City of Inferno : Istanbul

“We’re in the wrong country”

Itulah salah satu kutipan dari Prof Langdon kepada Sienna Brooks ketika mereka berada di St. Mark Basilica Venice dimana Prof Langdon menyadari bahwa sebenarnya mereka berada di kota yang salah. “The City of Inferno not in Venice but It’s in Istanbul” lanjut Prof Langdon. Berkat kisah ini maka saya berinisiatif membuat cerita ini di blog ini dengan menceritakan beberapa sudut pandang saya ketika berkunjung ke kota Inferno ini mengunjungi 2 tempat yang menjadi plot dari Novel Scientific Dan Brown Inferno yaitu Hagia Sophia dan Basilica Cistern. Kebetulan saat ditulis kisah ini novel Inferno telah dijadikan film layar lebar dengan pemainnya tetap Tom Hanks yang sepertinya cocok banget jadi Prof Langdon.

Map Istanbul Source : Istanbul Visit

Basilica Cistern

Yerebatan Sarnici/Sarayi yang artinya “Istana Yang Tenggelam” atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Basilica Cistern merupakan sebuah bangunan penampungan air yang dibangun oleh Bangsa Romawi Kuno. Tempat penampungan ini menjadi sumber air utama dari kota Constantinople sampai masa kota Istanbul. Bangunan ini dibagun oleh Kaisar Justinian pada tahun 532 M (umurnya sudah 15oo tahun ) dengan tujuan agar persediaan air bersih di Constantinople dapat berjalan dengan lancar dan berkesinambungan.

Pada saat saya berkunjung ke kota ini, bangunan ini merupakan salah satu atraksi utama dalam mengunjungi Istanbul. Tempatnya agak sedikit menipu mata karena jalan masuknya bener-bener kecil banget. Jaraknya juga gak terlalu jauh dengan Hagia Sophia, hanya 5 menit berjalan kaki, jika anda sudah melihat antrian ramai di sebuah pintu kecil dari rumah yang kecil juga nah itulah dia pintu masuk menuju ke Basilica Cistern.Dengan harga tiket hanya 10 Lira (tahun 2014) maka kita bisa menyaksikan bangunan Aquaduct bersejarah yang sudah berumur 1500 tahun ini.

Mulai memasuki pintu masuk kami menemui jalan menuju ke bawah tanah dengan tangga-tangga. Kemudian kita melihat cistern atau pilar-pilar yang menyangga setiap sudut dari tempat ini. Pilar-pilarnya benar- benar khas dari Romawi. Ketika kita memasuki bangunan ini, tidak terasa ramai loh malah sangat tenang sekali, awalnya saya juga heran karena tadi ketika membeli tiket kami lumayan lama antrinya tapi ketika masuk ke dalam semua orang menyebar dan malah tidak terasa sempit ataupun sesak loh.

Pilar Aquaduct yang sangat indah

Nah rupanya jawabanya adalah karena susunan bangunan ini yang memang sangat luas  hingga 9800 M dan ditopang oleh 338 tiang yang terbuat dari marmer. Basilica Cistern sempat tertutup selama 200 tahun ketika Constantinople jatuh ke tangan Ottoman, namun karena ada seorang dari Perancis yang mulai menggali dengan mendapat infromasi dari masyarakat Istanbul yang menemukan ikan dalam air yang mereka timba di sumur mereka dan akhirnya menemukan kembali Basilica Cistern. Karena ditinggal cukup lama Basilica Cistern pun menjadi kolam penuh ikan yang saat ini ikan masih banyak menyelam di Cistern. Salah satu arsitek dari Ottoman pun mulai merenovasi bangunan ini dan kembali dijadikan tempat penampungan air ke Topkapi Palace (istana kerajaan Ottoman), dan sampai tahun 1973 dan sekarang tempat ini dijadikan museum serta bangunan bawah tanah yang paling keren yang pernah saya lihat.

img_20141203_143409

Seperti berada dalam Istana kan maka tempat ini pun disebut Istana Yang Tenggelam

Menariknya adalah ketika kita mengelilingi Cistern ada latar sound lagu-lagu klasik berupa orkestra gitu (kebetulan ssat itu saya tidak begitu familiar dengan lagunya) yang membuat kita nyaman banget keliling tempat ini. Mungkin karena itu juga ya jadinya tempat ini gak terasa sumpek dan sesak padahal hampir 10 ribu pengunjung loh yang datang setiap harinya ke tempat ini. Nah satu tempat yang menjadi tempat favorit dan penasaran yang banyak dilihat oleh turis adalah The Head of Medusa. Yup Medusa salah satu makhluk berjenis Gorgonis ini merupakan makhluk mitologi Yunani yang paling terkenal apalagi dengan Legenda Perseus yang berhasil mengalahkan Medusa dan menggunakan kepalanya untuk melawan Kraken yang menyerang Kota Byzantine.

img_20141203_144156

The Head of Medusa, yang ini adalah posisi Terbalik

Konon legendanya bahwa kepala Medusa yang digunakan di tempat ini merupakan kepala yang dibawa langsung dari Byzantine dan lagi lagi konon merupakan kepala asli Medusa yang terjatuh di kota Byzantine selepas pertarungan Perseus dengan Kraken. Ya itu sebuah legenda sih boleh percaya boleh tidak, adapun kepala Medusa ditaruh di sini adalah gunanya untuk menjaga pilar agar tidak bergoyang dan karena kepala Medusa apabila ditatap di bagian mata akan merubah orang yang menatapnya menjadi batu maka kepalanya diposisikan terbalik. Ada dua kepala Medusa yang terpancang di sini, yang pertama dipasang terbalik dan yang kedua dipasang menyamping.

img_20141203_144225

Head of Medusa 2 yang ini posisinya menyamping

Adapun kisah Dan Brown Inferno dengan mengunakan latar keindahan Basilica Cistern, dijadikan tempat persembunyian salah satu tabung berisi wabah yang mampu membunuh umat manusia. Kenapa diletakan di Cistern karena wabah akan mudah menyebar jika berada di air dan debit air Cistern sangat besar ditambah di tempat ini juga punya saluran udara yang sangat luas sehingga dapat menyebarkan wabah via udara. Dan kenapa diletakan di bawah patung Medusa karena sesuai dengan sang penyair Dante bahwa ada monster di bawah air sama perumpamaanya dengan Basilica Cistern itu sendiri.

img_20141203_143422

Tempat ini begitu tenang dan jauh dari kiruk pikuk Istanbul

Setelah lelah berjalan-jalan di Cistern di tempat ini ada juga sebuah cafe yang cocok juga bagi kalian yang berpasangan menikmati ketenangan di luar hiruk pikuk Istanbul yang sangat padat dengan segelas kopi plus musik klasik wow bener bener nikmat sekali.

Hagia Sophia

Saya sangat excited sekali jika menceritakan tentang Hagia Sophia karena bangunan ini sangat melegenda sekali. Awalnya keinginan saya ke tempat yang pernah menjadi gereja dan mesjid. Bangunan yang sama seperti yang saya temuia baru-baru ini yaitu Mezquita di Cordoba yang merupakan kebalikan dari Hagia Sophia yaitu Mesjid yang menjadi Gereja.

img_1604

Hasil kamera saya untuk keindahan Hagia Sophia

Bangunan yang dibangun pada tahun 28 Desember 537 M oleh Kaisar Justinian (selang 5 tahun setelah Basilica Cistern), ini pernah menjadi gereja terbesar di dunia Kristen selama kurang lebih 1000 tahun sampai Gereja yang sama yaitu St. Peter di Roma selesai dibangun. Saat ini, kubah dan menara dari Hagia Sophia merupakan simbol dari Istanbul, bangunan ini telah banyak menjadi saksi peradaban dan telah dijadikan beberapa tempat ibadah mulai dari Katedral Katolik, Yunani, dan Islam.

dsc_0244

Dari depan Sultanahmet Square bangunan Hagia Sophia sangat megah sekali

Kubah Besar Hagia Sophia diyakini sebagai bentuk interpretasi dari keilahian sehingga banyak arsitektur mesjid dan gereja dipengaruhi oleh kubah tersebut. Dan memang sangat takjub sekali mata saya melihat keindahan dari Hagia Sophia ini. Di depan Hagia Sophia terdapat sebuah mesjid yang bernama Blue Mosque atau Mesjid biru yang merupakan mesjid yang dibangun untuk membuktikan bahwa masyarakat Turki pun mampu membangun sebuah bangunan yang megah. Di tengah antara kedua bangunan ini ada sebuah taman yang merupakan tempat berkumpulnya para turis yang siap untuk mengambil berbagai posisi dokumentasi yang mereka rasa terbaik. Taman ini disebut juga dengan Sultanahmet Square.

dsc_0211

Ini adalah Sultanahmet Square

Kembali ke Hagia Sophia, harga tiket masuk ke museum ini adalah 20 Lira cukup murah loh, kemudian kita bisa berkeliling sepuasnya di dalamnya sediakan waktu kurang lebih 3 jam ya agar anda puas mengelilinginya karena setiap sudut punya cerita yang berbeda. Di dalam novel Dan Brown diceritakan bahwa di Hagia Sophia ada makam Enrico Dandolo seorang Doge dari Venice, namun sayangnya pada saat saya berada di sana saya tidak temukan dimana makam tersebut. Dan pada saat saya berada di sini, setengah dari aula besar sedang direnovasi, perasaan saya mengatakan bahwa makam Enrico Dandolo ada di tengah bangunan yang direnovasi itu.

dsc_0257

Pintu Masuk Hagia Sophia

Pertama kali masuk di aula besar saya langsung dihadapkan dengan sebuah gambar yang terletak paling atas dari kubah yaitu potret dari Virgin Mary, yang tepat di bawah samping kanan dan kiri ada tulisan Muhammad dan Allah SWT. Awalnya saya kaget juga apa mungkin pada saat bangunan ini jadi mesjid ada ornamen Kristiani seperti Virgin mary ini ketika jemaah sedang sholat. Rupanya tidak, jadi selama restorasi peralihan dari gereja menjadi mesjid pihak Ottoman telah memerintahkan untuk menutup ornamen Kristiani di bangunan ini dengan plester dan alhasil semua ornamen tersebut terbalut plester selama kurang lebih 5 abad. Nah baru pada saat Attaturk menyatakan Hagia Sophia sebagai museum (tahun 1934) dilakukan restorasi kembali dengan membuka semua plester yang pernah menutup keindahan ornamen tersebut dan jadilah seperti yang kita saksikan saat ini yang dalam kalimat saya adalah sentuhan seni bangunan Kristiani dan Muslim yang membentuk harmoni selayaknya kedua agama ini yang dapat hidup berdampingan di dunia Amin.

dsc_0302

Ketiga simbol ini membuat jadi adanya Harmoni antara Kristiani dan Islam

Hagia Sophia didekorasi indah dengan mozaik khas zaman Bizantium. Mozaik ini sangat menarik perhatian saya namun beberapa sudah tidak begitu terlihat jelas dikarenakan tertutup plester pada saat bangunan dijadikan mesjid. Mozaik-mozaik itu antara lain Virgin Mary, Jesus, pendeta-pendeta dan biarawati. Sejarah awalnya pembuatan mozaik-mozaik ini tidak diketahui karena sebagian lain hilang akibat bencana alam. Tahun 1204, Latin Crusaders memindahkan beberapa ornamen dan mozaik dipindahkan ke Venice, Italia. Hal ini sejalan dengan kisah Dan Brown bahwa beberapa ornamen dari St. Mark Basilica Venice merupakan ornamen dari Hagia Sophia.

Ada beberapa mozaik yang menarik yang saya temukan dan akan saya ceritakan di sini. Pertama adalah Pintu masuk Hagia Sophia dari selatan harus melalui pintu perak menuju lorong ke arah Nartex (aula utama). Sunu Mosaic , Mozaik yang terpasang di Southwestern Vestibule membawa kita ke tahun 944. Bunda Maria (Virgin Mary) duduk di bangku tanpa sandaran berhias berlian. Ada bayi Jesus dipangkuannya, Jesus membawa gulungan. Sebelah kiri Virgin Mary adalah Justinian I yang ditangannya membawa miniatur Hagia Sophia, sementara di kanan adalah Konstantin yang membawa miniatur kota, kota yang kemudian hari dinamai dengan namanya. Secara tersirat, mozaik ini memberi pesan adanya koneksi, dukungan antara gereja dan pemerintah saat itu (tolong koreksi saya jika salah).

dsc_0308

Sunu Mosaic mozaik dukungan pemerintah kala itu terhadap Agama

Kedua, Deisis Composition, Di dinding barat galeri Utara, ada papan mosaik yang mengilustrasikan tahapan Deisis, yaitu sebuah tahapan yang dianggap sebagai awal dari kebangkitan Roma dalam agama Kristiani, Dalam potret ini, terdapat Ioannes Prodromos (Yohanes Pembaptis) di sebelah kanan dan Virgin Mary di sebelah kiri dan di tengah ada Jesus. Dalam mozaik, Virgin Mary dan  Yohanes Pembaptis memohon doa kepada Yesus Kristus untuk belas kasihan kepada seluruh umat ketika tibanya hari kiamat. Ketiga karakter ini membawa karakteristik Era Helenistik yaitu awal mula sebuah seni potret dikembangkan di Eropa, papan Deisis mengambil perhatian dengan cara teknik mosaik dan potret yang berhasil diciptakan. Ini adalah potret pertama di Hagia Sophia dan bagian yang sangat rumit penuh dinamika dan warna pilihan yang sangat beragam.

dsc_0288

Deisis Composition

Ketiga, Komnenos Mosaic, Mozaik ini terletak di galeri atas sisi timur dekat dengan mozaik Pendeta Joe yang dibuat, mungkin, pada masa John II Comnenus, karenanya disebut Mozaik Comnenus. Ada Virgin Mary (lagi) dengan Jesus di gendongannya, diapit oleh Raja John II Comnenus dan istrinya Irene. Jesus sendiri (yang masih kecil ini sudah jago) memberikan berkat dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya memegang perkamen putih. Sekali lagi ada indikasi dukungan pemerintah kepada gereja disimbolkan dalam mozaik ini karena masing-masing pengapit memberikan donasi berupa uang dan perkamen kepada Virgin Mary.

dsc_0285

Komnenos Mosaic

Berikutnya keempat adalah mozaik Pendeta Joe (Zoe Mosaic), juga terlihat galeri mozaik bagian selatan atas. Mozaik yang dibuat abad ke 11 ini menggambarkan Jesus sedang duduk di tahta bertabur berlian mengenakan jubah biru gelap, memberi berkat dengan tangan kanannya dan memegang Injil di kanan kirinya. Sisi kiri Jesus adalah Ratu Joe yang membawa gulungan perkamen sementara sisi kanan adalah Konstantin IX Monomachus yang membawa kantung uang yang menyimbolkan donasinya untuk gereja. Baik Jesus, Ratu Joe dan Monomachus memakai pakaian formal gereja

dsc_0286

Zoe Mosaic

Bangunan Hagia Sophia 2 lantai, dan untuk menuju lantai atas pengujung akan melalui  lorong seperti gua. Dibagian atas terdapat pameran lukisan dan beberapa cuplikan sejarah Hagia Sophia dan peninggalan  lukisan sakral kristen di jaga ketat oleh petugas dan dilarang mengambil foto dengan blitz. Saya sebenarnya ada mengambil foto tanpa blitz tapi entah kenapa kamera di dekat mozaik yang saya foto kok malah ‘blip blip’ warna lampunya ya sudah lah daripada mencari masalah saya pun mencari spot lain. Di bagian atas pun kita bisa melihat sekeliling  dan mengagumi betapa luar biasanya Hagia Sophia ini.

dsc_0268

Tidak ada tangga menuju lantai 2 Hagia Sophia tapi berupa sebuah labirin yang mirip lorong rahasia seperti foto yang saya abadikan berikut

Nah mozaik yang paling baru adalah mozaic Seraphim yang diyakini sebagai figur malaikat yang menjaga singgasana Tuhan di surga, mozaik ini baru saja ditemukan di tahun 2009 ketika sedang renovasi dan tiba-tiba mengelupas sehingga menampilkan wajah sang malaikat. Sebenarnya masih banyak lagi mozaik dan rahasia yang belum terungkap di Hagia Sophia yang saat ini sedang diteliti oleh para arkeologi Turki dan dunia, jadi hal ini akan mendorong saya datang lagi ke bangunan megah ini. Ok pesan itu akan saya ingat dan menjadi modal saya untuk mengunjungi Hagia Sophia lagi. Amin

dsc_0301

Figur Seraphim sang malaikat

dsc_0306

Altar Imam Sholat Berjamaah

dsc_0273

Kaligrafi Islam juga tidak kalah menarik di Hagia Sophia

Kaligrafi islam di museum ini juga tidak kalah menakjubkan loh. Total terdapat 8 kaligrafi dengan tulisan Allah, Muhammad, dan 4 khalifah besar yang masuk dalam Khulafaur Rasyidin yaitu  Abu Bakar, Umar Bin Khatab , Usthman dan Ali bin Abi Thalib, kemudian dua cucu Nabi Muhammad SAW juga ada di sini mereka adalah Hasan dan Husein.

dsc_0281

Kaligrafi Muslim

dsc_0299

Potret saya di Hagia Sophia serasa jadi Prof Langdon yang sedang mencari wabah hehehehe

Tips Mengunjungi Hagia Sophia
1. Dalam kondisi normal, Hagia Sophia seharusnya antri panjang pada pagi hari saat bus turis berdatangan. Jika Anda nanti berkunjung , datanglah pagi sekali saat museum buka (jam 9) atau sore hari, saat rombongan tur sudah meninggalkan Hagia Sophia.
2. Bawalah binocular (teropong), bagi anda yang ingin menikmati keindahan kaligrafi dan mozaik secara up close and personal.
3. Jika anda bermaksud untuk santai di Sultanahmet Square harap berhati hati ya karena banyak sekali scam yang suka mengincar turis dengan berbagai motif, disarankan anda tidak perlu berlama-lama di taman ini.
 4. Kunjungan ke Hagia Sophia bisa digabungkan dengan beberapa tempat di sekelilingnya seperti: Basilica Cistern, Blue Mosque, Topkapi Palace dan Grand Bazar.
Setelah mengunjungi Hagia Sophia, saya semakin menyadari keindahan kota ini dan sekaligus puisi indah Dante sebagaimana yang disebutkan dalam buku Inferno Dan Brown. Istanbul you are the magnificent City of Inferno. Walaupun saat ini kondisi Turki sedang banyak masalah saya berharap semoga dapat kembali normal karena negeri ini sangat indah dan layak untuk dikunjungi oleh siapa saja.
Demikian tulisan dari saya monggo dikomen ya Terima kasih
Ferdi Cullen

5 comments

  1. Wah, keren bisa mampir ke Yerebetan Sarayi! Baru beberapa hari lalu nonton Inferno, terus jadi mupeng ke Firenze 😀

    Like

    1. Salam kenal Mas Marius, iya wajib datang ke Yerebetan Sarayi jika ke Istanbul, Dan saya juga belum pernah ke Firenze sih tapi insyaallah saya sudah niat someday I will go to Firenze Dan akan buat kelanjutan kisah INI. Sekali lagi terima kasih banyak sudah mampir ya Mas dan sering mampir ya

      Like

      1. Semangat ke Firenze, bro! Anyway, it’s “Matius”, hahaha

        Like

  2. Matlaul Anwar "Anwar" · · Reply

    mantap mas tulisannya, detail… terima kasih ilmunya

    Like

    1. Terima kasih juga sudah berkunjung sering-sering ya salam kenal

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: