Huajuexiang Mosque dan Hui People Street : Bukti Peradaban Islam Tertua di Asia

Mesjid Huajuexiang atau yang lebih dikenal dengan Great Mosque of Xi’an atau Mesjid Raya Xi’an merupakan salah satu mesjid tertua di dunia. Mesjid ini merupakan mesjid pertama di China, dan sepengetahuan saya juga yang pertama di wilayah Asia Timur dan Tenggara. Mari simak kisah perjalanan saya ke kota Xi’an mengunjungi tempat yang sangat historis ini.

xian-1

Maps of Great Mosque Xi’an

SILKroad

Silk Road Map sampai ke kota Xi’an (Chang An)

Ada dua versi catatan sejarah yang menuliskan mengenai sejarah mesjid ini. Pertama adalah literatur yang menuliskan bahwa mesjid ini dibangun pada tahun 742 tepat 110 tahun setelah Nabi Muhammad SAW meninggal dunia. Mesjid ini dibangun untuk menghormati para pedagang Persia dan Arab yang menempuh perjalanan jalur sutra tepat di kota Chang An (nama kota Xi’an kuno). Era Dinasti Tang ketika itu yang dipimpin oleh Kaisar Tian Bo memerintahkan pembagunan mesjid ini dengan tujuan agar membuat betah para pedagang Persia tersebut. Kala itu hubungan dagang sangat luar biasa antara pedagang persia dan China mereka saling bertukar barang dan mereka pun mendapat kesejahteraan dan kemakmuran bagi kedua belah pihak dengan adanya jalur Sutera tersebut.

Saya tentu percaya dengan teori pertama, namun catatan sejarah yang lain menceritakan bahwa mesjid ini dibangun oleh Laksamana Cheng Ho pada era Dinasti Ming. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Laksamana Cheng Ho seorang penjelajah China Muslim yang sangat suka sekali memakmurkan mesjid bahkan di negeri kita Indonesia ada beberapa mesjid yang dimakmurkan oleh sang Laksamana.

the_cheng_ho_treasure_ship

Laksamana Cheng Ho seorang penjelajah muslim yang hobi memakmurkan Mesjid

Yang menarik dari mesjid ini adalah arsitekturnya yang menurut kacamata orang Indonesia pasti tidak akan menyangka ini mesjid. Jika ditanya beberapa orang Indonesia sebenarnya bayangan mereka mengenai mesjid itu apa sih?, saya yakin jawaban mereka adalah kubah yup kubah mesjid, namun anda jangan salah di mesjid ini tidak ada sama sekali kubah.

IMG_0196

Gerbang Utama Mesjid sekilas seperti gerbang istana China biasa

Sekedar informasi saja bentuk kubah sendiri pun bukan milik Islam sepenuhnya, dahulu kubah banyak menjadi salah satu arsitektur kuil-kuil parthenon di masa Byzantium, kemudian ketika masuknya agama Kristiani sebagai agama resmi Kekaisaran Romawi dengan cepat semua kuil Parthenon dirubah fungsinya menjadi Gereja, dan jadilah Gereja mempunyai bentuk kubah. Setelah penaklukan kerajaan Turki Ottoman di era abad 14 lah baru gereja-gereja di Konstatinopel dirubah menjadi Mesjid dan saat itu dimulai pengenalan adanya arsitektur Mesjid dengan Kubah oleh bangsa Turki ke seluruh dunia. Jadi please jangan lagi berasumsi bahwa mesjid harus berkubah ya.

IMG_0192

Tampilan taman di mesjid ini begitu asri

Sekian mengenai kubah, arsitektur dari Mesjid Huajuexiang ini mengadopsi dari bangunan tradisional China yang selalu menjadi landmark dari tempat peribadatan umat lain di China yaitu Buddhist. Oleh sebab itu banyak literatur yang menyebutkan ini merupakan mesjid kelenteng.

Mesjid ini mempunyai luas 12 ribu sd 13 ribu M2 dengan bentuk seperti persegi panjang dan memanjang dari timur ke barat. Mesjid ini terdapat empat Area yaitu Area Gerbang, Area Taman, Area Kekaisaran, dan terakhir adalah Area Peribadatan (Tempat jamaah sholat).

IMG_0205

Gerbang ini perpaduan budaya Timur Tengah dan China

Cara menuju ke mesjid ini saya mengikuti petunjuk dari travelchinaguide.com salah satu situs panduan ke negeri tirai bambu yang sangat lengkap saya sangat merekomendasikan website tersebut. Dan menariknya website ini terus diupdate sesuai informasi terbaru yang terjadi. Berdasarkan petunjuk dari website tersebut dikatakan bahwa kita pertama harus menuju ke Muslim Street. Cara untuk ke Muslim Street adalah dengan mencapai Drum Tower (salah satu icon menara di Xi’an), dari drum tower kita berjalan ke arah utara yaitu nama jalan Huajue Lane, nanti kita akan menjumpai orang-orang yang berpakaian muslim seperti pria mengunakan kopiah dan wanita berhijab kalau sudah menemukan ini percayalah anda tidak nyasar anda sudah sampai di Hui People Street atau dikenal dengan Muslim Street atau Muslim Quarter.

IMG_0215

Masuk ke bgian ini sudah mulai berasa suasana keislamannya

Untuk mencapai mesjid ini banyak para traveller yang tersesat, dikarenakan jalan menuju mesjid ini sangat sempit dan ada juga mesjid lain di sini namun kebanyakan mesjid tersebut lebih kecil, mesjid raya ini yang paling besar. Pada saat tiba di Huajue Lane tidak jauh dari situ kita bisa melihat sebuah papan nama jalan yang menunjukan jalan tersebut adalah Binyuanmen Street, sebelumnya menurut info para traveller bahwa tidak ada petunjuk menuju mesjid namun pada saat kedatangan saya ke Xi’an, papan petunjuk sudah ada dan percayalah papan petunjuk itu benar karena saya sudah menjalaninya. Jadi intinya adalah temui jalan Binyuanmen kemudian ada sebuah petunjuk dimana kita harus masuk dalam sebuah gang sempit yang jalan terus maka kita akan temui gerbang kecil mesjid nya.

IMG_0190

Tinggal ikuti saja petunjuk ini di Jalan Binyuanmen maka insyaallah anda tidak akan tersasar

Tiket masuk ke mesjid ini adalah 15 Yuan namun jika anda Muslim anda tidak perlu membayar cukup tersenyum dan bilang Assalamualaikum dan insyaallah mereka langsung memperbolehkan anda masuk. Jam buka tutup mesjid adalah pukul 08.30 sd 19.30.

IMG_0216

Arsitektunya dipenuhi dengan Pavilion yang merupakan budaya China

Kesan pertama ketika masuk ke mesjid ini adalah tenang dan sejuk. Pada saat itu jam sudah menunjukan waktu mendekati Zuhur, saya berkesempatan untuk menjalankan ibadah Zuhur saya di sini. Walaupun panas mendera sampai 28 derajat tapi berada di mesjid ini membuat saya merasa sangat sejuk.

IMG_0236

Unik sekali gerbang ini

Arsitektur mesjid ini memang kental dengan arsitektur kelenteng dan ornamen Tionghoa tapi jika dilihat dari dekat ternyata kaligrafi yang dituliskan di setiap batu merupakan aksara Arab, saya agak sulit membedakan antara aksara Arab dengan aksara China. Karena jika dari jauh terlihat sama tapi jika Anda perhatikan detail ternyata terdapat perbedaan dan aksara Arab disini sangat mendominasi jadi walaupun bangunannya mirip kelenteng namun  mayotitas aksaranya mengunakan aksara Arab wonderful banget kan.

Area kekaisaran merupakan area favorit saya, disini saya melihat adanya bangunan ruang kekaisaran yang terdapat batu dengan tulisan Arab yang menjelaskan mengenai perhitungan hari berdasarkan peredaran Bulan sesuai dengan kalender Islam, di tengah halaman berdiri pagoda berwarna biru toska yang disebut dengan “minaret”. Yup jelas dong apa maksudnya Minaret, iya disini lah para muazin mengumandangkan azan.

IMG_0211

Minaret Mesjid ini yang merupakan tempat mengumandangkan Azan mirip pagoda ya

Setelah selesai solat saya menjelajah sudut demi sudut dari mesjid ini banyak sekali penjelasan tentang ajaran islam yang diceritakan di mesjid ini mulai dari Rukun Iman dan Rukun Islam yang menjadi falsafah dasar Islam.

IMG_0224

Perpaduan Kaligrafi Arab dan China

Ornamen dinasti Ming juga sangat kentara di mesjid ini, dan hampir 75% dari bangunan mesjid ini juga dibangun pada masa Dinasti Ming sesuai dengan usulan Laksamana Cheng Ho kala itu kepada sang Kaisar. Nah jadi kesimpulan dari dua catatan sejarah yang saya ceritakan di awal yaitu mesjid ini memang didirikan tahun 742 Masehi dan kemudian dikembangkan menjadi besar pada masa dinasti Ming di era abad ke 14.Jadi bangunan yang kita lihat saat ini merupakan bangunan dari dinasti Ming. Kesimpulan yang menarik.

Ini merupakan pengalaman yang sangat tidak bisa saya lupakan dengan berkunjung ke mesjid ini harapanya saya juga ingin mengunjungi mesjid serupa yang ada di Indonesia yang juga didirikan oleh Laksamana Cheng Ho.

IMG_0222

Di belakang saya adalah ruang ibadah Sholat

Selesai berjalan jalan di mesjid saya melanjutkan perjalanan saya di jalan yang dikenal sebagai Hui People Street. Suku Hui adalah suku kuno di China layaknya suku Han namun mereka memeluk agama Islam dikarenakan kala Kota Chang An merupakan kota peristirahatan pedagang Persia melalui jalur dakhwah dan perkawinan mereka pun mengakusisi Suku Hui menjadi beragama Islam sampai dengan saat ini.

IMG_0188

Suasana Jalan Binyuanmen yang ramai sekali

Suasana jalan yang disebut Muslim Quarter ini merupakan suasana yang tidak jauh berbeda dengan suasana jalan di China pada umunya. Suara klakson dari kendaraan bermotor maupun sepeda listrik yang setiap saat bermunculan mengisyaratkan agar semua yang mendengarkan nya dapat minggir ke sebelah kiri atau kanan. Dari sisi jalan memang jalan di Muslim Quarter ini sempit dan di kiri kanan jalan banyak terdapat toko-toko penjual makanan halal. Namun perbedaanya adalah terdapat akulturasi suasana Timur Tengah dimana semua toko selain ada aksara China juga terdapat aksara Arab. Di kiri kanan saya semua penjual dan pedagang mengunakan kopiah bagi pria dan hijab bagi wanita.

IMG_0239

Pria Muslim di Muslim Quarter

IMG_0252

Spanduk unik bertuliskan bahasa China dan Arab

Bagi anda yang muslim anda akan ketagihan ke Xi’an karena semua makanan yang dijual di Muslim Quarter adalah Halal. Kulinernya juga merupakan salah satu kuliner yang paling enak di seantero China dan bahkan dunia. Saya gak terlalu banyak mencicipi makanan di sini sih karena perut saya memang agak aneh jadi kalau ada makanan yang jarang dimakan pasti rasanya agak tidak enak (pengalaman dulu ke Filipina). Oleh sebab itu saya gak terlalu banyak menikmati kuliner di sini.

IMG_0242

Pedagang mengunakan Kopiah

Makan siang pun tiba setelah keliling keliling dan bingung mau makan apa maka pilihan saya jatuh kepada makanan yang dinamakan Rou Jia Mo atau dikenal dengan Chinese Hamburger, kalau di tempat lain selain di Muslim Quarter makanan ini diisi dengan daging babi tapi disini mengunakan daging sapi dan kambing. Sesuai dengan namanya yaitu hamburger maka bentuknya adalah seperti hamburger diisi daging cincang yang direbus. Enak banget deh pokoknya satu Rou Jia Mo ini sudah buat saya kenyang dan gak makan lagi deh satu harian hehehe harganya pun murah hanya 5 yuan saja (sekitar 15 ribu rupiah).

IMG_0247

Ibu-Ibu Suku Hui

IMG_0244

Assalamualaikum Pak Haji

IMG_0253

Muslim Hui yang hidup dengan sangat damai

Selain itu ada juga daging yang dijadikan sate biasanya juga mengunakan daging babi namun tetap di sini mengunakan daging kambing dan jelas halalnya. Ada juga beberapa juice yang seger sekali, terus ada  varian permen dan kue beras ketan. Pokoknya bagi Anda yang penggemar kuliner saya sangat merekomendasikan untuk mencoba makanan yang ada di tempat ini.

1469924828205

Berbagai cemilan khas Tiongkok yang Halal

1469924828854

Sate Kambing wow delicious banget

1469924829213

Ini kue dari beras ketan

1469924829599

Berbagai jenis jus dan yoghurt

Selesai makan siang dan menelusuri seluruh jalan di Muslim Quarter saya pun kembali dengan hati puas karena banyak mendapat pelajaran tentang Islam dan masyarakatnya di kota yang sangat indah bernama Xi’an ini.

Ferdi Cullen

4 comments

  1. ahh rindu tempat ininiiii

    Like

    1. Terima kasih Mbak Winny, semoga bisa melepas kerinduan dengan membaca postingan saya Terima kasih

      Like

  2. […] Pengalaman terakhir yang menurut saya cukup unik adalah pada saat perjalanan saya ke kota Xi’an saya sempat mendatangi sebuah komunitas Muslim bernama Moslem Street. Di wilayah ini terdapat sebuah masjid dan komunitas muslim dari etnis Tionghoa tertua di dunia. Jika ingin membaca lebih lanjut tentang Mesjid yang terletak di Moslem Street silahkan lihat di link berikut. […]

    Like

  3. […] maka saya sudah menceritakan sedikit pengalaman saya ke China dalam beberapa tema seperti kisah di Muslim Street dan Teracotta Warrior jika ada waktu mohon dilihat postingan saya […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: