Pesona Yang Tersembunyi di Kota Tua PINGYAO

Pingyao, bagi sebagian orang pasti nama kota ini terdengar begitu asing di telinga. Walaupun demikian kota ini masuk ke dalam jajaran situs warisan budaya dunia UNESCO pada tahun 1997. Kota ini menjadi bukti nyata sekaligus saksi bisu kejayaan dua dinasti di Mainland China yaitu Dinasti Ming dan Dinasti Qing. Namun yang menarik adalah kota ini luput dari pantauan turis mancanegara, hanya turis lokal saja yang banyak mendatangi tempat ini. Kota ini kalah bersinar dibandingkan kota tua lainya yaitu Kota Lijiang yang berdekatan dengan Beijing, namun bukan berarti hal tersebut menghalangi langkah saya untuk mengetahui dan menjadi saksi dari keindahan kota tersebut. Ikuti kisah nya di artikel berikut ini.

City-Map-of-Pingyao

Peta Kota Pingyao Sumber : Chinadiscovery

IMG_0596

Gerbang Utara Tembok Kota Pingyao

Berada di provinsi Shanxi Tengah, sekitar 100 km dari dari ibukota provinsi yaitu Taiyuan. Pingyao merupakan sebuah kota kuno yang dibangun di masa Dinasti Zhou. Kota ini sangat dilindungi oleh pemerintah China, karena diyakini mempunyai sejarah lebih dari 2700 tahun yang lalu. Kota ini dikelilingi oleh sebuah tembok yang menjadikan kota ini layak disebut The Wall City of Pingyao. Dengan panjang 6 km, tembok ini dibangun dengan pondasi batu dan marmer yang sangat kuat. Tembok kota ini sangat unik yaitu membentuk simbol kura-kura, menurut mitologi China kura-kura adalah lambang umur panjang dan kota ini memang bertahan sampai saat ini sudah berumur ribuan tahun.

IMG_0591

Kiri kanan semua bangunan berumur ribuan tahun

IMG_0609

Gerbang memasuki kawasan kuil di Pingyao

IMG_0610

Jalanan Kota Pingyao sudah seperti di dunia persilatan

IMG_0586

Pintu model Kang ini banyak menghiasi rumah di dalam kota Pingyao

Kita akan bercerita terlebih dahulu mengenai bagaimana cara untuk sampai di kota ini. Ada beberapa cara untuk sampai ke kota ini. Cara yang saya gunakan adalah cara yang praktis and no ribet yaitu naik China High Speed Train saya akan bahas cara yang saya gunakan yaitu dari kota Xi’an tepatnya di Xi’an North Railway Station saya mengunakan kereta api cepat yang sudah saya booking sebelum saya melakukan perjalanan ke China yaitu kurang lebih 3 bulan sebelumnya di website chinatripadvisor, tiket kereta cepat saya beli dengan harga promo yaitu USD 20 ditambah pajak kurang lebih kita membayar USD 26 sekali berangkat dengan kelas penumpang yaitu 2nd Class. Lama perjalanan adalah 3 jam 20 menit dan kereta cepatnya juga sangat bersih dan nyaman.

IMG_0584

Jalan kota Pingyao yang sangat indah

DCIM100MEDIA

Saya berusaha selfie di menara Tengah Kota Pingyao yang sudah berumur ribuan tahun

IMG_0646

Rumah ini mengingatkan saya akan rumah Tjong A Fie di Medan namun yang ini usianya sudah 500 tahun

Tips : Jika anda ingin memesan tiket kereta api dan pesawat domestik di Mainland China saya rekomendasikan website ctrip.com karena di website ini sangat lengkap sekali untuk keterangan lama perjalanan, stasiun keberangkatan, stasiun kedatangan, nomor kursi. Selain website ini saya juga rekomendasikan chinatripadvisor.com dimana saya memesan tiket kereta saya menariknya adalah di Chinatripadvisor ini kita terdapat pilihan antar ke hotel sehingga kita bisa menerima langsung tiketnya yang diantar langsung ke hotel tempat kita menginap Free of Charge asyik kan silahkan lihat websitenya ya.

Saya tiba di Pingyao sudah malam hari, saya langsung menuju ke kawasan kota tua karena saya menginap di kawasan dalam kota tua Pingyao. Saya menginap Pinyao Harmony Guest House saya dapat Single Room kamar tradisional China model Kang, kebayang gak sih gimana rasanya bisa tidur di kamar khas China tersebut. Dengan hanya  125 yuan satu malam total saya menginap 2 malam yaitu 250 yuan (ya lumayan mahal sih memang hampir 500 ribu ) tapi saya puas banget menginap di situ.

DCIM100MEDIA

Ceritanya tersesat dan mencari Pendekar Ulat Sutera

DCIM100MEDIA

Serasa berada di masa lalu

Dari Pingyao Harmony Guest House kita hanya tinggal berjalan kaki saja mengelilingi kawasan kota tua Pingyao, jadi tidak perlu ada lagi namanya biaya transportasi publik untuk wisata di kota ini.

Menjelajah kota Pingyao membuat saya seperti berada dalam setiap setting dan latar dalam film seri laga China yang dulu pernah tren di Indonesia di era 90 an sebut saja The Return of Condor Heroes, Pendekar Ulat Sutera, sampai Pedang Pembunuh Naga. Saya tidak mendapat banyak informasi bahwa film tersebut ada dibuat di sini namun atmosfir dan suasananya begitu kental dan terasa seperti saya berada di lokasi dimana para pendekar itu biasanya tiba di sebuah kota.

IMG_0592

Pedagang kaki lima di Pingyao

IMG_0590

Pingyao di tengah keramaian penduduk lokal

Mulai dari pedagang kaki limanya, kemudian struktur bangunanya yang murni dibuat kayu dengan pintu khas model Kang yang bisa digeser geser, jalanan nya sampai udara nya yang begitu bersih. Berbeda sekali dengan kota Xi’an yang setiap hari macet sama kayak di Medan. Sekedar informasi kota tua Pingyao ini kendaraan bermotor dibatasi sehingga namanya mobil dan motor yang notabene berpolusi tinggi dilarang masuk, tapi saya masih melihat sih satu dua mobil, namun udaranya benar benar sangat bersih saya suka sekali tinggal di sini rasanya seger sekali.

Sebagai sebuah cagar budaya, kota ini dipenuhi dengan kuil dan museum maka boleh saya katakan kota ini adalah Surganya Museum dan Kuil kali ya. Beberapa buah kuil yang menarik untuk dikunjungi adalah Temple of The City God yang merupakan kompleks kuil yang terdiri dari 3 kuil. Selain itu banyak sekali atraksi museum yang penuh pesona, museum yang paling banyak dikunjungi adalah Rischensang Exchange Shop yang dibangun pada masa pemerintahan dinasti Qing.

IMG_0599

Selain gerbang besar banyak juga gerbang kecil yang sangat indah contohnya gerbang ini

Dari segi makanan di kota ini banyak sekali makanan khas yang bisa dicoba oleh para penggemar kuliner. Namun yang sangat saya sayangkan di sini tidak ada restoran halal jadi buat yang Muslim harus sangat berhati-hati dalam memilih makanan. Untuk biaya hidup jangan tanya disini murah murah harga satu buah air mineral saja 3 CNY jauh lebih murah dibandingkan di Xi’an.

Sedikit cerita mengenai Rischengsang ini, dulunya pada masa Dinasti Qing, Pingyao adalah kota yang terkenal sebagai kota Finansial, disinilah pertama kalinya ekonomi China berkembang dengan didirikanya sebuah tempat penukaran uang makanya disebut Exchange Shop, kala itu proses perdagangan dilakukan dengan barter namun untuk pertama kalinya dalam sejarah China di kota ini dikenalkan uang perak yang mana dapat dipertukarkan dengan barang berharga si nasabah. Jadi konsep nya adalah si nasabah mempunyai beberapa barang berharga yang akan ditaksir oleh para penaksir di toko ini kemudian mereka memberikan sejumlah uang perak kepada nasabah tersebut. Wah benar-benar konsep ekonomi yang sederhana tapi brilian. Kabarnya ini merupakan cikal bakal industri perbankan dan pada abad ke-18 kota ini merupakan Wall Street nya China.

Kemudian kunjungan lain yang sangat direkomendasikan di kota ini adalah mengunjungi tembok kota dan berjalan melewati tembok kota tersebut. Kecantikan kota Pingyao ditutupi dan dilindungi oleh tembok kota yang sangat megah ini. Tembok ini sudah melindungi kota dari bukan hanya dari perang namun dari modernisasi. Tembok ini terdapat 6 buah gerbang. Di sini kita bisa menikmati keindahan Pingyao dari ketinggian.

Tips : Untuk bisa masuk menikmati semua atraksi baik kuil maupun museum dan tembok kota Anda harus membeli tiket seharga 150 CNY dengan akses ke 20 tempat kunjungan wisata pastikaan anda dapat mengunjungi nya satu hari penuh mulai dari pukul 08.00 sd 18.00 mulai pukul 18,00 semua atraksi akan ditutup.

IMG_0630

Red Lantern menghiasi gang gang sempit kota tua ini

IMG_0636

Cahaya Red Lantern yang remang namun sangat indah

Menjelang malam saya merasakan keajaiban karena ternyata pada malam hari kota ini jauh lebih atraktif. Lampu lampion yang menjadi penerangan di kota ini mulai menyala dan saya pun merasakan keindahan dari lampu-lampu tersebut. Lampu-lampu tampak menghiasi semua bangunan tua baik restoran maupun cafe yang ada di kota ini. Keindahan malam dengan lampion merah merupakan hal yang sangat saya sukai dari kota ini dan merupakan hal yang tidak akan saya lupakan seumur hidup saya.

IMG_0622

Pingyao di Malam Hari begitu ramah dan menyenangkan sekali berjalan di malam hari

IMG_0625

Red Lantern di malam hari banyak yang sangat unik contohnya yang bergambar kupu-kupu ini

Demikian kisah saya di kota yang memberikan seribu kenangan bagi saya ini Saya tutup kisah saya di Pingyao ini dengan sebuah quotes.

Travel is not Reward for Working Its Education for Living

Ferdi Cullen

5 comments

  1. Sampai sebelum membaca artikel ini, aku belum terpanggil untuk mengunjungi China. Tapi setelah membaca ulasanmu tentang kota Pingyao ini, aku mulai tergugah untuk mencoba ke China. Sebagai penyuka kota kuno, aku tertarik banget pas melihat foto-foto yang dirimu pasang di artikel ini. Ditambah informasi yang dirimu cantumkan di dalam artikelnya. Lengkap!

    O iya, kayaknya seru juga nginep di guest house bergaya Kang itu. Hmm, harga segitu sudah sama sarapan belum Fer? Lalu kamar mandi dan wc nya gimana, bersih gak? Soalnya aku sering mendengar kabar tentang ‘jorok’nya orang-orang China daratan, terutama di kamar mandinya.

    Sayang gak ada foto kamarnya nih, padahal penasaran banget pengen lihat dalamnya seperti apa.

    Like

    1. Hi Mas bart terima kasih sudah mampir ke website aku, mengenai pergi ke negeri China memang bukan mimpi atau bucket list banyak orang sih mas, saya sudah menyadari hal tersebut jauh sebelum memutuskan ke tujuan ini, setelah yang saya alami ternyata memang memberikan kesan tersendiri mengunjungi negeri ini seperti yang mas sebutkan yaitu toilet, tidak saya pungkiri hal tersebut memang benar adanya mas, saya menjadi saksi beberapa toilet umum yang kondisinya sangat memprihantinkan namun karena niat yang kuat ingin mengetahui negeri yang menjadi salah satu kebudayaan tertua di dunia ini, mau gak mau kita harus cari cara dong untuk menangani hal tersebut karena bagi saya yang notabene jarang sih ke toilet kalau gak bener bener kebelet hal ini saya yakin dapat mengatasinya hehehehe
      Kemudian mengenai foto kamarnya iya mas saya sepertinya saya kehilangan foto tersebut saya sudah cari di kamera saya gak ada lagi sangat disayangkan sih memang namun bentuk kamarnya itu ada satu buah tempat tidur dengan tirai atau kelambu berwarna merah kemudian kasurnya yang keras sama bantalnya itu kotak ditambah selimut merah susunan nya sesuai dengan Feng Shui jadi tempat tidur menghadap jendela. Untuk harga tidak termasuk sarapan jadi ya memang dapat dikategorikan mahal cuman pemiliknya bahasa inggris nya bagus banget jadi sangat membantu sekali dalam berkomunikasi
      oiya selamat ulang tahun ya mas bart semoga panjang umur, sehat selalu, sukses selalu, dan keep travelling ya mas
      terima kasih

      Liked by 1 person

      1. Hahaha soal toilet itu anehnya pas di India dan Nepal aku gak masalah. Tapi kok kalau China aku rada-rada gimana gitu, soalnya membayangkan konon di sana toilet di kota-kota besar pun bisa jorok. Lebih ke behaviour orang nya sih, bukan ke kondisi infrastrukturnya. Makanya aku selalu nanya sama yang pernah kesana hahahaha.

        Jadi kebayang kamarnya kaya yang di film-film silat itu ya Fer? 🙂

        Makasih sama-sama Fer untuk ucapan dan doa nya. Doa yang sama juga untuk dirimu yaaaa 🙂

        Like

  2. Vivin Rustam · · Reply

    hai ferdi,salam kenal ya.Seneng banget baca kisah perjalananmu ke kota tua ini.Tq untuk infonya coz kalau g baca kisahmu,saya g tau nih tentang Pingyao.Saya mmg suka banget sama cina.Dari film-filmnya,budayanya,heritagenya,yang mmg kuno2 banget ya.Sampai-sampai dari jaman Nabi pun udah ada kata-kata ‘bergurulah sampai ke negri cina’.Alhamdulilah niat pingin ke cina udah terlaksana januari’17,dan 2 minggu disana.Kalau orang-orang cita-citanya pingin ke Eropa, Jepang, Korea, tapi saya mah tetep,cina!Dan InsyaAllah Januari’18 mau balik jelajah ke negri tirai bambu ini, coz cina itu luas banget, so kalau cuma sekali kesana, g akan cukup waktu untuk jelajah smuanya.Mungkin kota tua Pingyao ini jadi salah satu destinasi saya.Tq ya Ferdi.

    Like

    1. Hai salam kenal juga Vivin wah luar biasa ya sampai 2 minggu di Cina, aku setuju banget sama kamu China merupakan salah satu budaya tertua jadi worth to visit banget kok. Iya benar kamu harus masukan kota Pingyao ini sebagai salah satu itinerary kamu jika berkunjung lagi ke China karena pada saat saya ke sana masih sedikit banget orang Indonesia yang kemari jadi memang tempatnya gak tourisity gitu beda dengan kota Beijing, Lijiang, dan lainya. Sekali lagi terima kasih ya sudah berkunjung ke blog saya

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: