Oxford : Bukan Hanya Universitas ini Kota Universitas

Hello world’s bagaimana liburan lebaran dan mudik nya, mohon maaf sebelumnya karena sudah lama tidak menulis dikarenakan bulan Ramadhan ditambah cuti lebaran. Sekarang I’m Back lagi tapi tidak lupa mau ucapkan Mohon Maaf Lahir Bathin buat para pembaca setia blog saya yang sederhana ini. Pada kesempatan yang sangat berbahagia ini saya ingin sekali sharing tentang pengalaman saya ke Oxford United Kingdom.

DSC00396

Rumah-Rumah di Kota Oxford yang sangat indah

Cerita saya tentang London ada dua bagian yaitu Bagian Pertama dan Bagian Kedua, kemudian setahun yang lalu saya juga menulis pengalaman saya di kota Bath di sini. Nah kali ini saya ingin menceritakan tentang kisah flashback saya di Oxford.

Perjalanan dimulai dengan kereta api dari stasiun Paddington London, sedikit informasi untuk perjalanan ke Oxford dapat ditempuh dengan berbagai cara namun yang cukup populer di kalangan turis adalah Bus dan Train. Untuk bus sendiri jika starting point anda adalah London maka bisa mengambil Oxford Bus yang departs dari London Victoria Coach Station harganya sekitar 16 pound PP dan memakan waktu perjalanan 90 menit, sedangkan untuk kereta api mengunakan national rail UK harganya jauh lebih mahal 23 pound PP dan memakan waktu 60 menit (beda 30 menit dengan bus). Akan tetapi karena saya tidak mau repot kala itu saya lebih memilih mengunakan kereta api walaupun secara harga jauh lebih mahal.

Pemandangan selama perjalanan dari London ke Oxford menurut saya sangat menarik perhatian dimana kita bisa melihat pemandangan outer city sampai village di wilayah London sampai ke Oxford. Nah perjalanan yang sangat singkat dengan kereta baru jepret jepret sedikit tiba-tiba kami sudah sampai di Oxford. Dari stasiun kereta api menuju ke depan kota ternyata harus jalan kaki lagi kurang lebih 15 menit wah lumayan juga but it’s very fun I thing.

The Reason Why I came to Oxford

Oxford adalah kota pelajar yang dibangun di abad 11- 12 dan merupakan salah satu kompleks universitas tertua di dunia. Salah satu kompetitor dari kota ini adalah Cambridge yang terletak 65 mile dari kota London. Alasan saya ke kota ini adalah saya sangat ingin sekali mengunjungi kota yang telah menghasilkan Scholar yang menjadi Prime Minister Britania kurang lebih ada 26 Prime Minister Britania yang merupakan jebolan dari universitas di sini. Kita sebut saja Margaret Thatcher, Tony Blair, David Cameron, dan yang saat ini baru saja dilantik Theresa May. Selain itu di kota ini juga menjadi icon penting di kisah si penyihir Harry Potter, sebab salah satu bangunan tua di sini tempat dijadikan lokasi syuting film Harry Potter yang pertama sebelum adanya harry potter studio, film harry potter pertama yang disutradarai oleh Chris Columbus. Dan yang paling utama adalah arsitektur kotanya, masa awal sebelum Oxford menjadi kota pelajar adalah sebuah desa Anglo Saxon yang sangat kental dengan arsitektur Gothic dan Victorian Style yang menghiasi United Kingdom.

DSC00399

Suasana Kota Oxford di pagi hari

Sekedar informasi Oxford University ini merupakan kumpulan dari kampus, universitas, akademi, dan sekolah tinggi yang jumlahnya lusinan. Jadi dia bukan satu entitas tunggal layaknya nama universitas, jadi intinya Oxford University adalah sebuah kota universitas luar biasa bukan Dengan populasi 80% adalah pelajar mulai dari tingkat SLTA sampai dengan master/doctor degree kemana saya memandang memang kota ini didominasi oleh kalangan muda dan terpelajar. Mereka masing-masing mengunakan seragam khas yang menjadi salah satu identitas dari masing-masing, nah ini dia bedanya pendidikan di UK dengan USA jika di USA pelajar boleh bebas dengan tanpa seragam tapi hal itu tidak berlaku di UK, pelajar adalah orang yang membawa identitas sekolah masing-masing jadi penggunaan name tag, seragam, jaket almamater adalah penting di kota ini. Dari informasi yang saya peroleh, mahasiswa dan pelajar yang ada di kota ini terbiasa dengan kehidupan asrama, jadi banyak orang tua di UK terutama para kalangan aristokrat yang mengirim anaknya di sekolah asrama agar si anak bisa hidup mandiri dan tidak selalu mengantungkan diri dengan orang tua mereka. Lesson Learned yang sangat luar biasa yang saya peroleh dari kunjungan saya ini.

Bodleian Library

Kunjungan pertama saya di kota ini adalah kami berkunjung ke Bodleian Library, sebuah perpustakaan pusat yang menjadi barometer kunjungan para scholar di kota ini. Kalau di kampus saya dulu ada namanya perpustakaan besar yang dinamakan Perpustakaan Pusat maka di Oxford dia adalah Bodleian Library ini, dan memang UK adalah negara pertama yang memperkenalkan konsep perpustakaan pusat yaitu sebuah perpustakaan sentral yang di luar dari masing-masing kampus dengan perlengkapan buku, jurnal, dan hal-hal akademis penelitian lainya yang sangat lengkap. Dan konsep ini yang diadopsi di beberapa belahan dunia termasuk kampus saya yang punya perpustakaan besar yang sifatnya terpusat.

DSC00411

The Tower of Five Orders di Bodleian Library

Selain menjadi perpustakaan yang notabene adalah untuk membaca, perpustakaan ini juga memfasilitasi berbagai jenis kegiatan ekstra para scholar dan komunitas seni lainya, bahkan ada kelompok debat nya loh. Satu hal lagi yang membedakan kampus di Oxford dari Cambridge adalah kampus di sini sangat kuat akan politik dan humanities sedangkan Cambridge jauh lebih kuat di Science. Entah itu mitos atau tidak namun faktanya memang 26 Prime Minister negeri ini ya jebolan dari sini sedangkan jebolan Cambridge lebih banyak menjadi ahli ilmu pengetahuan sebut saja Darwin dan Newton.

IMG_20150605_105518

Patung William Hebert salah satu pendiri Oxford University di abad 16

Perpustakaan ini  merupakan perpustakaan tertua di dunia dengan arsitektur yang sangat luar biasa, terdapat kurang lebih 11 juta koleksi dari berbagai jenis ilmu dan setiap minggunya ada 4000 buku baru. Seperti biasa untuk menjelajah perpustakaan ini diharuskan mengikuti tour dan dikarenakan waktu akhirnya kami hanya menjelajah di luar saja. Kami berkeliling di Tower of Five Order salah satu landmark yang sangat menarik dari perpustakaan ini, kenapa dia dikatakan 5 (five ) karena terdapat 5 tingkatan dari tower ini yang mengambarkan jenis arsitektur klasik yang terdiri dari 5 jenis yaitu Tuscan, Doric, Ionic, Corinthian, dan Composite. Jenis-jenis arsitektur menara yang digunakan itu berasal dari era Romawi dan menjadi cikal bakal arsitektur dunia wuih pelajaran yang menambah pengetahuan saya yang sangat mencintai arsitektur unik.

five orders

Jenis-jenis Five Order yang menghiasi Tower of Five Orders di Bodleian Library

Satu lagi yang unik dari perpustakaan ini adalah untuk masuk ke koleksi perpustakaan yang sangat banyak ini sudah dilakukan pengkategorian melalui sebuah pintu masuk. Dua pintu masuk yang sempat saya abadikan adalah Schola Metaphysicae; yang merupakan pintu masuk ke koleksi buku science dan metafisika dan Schola Logicae : yang merupakan pintu masuk ke koleksi buku ilmu filsafat dan logika. Sangat terstruktur sekali ya jadi para scholar tidak perlu gundah gulana jika ingin mencari buku.

DSC00415

Schola Logicae : Melalui pintu ini kita bisa masuk ke koleksi buku ilmu filsafat dan logika

DSC00414

Schola Metaphysicae : melalui pintu ini untuk koleksi buku science dan metafisika

The Radcliffe Camera

Jika anda melihat tulisan saya beberapa waktu lalu tentang Petualangan Terbaik 2015, saya menempatkan bangunan ini sebagai salah satu bangunan dengan unik dan merupakan pengalaman yang luar biasa bisa berada melihat landscape dari bangunan ini. Kurang lebih 500 meter berjalan dari Bodleian Library kita tiba di bangunan ini. Saya katakan bahwa Radcliffe Square adalah sudut yang paling indah di Oxford dan tepat di  jantung kota ini. Sebuah bangunan yang spektakuler, terdapat berlian di mahkota atas bangunan ini membuat Radcliffe Camera tampak sangat elegan sekali.

DSC00417

Radcliffe Camera : Bangunan yang sangat indah sekali

Radcliffe Camera tidak ada kaitanya dengan Daniel Radcliffe ya, apalagi ada embel embel Camera juga tidak ada kaitanya dengan teropong menerawang apalagi fotografi dan selfie-selfie. Jadi bangunan ini merupakan ruang baca yang berbentuk silinder dengan berlian bermahkota di atasnya, jadi setiap para scholar yang sudah meminjam buku di library dapat membaca nya di sini, sayangnya ruang bacanya tidak terbuka secara umum, hanya para scholar saja yang boleh berkunjung (tapi jika anda ikut tour anda diperbolehkan berkunjung ke dalam).

Bangunan ini dirancang oleh Nicholas Hawksmoor dan dibangun oleh James Gibbs antara 1737-1748 (Hawksmoor meninggal sebelum pembangunan dimulai), Radcliffe Camera adalah salah satu bangunan yang tidak akan akan terlupakan ketika melihatnya untuk pertama kali. Bentuknya melingkar dan dengan gaya neo-klasik yang memastikan bahwa itu cocok berada di tengah celah antara semua perguruan tinggi yang ada di wilayah Oxford. Bahan yang digunakan adalah jenis batu – batu pasir – yang membuat Radcliffe Camera tampak istimewa, seperti kebanyakan bangunan perguruan tinggi lainnya di pusat kota Oxford, dan akan bersinar dalam cahaya malam yang lembut.

Christ Church College 

Dari kurang lebih 31 tempat kuliah dan sekolah yang bersifat indpenden dan otonomi di wilayah kota Oxford ini yang kami datangi hanya 1 berhubung ternyata masing-masing tempat kuliah ada yang tidak buka setiap hari dan mungkin terkadang jika dibuka umum akan menggangu proses belajar mengajar dan mereka menerapkan tarif yang sangat tinggi untuk sekali masuk yaitu antara 5-10 pound loh belum lagi tur dan embel-embel lainya (UK its very expensive Okayyy).

DSC00443

Ini dia Christ Church College

Mengapa Christ Church College? yup seperti yang sudah saya ceritakan di awal yaitu karena di sini lah film pertama Harry Potter syuting dimana setelah itu beberapa filmnya disyuting di Harry Potter Studio (mengunakan studio buatan Warner Bros). Selain tentang Harry Potter, kampus ini adalah kampus yang paling terbesar di kota ini, kampus ini dibangun tahun 1524 oleh Cardinal Thomas Wolsey, dengan gaya bangunan neo classical yang juga tidak kalah menarik dan ada 13 Prime Minister jebolan kampus ini.

DSC00445

Sedih dan kecewa lihat notif ini

Saya kurang beruntung karena pada saat kami berada di sini ternyata Great Hall yang menjadi tempat Dining Hall Hogwarts di film Harry Potter ditutup karena renovasi. Sedih sekali ketika itu berarti saya harus kembali lagi dong kemari hehehe Amin. Akhirnya saya hanya berfoto di Great Stairscase tempat dimana Harry Potter menginjakan kakinya pertama kali di Hogwarts, sambil berdoa semoga saya bisa kembali ke mari bukan sebagai turis tapi sebagai mahasiswa misalnya Amin.

DSC00452

The Grand Staircase tempat siswa Hogwarts pertama kali masuk harus lewat tangga ini menuju Great Hall

Rasa kekecewaan yang mendalam pun tergerus ketika ekplorasi tiba di tengah kampus, dimana terdapat lapangan hijau yang sangat mencerahkan mata ditambah dengan bangunan Tom Quad dengan menara bell nya semakin membuat saya sangat syahdu sekali melihat keindahan dari kampus ini. Kami menghabiskan beberapa waktu untuk berfoto di sini. Kemudian pada saat kami selesai berfoto ada seorang wanita tua yang menghampiri kami dan bercerita tentang salah satu alumnus kampus ini yang bernama Charles Dodgson, awalnya kami juga gak tau siapa dia, dan si ibu yang usianya sudah tua namun masih cantik ini bercerita bahwa itu adalah pengarang novel luar biasa bernama Alice in Wonderland yang lebih dikenal dengan Lewis Carol.

DSC00464

Selfie di Tom Quad

Ceritanya adalah si Alice mengikuti seekor kelinci putih di taman yang membuat dia terdampar di negeri antah berantah dan bertemu dengan teman baru. Semua cerita tersebut terinspirasi oleh keindahan taman dan kota di Oxford loh, bahkan setiap tanggal 7 Juli di kota ini dirayakan sebagai Hari Alice (Alice Day) terdapat sebuah festival diselengarakan untuk memperingatinya. Saya gak pernah menyangka bahwa kisah Alice itu dimulai semua di sini, saya hanya mengira mengenai ketenaran Hary Potter tetapi warga Oxford sangat menghormatin Dodgson dan kisah Alicenya dibandngkan si Harry Potter tersebut.

DSC00465

Alice Through Looking Glass di Christ Church Catedral

Pada tahun 1851 Charles Lutwidge Dodgson yang kemudian di novelnya dikenal dengan nama Lewis Carol datang untuk studi ilmu Matematika (sangat jauh dari Sastra ya) ke Christ Church College Oxford. Kemudian dia bertemu dengan putri dekan yang menjadi salah satu mahasiswa di kampus ini bernama Alice Liddell nah si Alice ini lah yang menjadi tokoh Alice dunia nyata yang kemudian dia ceritakan dalam bentuk gadis kecil berambut pirang bernama Alice. Bahkan di Great Hall (yang tadi tutup) ada sebuah kaca yang didedikasikan khusus untuk Lewis Carol bernama Alice Glass hmm saya sangat tidak menyangka bahwa Alice begitu fenomenal di UK dan ini adalah lesson learned yang saya dapatkan selama berada di Oxford.

Alice in Wonderland karya Lewis Carol

The Student and the City

Jelang sore hari kami pun jalan-jalan sore melintasi kota Oxford yang sangat indah, dan bahkan ada syuting film lagi kami tidak tahu dan tidak sempat mencari tahu syuting film apa itu tapi sampai jalanan ditutup segala demi syuting tersebut. Kemudian saya juga menagabadikan beberapa momen warga kota yang merupakan pelajar ini, dan tenryata banyak juga yang dari seluruh dunia, jadi benar-benar multi etnis ada african, arabic, chinese, indian, dan bahkan beberapa wajah south east asia ada di sini. Dan satu lagi karena ini kota universitas ada perpustakaan keliling loh yang dapat digunakan para scholar untuk sekedar baca-baca jadi lesson laerned nya adalah belajar dimana saja nice inspiration

IMG_20150605_125151

Para siswa di Oxford

DSC00429

Suasana Sore hari di kota Oxford

DSC00418

Ini dia adegan syuting filmnya

DSC00471

Library berjalan pun ada di Oxford luar biasa bukan

DSC00433

Sudut kota Oxford yang bikin kangen

Berikut saya berikan beberapa tips jika anda ingin berkunjung ke bukan hanya universitas tapi ini adalah kota universitas Oxford yaitu :

  1. Kota ini begitu kecil jadi semua tempat wisata bisa ditempuh dengan berjalan kaki jadi kita tidak perlu mengeluarkan dana untuk membeli tiket bus umum di kota ini, tapi memang jika ingin naik bus umum silahkan naik bus no 2 dan no 7 yang mengelilingi hampir semua kampus di wilayah ini.
  2. Sekolah dan juga kampus yang ada di Oxford ada sangat banyak sekali sebaiknya anda melakukan penelitian dulu kira-kira mana yang perlu dan tidak agar bisa hemat waktu
  3. Jika anda ingin masuk ke salah satu sekolah sebaiknya anda pastikan waktu buka dan tutupnya ya, karena ini adalah institusi pendidikan maka mereka tetap memprioritaskan pendidikan jadi jika ada ujian maka biasanya kampus tersebut tutup walaupun banyak turis yang ingin masuk mereka tidak peduli pendidikan adalah nomor satu, jadi mohon sangat diperhatikan waktu jam buka tutup yang setiap musim bisa berbeda agar tidak kecewa nantinya. Untuk jam buka tutup bisa dicek di website masing-masing college.
  4. Biaya masuk untuk melihat ke sekolah dan kampus di sini relatif mahal antara 5-10 pound itupun dengan waktu kunjungan yang sangat singkat dan tidak semua tempat bisa diakses ada beberapa tempat yang harus ada panduan dari tour, agar para turis tidak menggangu jam pelajaran dan tidak merusak bangunan nya
  5. Di oxford juga ada wisata gratis, semua museum di oxford Gratis jadi jika merasa terlalu mahal mengunjugi kampus gak papa ada alternatif kunjungi museum di kota ini.

Demikian kisah saya di Oxford please subscribe and comment dan nantikan kisah selanjutnya

Ferdi Cullen

5 comments

  1. huhu mupeng kak

    Like

    1. Terima kasih mbak Winny

      Like

  2. Wah seru banget Fer. Aku gak nyangka ternyata kota pelajar macam Oxford ini bisa juga dijadikan tempat kunjungan wisata yang seru. Duluuuu, duluuuu banget, aku berharap suatu saat bisa sekolah ke luar negeri. Tapi nasib berkata lain, aku harus jadi pekerja dibanding melanjutkan kuliah hahaha ,,, Hmmm kayaknya kalau bisa kuliah di Oxford seru juga ya. Suasananya kondusif untuk belajar, dengan perpustakaan dan universitas yang usianya sudah ratusan tahun.

    Menyinggung nama Cardinal Thomas Wolsey yang membangun Christ Church College, aku merasa familiar dengan nama itu. Dan benar aja, setelah aku cross check, ternyata beliau adalah tokoh yang sama dengan yang ada di masa Raja Henry VIII berkuasa (ayah dari Ratu Elizabeth I) yang kemudian menggiring Gereja Inggris keluar dari kekuasaan Katolik Roma dan berubah menjadi Kristen Anglikan hingga saat ini.

    Seru banget perjalananmu ini Fer, a bit envy actually hahahaha 😀
    Aku tunggu cerita selanjutnya ya …

    Like

    1. Terima kasih mas Bart sudah mampir dan komen, komen mas sangat berharga sekali bagi saya.
      Nothing impossible mas masih bisa kok kita mengenyam pendidikan overseas selama kita berusaha aku yakin pasti akan dibukakan kesempatan. apalagi mas bart udah cocok bgt itu jadi scholar di tempat ini, aku juga baru tau mas mengenai Cardinal Thomas Wolsey ini wah luar biasa nih memang pengetahuan nya Scholar mas bart kalau gitu sering-sering mampir ya mas ke blog saya jadi kita bisa sering sharing pengetahuan terima kasih

      Like

      1. Sama-sama 🙂

        Amiin amiin, yang pasti kalau tekad dan niatan untuk belajar dan terus nambah ilmu sih masih ada sampai sekarang. Setidaknya mencari ilmu dengan cara informal dengan jalan dan banyak baca-baca pengalaman orang lain yang jalan-jalan seperti ceritamu ini Fer.

        Sebenarnya aku sudah lihat postinganmu ini di timeline wordpress ku sejak beberapa hari yang lalu, cuma karena waktu itu aku masih konsentrasi bikin postingan, jadi aku bookmark aja terlebih dahulu. Dan baru hari ini deh aku sempat mampir baca dan tinggalkan komen.

        Sama-sama ya Fer, saling belajar dan berbagi pengetahuan 🙂

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: