MACAU : THE LITTLE LISBON

Tepat Desember ini merupakan satu tahun perjalanan saya ke Macau, ingin rasanya menorehkan kisah perjalanan saya ke negeri eropa rasa asia tersebut. Mendengar Macau maka saya yakin banyak yang akan mengatakan bahwa negeri ini merupakan negeri judi. Apalagi jika anda sudah melihat film “Now You See Me 2” betapa kota Macau sangat kental dengan hiburan sulap dan judi. Yup memang ada benarnya karena negeri ini merupakan The Las Vegas of Asia, namun bukan karena itu saya ke negeri ini. Saya tertarik dengan pesona arsitektur bangunanya yang konon merupakan replika dari Kota Lisbon di Portugal.

macau_map

Peta Lokasi Macau

Perjalanan saya adalah di bulan Desember 2015 ketika itu saya mendapat tiket promo dari Medan ke Macau dari AirAisia. Setelah cuti disetujui saya pun segera menuju ke sana, namun dua hari sebelumnya saya menghabiskan waktu di Hongkong dan baru pada hari kedua saya tiba kembali di Macau. Sekilas negeri ini begitu bersahaja dan begitu banyak orang Filipina di sini malah saya juga dikira orang Filipina loh.

dsc01350

Suasana jalan di Kota Macau yang sangat indah

Saya menginap di hotel Holiday salah satu hotel di kawasan Senado Square, gak promo sih hotelnya lumayan mahal tapi cukup comfort dan rata-rata hotel di Macau memang jauh lebih mahal dibandingkan di Hongkong kemudian tidak banyak hostel di kota ini, saya suka dengan lokasinya yang persis berdekatan dengan Senado Square salah satu pusat heritage UNESCO tersebut. Nah yang menariknya adalah selama saya berada di Bandar ini saya tidak mengeluarkan biaya transportasi loh, tips nya adalah saya mengakali mengunakan bus kasino yang disediakan Gratis oleh pihak kasino dari bandara maupun dari terminal ferry.

venetian_macau_free_shuttle_bus

Salah satu bus shuttle milik The Venetian, terima kasih bus anda sudah membantu transportasi saya selama di Macau

Tips : Jika anda berada di Bandar Macau sebaiknya anda gunakan bus gratis milik kasino yang ada misal The Venetian, Cotai Sands, Galaxy, dan City of Dreams. Sebenarnya naik bus umum di Macau sangatlah mudah dan tidak mahal. Begitu sampai di Bandara Macau atau Terminal Maritimo, jika Anda masuk ke Macau dengan menggunakan Turbojet dari Hong Kong, atau dari beberapa daerah di daratan Cina, jangan lupa untuk segera mengambil peta Macau yang juga mencantumkan nomor bus untuk menuju ke tempat-tempat wisata di kota ini. Untuk harga tiket bus juga relatif murah, hanya $3.20 (bisa memakai dolar Macau/MOP ataupun dolar Hong Kong), untuk rute bus di daerah seputar Macau Peninsula. Atau paling mahal $6.40 untuk rute antara Macau Peninsula dan Coloane

Tapi seperti tadi di bahas di awal, selain naik bus umum, kita juga bisa keliling Macau gratis dengan menggunakan fasilitas shuttle bus dari hotel dan casino ternama. Jika tiba di Terminal Ferry, Anda tinggal keluar dari pintu depan gedung tersebut dan menyeberang jalan melalui terowongan bawah tanah. Begitu keluar, akan terlihat jajaran bus dari berbagai casino yang menunggu dan siap membawa Anda. Bus biasanya akan berangkat setiap 10 menit, tinggal pilih Anda ingin menuju ke casino mana dan semuanya GRATIS. Memang salah satu wisata utama Macau adalah mengunjungi casino-casino tersebut. Untuk menuju ke casino lain, Anda tidak selalu harus balik dulu ke Terimal Ferry. Seperti jika Anda ingin mengunjungi The Venetian, City of Dreams atau Galaxy yang berada di daerah Cotai, Anda bisa menggunakan shuttle bus dari hotel dan casino lain yang biasanya masih satu group. Seperti dari Sands, ada fasilitas shuttle bus menuju ke The Venetian dan Galaxy. Dari Wynn dan MGM bisa menuju ke City of Dreams. Selain dari Terminal Ferry, shuttle bus juga tersedia dari bandara dan beberapa tempat lain seperti Gongbei, yang merupakan perbatasan untuk masuk ke Cina daratan. Selamat jalan-jalan gratis di Macau!

Cukup mengenai gratis hehehe, kita bahas mengenai keindahan kota Macau, saya tiba malam hari di kota ini setelah menaiki bus shuttle Grand Lisboa dari terminal Ferry, kurang lebih 15 menit berjalan kaki dari Grand Lisboa saya sudah tiba di Senado Square. Nuansa natal begitu kentara karena memang momennya di bulan Desember, ada Festival of Light sedang berlangsung dan merupakan suatu pengalaman yang sangat luar biasa saya bisa melihat kilauan cahaya. Bangunan St. Paul yang tersohor itu pun tampak sangat antik disorot kilatan cahaya yang memang sangat luar biasa ini.

img_20151222_191046

St. Paul di acara Festival of Light 2015 wah keren sekaliiii

img_20151222_212916

St. Dominic Church di Festival of Light 2015 Macau

Setelah puas melihat kilauan cahaya dan bangunan yang megah akhirnya saya menemukan hotel saya yang berjarak kurang lebih 10 menit jalan kaki dari Senado Square, saya langsung check in dan beristirahat soalnya sudah cukup lelah sekali. Keesokan pagi nya, pagi-pagi sekali saya bangun dan langsung menuju ke Senado Square. Suasana Senado Square pagi itu bener-bener syahdu, karena malam sebelumnya ya ampun ramai banget.

dsc01328

Suasana Senado Square di Pagi Hari

dsc01336

St. Paul Ruins dan Senado Square di pagi hari

Ruins of St. Paul

Perjalanan saya mulai dengan melihat keindahan St. Paul Ruins, saya tidak pernah menyangka bahwa sebuah bangunan yang hanya tinggal pintu depan saja ini menjadi begitu terkenal sekali di dunia. Menurut sejarahnya St. Paul Ruin merupakan universitas pendidikan agama katolik di wilayah asia yang dibangun pada tahun 1602 ini merupakan bagian dari institut pendidikan pertama di Asia Timur yang dibangun oleh Eropa. Bentuk bangunan dari St. Paul’s sendiri sangat unik, terbuat dari tanah liat dan kayu, dan di desain secara luar biasa. Namun, pada tahun 1835 St. Paul’s mengalami kebakaran besar, dan mengakibatkan bangunan kampus dan badan gereja hancur. Tidak ada informasi yang jelas sih mengenai apa penyebab kebakara tersebut namun kini yang tersisa dari bangunan St. Paul’s hanya bagian depan yang masih berdiri kokoh. Setelah direnovasi pada tahun 1990 hingga 1995 bagian belakang dari gereja tersebut diubah menjadi museum. St. Paul’s yang dikenal dengan nama Ruins of St. Paul’s. Kalau dilihat lihat pasti bentuk bangunan ini sangat besar ya ketika dulu dibangun pertama kali sayang ya sudah terbakar jika masih ada mungkin bisa menjadi bangunan paling Indah se Asia Timur.

dsc01337

Ruins of St.Paul

dsc01311

Walaupun sudah berusia 4 abad masih sangat kokoh sekali

dsc01313

Walaupun terkesan Mediteranian tapi tidak dilupakan juga simbol warga China yaitu Naga di St. Paul Ruins

St. Dominic Church

Setelah dari St Paul saya kemudian penasaran dengan sisa peninggalan Portugis di Negara ini yang ternyata sangat berlimpah. Dengan berbekal peta gratis yang saya dapatkan di Bandara saya pun menelusuri satu per satu. Bangunan berikut nya yang saya temukan adalah St. Dominic Church, Igreja De S Domingos, merupakan gereja yang dibangun pada tahun 1587 dan satu di antara 3 gereja tertua di Macau. Dibangun oleh para Jesuits dari Meksiko yang beraliran Brotherhood of Lady Rosary. Walaupun sebagai salah satu Gereja tertua tapi gak ada kesan tuanya menurut saya, bangunan nya eye catching banget dengan warna kuning cemerlang yang sangat imut menurut saya.

dsc01359

St. Dominic Church yang eye catching banget warna kuningya imut

DCIM100MEDIA

Yup Thats Me in the yard of St. Dominic Church

Dom Pedro V Theatre

Melanjutkan perjalanan saya mengunakan kaki tentunya saya sangat terkesima dengan kebersihan kota Macau ini, dan saya menemukan beberapa passage unik yang ada di keramik jalan ada yang bergambar ksatria kuda, ada yang bergambar kapal, dan masih banyak lagi, sangat menarik sekali. Dan satu lagi budaya ala Spanyol yaitu bunga patio ternyata ada juga di Macau ( Coba lihat cerita saya tentang Festival Bunga Patio). Mungkin ada kesamaan ya antara orang Spanyol dan Portugis yang sama-sama menyukai keindahan bunga.

dsc01448

Bunga nya mengingatkan saya dengan Patio di Spain

dsc01383

Paasage bergambar Ksatria Berkuda

dsc01432

Passage Bergambar Kapal Laut Bangsa Portugis

Berikutnya saya menemukan sebuah bangunan unik lainya nama nya Dom Pedro V Theatre, Teatro D. Pedro V, dibangun pada tahun 1860 dan merupakan sebuah teater bergaya western pertama di Asia Timur yang merupakan perpaduan antara budaya Portugis dan Chinese yang akhirnya disebut budaya Macanese. Teater ini hanya berkapasitas 300 orang gak banyak sih namun bangunan ini merupakan salah satu landmark yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap budaya Macanese.

dsc01376

Dom Pedro V Theatre, teater pertama bergaya western di Asia

Lilau Square

Setelah meninggalkan Dom Pedro saya mulai berjalan agak menanjak yang membuat saya jadi sedikit kelelahan namun saya tidak pantang menyerah, setelah berjalan lumayan jauh saya menemukan sebuah tempat yang sangat European sekali, dan ada sebuah kolam air mancur yang lucu banget. Nah air mancur ini namanya Lilau Square, Largo De Lilau. Air mancur di sini merupakan sumber mata air pertama yang ditemukan oleh Bangsa Portugis di tanah Macau. Makanya mereka sebut sebagai sumber keberuntungan, tapi memang imut banget sih bentuk air mancur ini yang bentuknya itu kurang lebih adalah kepala gadis kecil yang lagi meniup eh keluar air, pada saat saya di sini pas banget air mancur nya lagi hidup dan sontak saya tertawa melihat wajah sang gadis yang sedang meniup air (lumayan menghilangkan capai dan lelah berjalan). Nah di seputaran dari Lilau Square ini merupakan tempat pertama kali nya bangsa Potugis menetap sehingga perkampungan di sekitaran Lilau Square  ini merupakan perkampungan tertua di Macau.

dsc01406

ini adalah perkampungan pertama bangsa Portugis di Macau

dsc01390

Lilau Square imut banget

St. Anthony Church

Agak sedikit berjalan dari Lilau Square kita menemukan sebuah gereja lagi yang paling besar dan sekaligus paling tua di tanah Macau, St. Anthony Church, Igreja De Santo Antonio. Gereja ini adalah gereja tertua di tanah macau dibangun pada tahun 1560 oleh para Jesuits dari Portugis. Bangunan ini juga berwarna kuning dan terlihat masih sangat terawat dengan baik.

dsc01384

St, Anthony Church gereja tertua di Macau

dsc01439

Suasana Gereja di Macau benar benar seperti di Lisbon

Tiba kita di akhir cerita sebuah pengalaman yang tidak akan saya lupakan seumur hidup berada di Bandar Macau sebuah negara yang masih menjaga dengan sangat baik semua heritage nya. Apalagi dengan Heritage ala Portugal yang menurut saya sangat luar biasa ini menjadikan perjalanan ini menjadi salah satu perjalanan terbaik saya. nantikan kisah selanjutnya ya dan jangan lupa berikan masukan dan komentar anda.

 

6 comments

  1. Di sana yang bahkan hanya reruntuhan pintu depan pun masih bisa dilestarikan dengan begitu cantik dan diolah jadi tempat wisata yang keren. Apalagi bangunan-bangunan yang masih utuh itu, malah tak kelihatan bangunan tua ya Mas, karena bersih dan tampak baru belum lagi catnya yang mentereng, tapi selain warna tak ada yang berubah lantaran gaya Portugisnya masih terasa banget sama dengan saat-saat di abad 16 itu. Kalau ingat Makau saya jadi ingat Meriam Si Jagur, yah paling tidak Indonesia punya satu kenang-kenangan dari sana dan masih ada sampai sekarang, hehe.

    Like

    1. Wah Mas gara pengamat sejarah juga ya, nampaknya kita harus sering sering diskusi ini, tapi saya baru dengar Meriam si jagur ini boleh jelaskan sedikit Mas meriam apa itu aku baru tau kalau ada peninggalan Portuguese di Indonesia

      Like

      1. Itu karena tadi baru habis dijelasin sama teman di Kota Tua Mas, hehe. Meriam itu ada di sana, di halaman Kota Tua. Katanya sih itu meriam Portugis yang diboyong Belanda buat jaga benteng, tapi malah terkenalnya dari sisi mistis gara-gara konon bisa mendatangkan keturunan bagi pasangan yang belum bisa punya anak lantaran simbol porno yang ada di ujung meriamnya.

        Like

      2. Wah aku malah baru tau ini ada pernah saya lihat meriam di kota tua ,tapi kurang detail Kali ya saya jadi gak dapat info kalo itu peninggalan portugis, makasih banyak infonya Mas Gara jadi bertambah pengetahuan saya, oiya saya rasa Mas Gara perlu kunjungi Macau banyak sejarah yg bisa digali disini mas

        Like

      3. Sip! Saya masukkan ke dalam wishlist, hehe. Macau memang keren banget yak.

        Like

  2. […] St. Paul saya mendadak flashback ke St Paul Ruin di Macau yang pernah saya datangi lihat kisah nya disini. Sedikit saya ambil benang merah karena kedua St. Paul ini sama-sama didirikan oleh […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: