WOKE UP IN LONDON (PART 2)

Feeling saya mengatakan bahwa hari ini London pasti cerah, setelah googling dan cek di aplikasi AccuWeather yup ternyata memang cerah. Dengan mengetahui ini semakin menambah semangat saya untuk melakukan eksplorasi di hari kedua saya di kota London United Kingdom ini. Akan tetapi jangan sampai jadi buah simalakama, saya tetap bawa payung karena who’s know kan bagaimana cuaca bisa berubah sekejap mata.

JSLC00141-2

London Maps

Hari kedua kami tetap pada rencana awal yaitu menelusuri London Central, karena ternyata London luas sekali ya, lebih luas dari ibukota Indonesia Jakarta loh jadi tips buat anda yang benar-benar ingin eksplore kota ini secara maksimal saran saya adalah ambil minimal 4 hari, sedangkan karena keterbatasan waktu saya cuman menghabiskan waktu 2 hari dan kita sudah berada pada hari kedua. Benar-benar memeras otak, raga, dan jiwa untuk bisa menentukan mana yang prioritas dan tidak untuk dikunjungi dari sekian banyak yang bisa dikunjungi. Namun ujung-ujungnya kami memilih untuk Go Show aja kali ya karena rasanya lebih lepas daripada harus bounded dengan itinerary.

DSC00185

London Eye di balik Somerset House

DSC00182

The Somerset House

Kami pun memulai eksplorasi kami dengan mencoba coba berjalan pagi di wilayah South Bank, wilayah ini merupakan kawasan modern yang dilintasi oleh Sungai Thames, berbeda dengan kawasan Westminster yang didominasi oleh bangunan tua, kawasan ini didominasi oleh beberapa bangunan modern. Yang cukup menyita perhatian saya adalah London Eye, sebuah bianglala raksasa yang menjadi salah satu hiburan dari masyarakat London untuk melihat seantero kota dari atas. Saya tidak berkeinginan sih untuk menaiki London Eye, jadi saya hanya berkeliling di sekitarnya sambil jepret sana dan jepret sini. Di pinggiran sungai Thames dekat dengan London Eye kami menemukan sebuah spot menarik yang bisa kami jadikan tempat berfoto dan dimulailah beragam gaya dan ekspresi. Setelah puas berfoto kami pun menyusuri satu per satu bangunan di sekitar London Eye yang merupakan tempat hiburan tematik di sini ada namanya Madame Tussaud Museum yaitu sebuah musuem lilin nya Madame Tussaud kemudian yang cukup menarik perhatian saya adalah London Dungeon, yang merupakan tempat tematik segala peristiwa kriminal dan horror di kota ini. Awalnya saya mau berkunjung ke mari namun karena jadwal yang padat dan who knows apa yang akan terjadi saya urungkan niat kemari tapi untuk mengenangnya saya berfoto sajalah di depanya. Siapa tau kan insyaallah jika ada rejeki bisa balik lagi kemari Aminnn.

DSC00197

Selfie dengan latar belakang Big Ben dan Thames

DSC00201

Cloud in The Thames

DSC00198

Pemandangan sepanjang Thames Promenade

DSC00202

Ferdi Cullen dan London Dungeon

Setelah puas dengan foto-foto berbagai gaya, kami melanjutkan perjalanan kami di City of Westminster. Tempat yang akan kami tuju adalah Westminster Abbey, salah satu tempat ikonik yang ada di novel Dan Brown “Da Vinci Code”. Setibanya kami di depan pintu gereja, antrian sudah mulai ramai tapi masih terkendali, dengan pemeriksaan yang super ketat, mereka memeriksa tas-tas kita. Dan yang paling bikin saya kesal adalah ternyata di dalam tidak boleh melakukan pemotretan dalam bentuk apapun baik kamera, handphone, apalagi tripod dan tongsis. Duhhh…. pusing deh padahal sudah memikirkan gaya gaya indah tapi ya sudah lah dengan sangat tekun saya mempelajari baris demi baris gereja ini. Toh dokumentasi bukanlah segalanya.

IMG_20150603_094843

Queen Elizabeth 1 dan Queen Mary Tomb in The Abbey

Newton's grave Westminster Abbey

Issac Newton Remembrance

Makam Issac Newton di Abbey

Sedikit cerita, Westminster Abbey ini merupakan salah satu gereja tertua di London, gereja ini menjadi gereja paling istimewa bagi Keluarga Kerajaan Inggris, banyak perhelatan Royal Family terjadi di sini, gereja ini menjadi saksi bisu penobatan para Raja dan Ratu Inggris sekaligus pemakaman mereka sejak tahun 1066. Selain itu ada beberapa pernikahan juga dilangsungkan di gereja ini. Salah satu yang menguras perhatian adalah Royal Wedding Prince William dan Kate Middleton. Di era 90 an upacara pemakaman Lady Diana juga dilakukan di Abbey.  Yang cukup menarik perhatian saya adalah gereja ini merupakan makam dari raja-raja Inggris kuno dari berbagai Dinasti, mulai dari William The Conqueror (salah satu pendiri kerajaan Inggris), saya juga melihat makam Ratu Elizabeth 1 The Virgin Queen dan Ratu Marry, kedua ratu ini merupakan generasi terakhir Dinasti Tudors.

DSC00075

The Westminster Abbey, sebuah gereja yang punya ikatan penting dengan Royal Family

Namun yang menarik perhatian saya adalah Makam Isaac Newton, salah satu yang menjadi plot dari kisah Da Vinci Code, di sinilah Professor Langdon berhasil memecahkan  Rahasia Cryptex yang berisi peta dimana lokasi Holy Grail. Ternyata berbeda dengan yang ada di novel ya tempatnya kecil dan hanya terdiri dari patung Newton yang di atasnya terdapat bola dunia, di bawah nya ada semacam passage yang berisi memoriam untuk Newton. Secara keseluruhan sebuah pengalaman yang luar biasa sih bisa masuk ke gereja yang sudah berusia ribuan tahun ini ditambah bertemu langsung dengan makam beberapa idola saya yaitu Ratu Elizabeth 1 dan Isaac Newton.

Tips : Jika ingin mengunjungi Westminster Abbey sebaiknya pagi hari karena sepi jam buka tutupnya sebagai berikut Senin-Sabtu 09.30-18.00 (winter tutup jam 15.30). Sebaiknya jangan bawa yang macam-macam deh kayak tongsis atau tripod jika anda membawa itu maka sebaiknya dititipkan dan ada tempat penitipan barang di dalam gereja. Harga Tiket lumayan mahal yaitu 20 pound untuk dewasa, 17 pound untuk student, dan 9 pound anak-anak di bawah 5 tahun. Jika anda berkunjung bersama keluarga ada paket hemat yaitu keluarga 2 dewasa dan 2 anak sekitar 45 pound. Tiket termasuk ke dalam gereja, kemudian College Garden, Chapter House, dan St Margareth Church. Untuk transportasi anda bisa berhenti di stasiun Tube Westminster Station atau St James Park.

Jam demi jam kami habiskan di Abbey, dan ternyata sudah tengah hari kami melanjutkan perjalanan lagi-lagi dengan jalan kaki ke arah timur. Dan tiba lah kami di sebuah alun-alun kota yang paling indah yaitu Trafalgar Square. Alun-alun ini merupakan tempat ngumpul-ngumpulnya warga London.Trafalgar aquare dibangun untuk memeperingati Pertempuran Trafalgar tahun 1805. Di sekeliling square banyak terdapat bangunan-bangunan menarik yang bisa dikunjungi sebagai objek wisata, sebut saja National Gallery, St. Martin Church, Admiralty Arch, dan masih banyak lagi saya juga kurang ingat apa saja rata-rata adalah Museum dan monumen.

Trafalgar Square sendiri merupakan tempat yang sangat menarik tepat di tengah terdapat Tugu Nelson yang tingginya mencapai 50 Meter, tugu ini dibangun untuk memperingati tewasnya Laksamana Horatio Nelson pada pertempuran Trafalgar, selain itu aktivitas yang biasa dilakukan warga kota adalah memberikan makan merpati dan untuk turis sangat suka sekali berfoto bersama patung Singa yang menghiasi Tugu Nelson.

DSC00209

Jalan Jalan Pagi Hari di Westminster Bridge

DSC00227

Red Telephone Box, Double Decker Bus and Big Ben

DSC00232

The Black Telepohone Box, ternyata tidak semuanya kotak telepon warna merah loh

DSC00233

The Trafalgar Square

DSC00241

Ferdi Cullen dan Lion of Trafalgar

Kebetulan hari sangat cerah dan terlihat begitu banyak orang menghiasi alun-alun ini sembari bersama keluarga dan bahkan ada turis-turis yang sibuk naik ke atas patung singa. Saya mencoba juga sih naik tapi alhasil karena berat badan saya yang terus bertambah saya tidak berhasil naik ke patung singa, sehingga saya cukup bisa berpuas dengan hanya berfoto di depan patung singa oh myyy.

Tips : Jika berkunjung ke Trafalgar Square waspada ya dengan para seniman jalanan di kota ini dan ada juga seniman yang suka mengunakan kostum yang lucu lucu dan unik, tapi jika kita minta foto sama dia, maka kamu harus bayar syukur syukur seniman nya baik jadi gak terlalu besar yang dimintanya tapi kalau seniman nya kurang baik hati-hati diperas ya 

Nah tidak jauh dari Square ini namun saya tidak begitu ingat di gedung mana yaitu sekitaran dengan China Town dekat Charing Cross Station ada sebuah mini market Indonesia yang juga sekalian menjual masakan Indonesia yaitu Warung Padang Hello Indonesia, sebenarnya rumah makan padang ini tidak begitu terkenal sih, karena lokasinya yang mencorok masuk di salah satu gedung pertokoan dan ada di lantai dua dari gedung tersebut, yang saya juga namanya lupa berikut saya hadirkan langkah-langkah menuju ke resto ini siapa sangka ada yang mengikuti petunjuk saya dan sekaligus bisa mencoba resto ini. Yang saya sukai dari resto ini adalah harganya yang murah di kantong sekitar 8 pound kita sudah merasakan enaknya masakan indonesia plus kenyang. Sebenarnya ada lumayan banyak restoran Indonesia di London namun yang paling murah saya rasa restoran ini.

IMG_20150603_122319

Gedungnya ada lambang beginian silahkan naik ke lantai 2

IMG_20150603_122415

Nah ini dia nih lumayan dapat masakan Indonesia yang murah

IMG_20150603_123656

Ada lambang Sukarno di Warung Padang ini

Sekitaran berjalan 500 sd 800 M dari tempat kami makan siang tersebut kami berkunjung ke M&M World lokasinya berada di Leicester Square,  salah satu tempat cokelat legendaris M&M. Di tempat ini ada begitu banyak cokelat yang bisa dibeli kiloan kemudian ada juga banyak suvenir yang bertajuk M&M yang bisa dijadikan suvenir, namun tidak berbeda dengan di Sherlock Holmes Museum harganya lumayan mahal di sini. Yang paling saya sukai adalah tempat ini masuknya gratis udah gitu bebas berfoto dengan miniatur M&M yang dibuat mirip dengan The Beatles di Abbey Road, kemudian ada juga yang mirip dengan para Scotland Yard sampai para penjaga Istana Buckingham, bisa puas deh berfoto dan gak harus beli cokelat.

DSC00244

Pintu Masuk M&M’S World London

DSC00246

Salah Satu Miniatur di M&M’s World bertajuk Buckingham Guard

DSC00248

Miniatur Abbey Road dan The Beatles di M&M’s World

DSC00252

Coklat Kiloan yang ada di M&M’s World dengan berbagai rasa

Selepas dari M&M kami pun berjalan masih ke arah timur dan kami pun sampai di sebuah alun-alun tapi ini bukan alun-alun kuno seperti layaknya Trafalgar Square, alun-alun ini ada disebutkan dalam lagunya One Republic yang berjudul Good Life. Iya nama alun-alunnya adalah Picadilly Circus. Picadilly Circus sebenarnya adalah sebuah persimpangan sekaligus ruang publik di West End Central London. Persimpangan ini sangat kontras negara maju karena dihiasi dengan layar-layar iklan di dinding bangunan dengan video iklan bergeraknya kalau di Jepang kita kenal ada Shibuya, di new York ada Times Square maka di kota ini Picadilly Circus merupakan salah satunya. Uniknya di sini ada patung Eros yang merupakan dewa cinta, sebenarnya Eros di sini tidak ada alasan spesifik kenapa mereka membuat patung ini, menurut informasi hanya ada satu alasan yaitu sebagai meeting point apabila ada teman yang terpisah atau tersesat hehehe.

DSC00259

Sekeliling Picadilly Circus

DSC00262

Eros and The Picadilly Circus

DSC00279

The Shakespeare Head sebuah cafe unik di bilangan Picadilly Circus

DSC00276

The Carnaby Street

DSC00285

Liberty Department Stores

Selang beberapa ratus meter ada Oxford Street yang merupakan salah satu pusat perbelanjaan barang-barang branded di kota ini. Kami juga melewati Carnaby Street sebuah jalan yang terkenal dengan Fashion Street nya karena di kanan kiri nya adalah butik branded. Selain itu kami juga melewati beberapa teater dan ada departemen store yang sangat unik yaitu  Liberty, bangunanya gothic dan sangat berarsitektur kuno namun ternyata bangunan ini adalah departemen store.

DSC00283

The Liberty, pusat perbelanjaan yang bangunanya unik banget

IMG_20150603_141252

Ceritanya Lost in Oxford Street

Sore menjelang malam walaupun di sini masih cerah kami berencana menuju ke Tower Bridge London, yaitu satu lagi bangunan ikonik di kota ini yaitu jembatan berbentuk menara yang disebut sebagai Tower Bridge. Dari Oxford Street kami menuju ke Tower Bridge naik bus Double Decker, wah pengalaman yang luar biasa juga bisa naik bus tersebut, kami pun berhenti di Stasiun Tower of London dan berjalan sekitar 300-500 M untuk mencapai Tower Bridge. Jembatan ini merupakan jembatan angkat, artinya apabila ada kapal besar yang melewati Sungai Thames maka jembatan ini akan terpotong di bagian tengah membelah sebesar 86 derajat dan kapal-kapal tersebut akan melintasi jembatan. Sebenarnya saya pengen banget sih melihat fenomena itu tapi kebetulan unlucky me saya melewatkan kesempatan itu mungkin karena sudah malam ya di sini.

DSC00295

The Modern London view from Tower Bridge

DSC00301

Ferdi Cullen in The Tower Bridge

Tower Bridge dibangun pada tahun 1886 oleh seorang arsitek bernama Sir Horace Jones dan membutuhkan 8 tahun untuk menyelesaikannya. Menara jembatan ini mengunakan arsitektur Victorian Gothic, dengan warna keabu-abuan selaras dengan warna Tower of London yang berada di seberangnya.

Karena cukup lelah kami beristirahat di salah satu square tempat nongkrong warga London yang tepat berada di seberang jembatan melihat keindahan jembatan, Tower of London, dan Sungai Thames. Nama Squarenya  nya saya lupa, tapi tempatnya cozy banget ada tawa masyarakat London yang sedang bercengkerama dengan kolega ada juga anak-anak yang sedang bermain di lapangan. Dan seperti biasa kami istirahat sambil sekali lagi mengekspresikan beberapa gaya untuk mengenang momen indah ini.

Demikian sunny day kami di London yang begitu mempesona, lelah memang tapi sangat worth it perjalanan saya ke kota yang benar-benar sejuta pesona ini mudah-mudahan saya bisa diberikan kesempatan dan juga rejeki agar bisa ke sini lagi deh It’s Really one of my Great Experience in my life

Ferdi Cullen

2 comments

  1. Ahaa, its nice dialogue concerning this piece of writing here at this blog,
    I have read all that, so now me also commenting at this place. http://Www.Yahoo.net

    Like

  2. […] saya tentang London ada dua bagian yaitu Bagian Pertama dan Bagian Kedua, kemudian setahun yang lalu saya juga menulis pengalaman saya di kota Bath di sini. Nah kali ini […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: