, ada area terbuka di sekitar menara ini yang ditanami oleh bunga dan rumput semakin menambah keindahan kota ini, namun jika kita melihat ke kiri sedikit wah udah ada jalan raya dan dipenuhi oleh berbagai bus, mobil,  dan juga taksi tempat berhalu lalang masyarakat. Tidak jauh dari Bell Tower ada ruangan terbuka yang dipakai masyarakat local untuk membuat festival namun yang menariknya ada pasar murah di situ saya membeli beberapa cenderamata di sini karena harganya lumayan murah.

img_0268

This is the Tower full of Light saya saja sampai betah lama-lama mandangin ini

img_0276

Bell Tower dan Pasar Malam

Dan yang paling berkesan adalah di malam hari, dimana Bell Tower tampak sangat luar biasa saya betah banget memandang menara ini pada saat malam hari. Di malam hari menara ini begitu berpijar, kombinasi warna arsitektur kuno menjadikan setiap warna sangat fantastis dan menarik sekali jika dilihat. Berikut beberapa dokumentasi nya.

  1. Kaligrafi Chinese Arabic

Pengalaman terakhir yang menurut saya cukup unik adalah pada saat perjalanan saya ke kota Xi’an saya sempat mendatangi sebuah komunitas Muslim bernama Moslem Street. Di wilayah ini terdapat sebuah masjid dan komunitas muslim dari etnis Tionghoa tertua di dunia. Jika ingin membaca lebih lanjut tentang Mesjid yang terletak di Moslem Street silahkan lihat di link berikut.

img_0189

Perpaduan antara kaligrafi Chinese dan Arabic seperti papan berikut mengugah saya

img_0195

Salah Satu contoh mural yang terdapat di Xi’an Great Mosque melambangkan bentuk akulturasi budaya yang sangat luar biasa ini

img_0201

Mural berikut juga sangat menarik tulisan lafal arabic yang dikemas dengan metode Chinese

img_0209

Bahkan lampion yang merupakan budaya Chinese dibuat lafal arabic

img_0215

Gerbang yang tampak seperti gerbang kuil dihiasi dengan kaligrafi Arabic

img_0220

Xi’an Great mosque sebuah warisana budaya Islam yang luar biasa

Dalam masjid tersebut saya melihat begitu indah sekali kaligrafi yang merupakan perpaduan antara kaligrafi Chinese dengan kaligrafi Arabic. Berikut adalah beberapa contohnya, walaupun saya kurang paham makna dan esensi dari kaligrafi tersebut namun sedikit banyak saya mempelajari bahwa tulisan itu akan selalu memperindah hidup manusia.

Nah dengan demikian selesai sudah perjalanan di 2016 harapan nya adalah makin banyak melakukan perjalanan yang lebih unik, variatif, dan no mainstream di tahun 2017 Amin Ya Rabbal Alamin. Yuk mari kita songsong 2017 dengan salah satu quotes berikut.

My Heart Was Made To Explore

Happy New Year 2017

my-heart-was-made-to-explore

sumber : Travel Quotes Instagram

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: