WOKE UP IN LONDON (PART 1)

Woke up in London yesterday
Found myself in the city near Piccadilly
Don’t really know how I got here
I got some pictures on my phone

Read more: OneRepublic – Good Life Lyrics | MetroLyrics

Sepenggal lirik dari lagu one republic tersebut sedikit banyak menginspirasi saya untuk menulis kisah flashback saya ketika berada di London kota megapolitan yang menjadi impian banyak traveller dari seluruh dunia untuk berkunjung ke sana. Dan seperti yang tertuang di dalam penggalan lirik itu. saya benar-benar seperti mimpi dan tiba-tiba terbangun sudah ada di London.

Kunjungan saya ke kota megapolitan ini tepatnya adalah satu tahun yang lalu, yaitu di awal Juni 2015. Awalnya sih berbekal tiket promo dari Qatar Air dan kebetulan ada seorang teman yang bisa dijumpai di kota ini, maka saya nekat memberanikan diri ditambah tekad kuat berkunjung ke negara Ratu Elizabeth ini. Dan sampai lah saya di Bandara Heatrow pada tanggal 1 Juni 2015.

peta london

London Map

Sebelum kita lanjut ke kisahnya. Saya mau memberikan gambaran like dan dislike menurut opini saya mengenai London Pertama adalah “like” sebagai berikut :

  1. Polite People Kota ini merupakan kota yang sangat teratur, orang-orangnya sangat sopan, ramah, baik hati lagi dan sangat beretika, dengan kata lain tidak sembarangan misalnya adalah kalau kesengol sedikit langsung mereka minta maaf, kemudian setiap toko juga ketika kita membeli sesuatu selalu mengucapkan terima kasih rasanya baru ini saya melihat orang yang begitu santun di dunia.
  2. Book Lovers Masyarakat kota ini sangat mencintai buku, kemana-mana membawa buku novel pantas saja negeri ini merupakan kelahiran dari banyak novelis terkenal
  3. Aware for Health Masyarakat kota ini juga sangat menghargai kesehatan ada dua hal yang saya sukai yaitu pertama banyak orang Inggris yang berpergian dengan mengunakan sepeda, dan kedua adalah orang Inggris yang pergi ke kantor dengan lari (iya lari lengkap dengan pakaian olahraganya) kedua hal tersebut menurut saya sudah memastikan bahwa orang London sangat cinta kesehatan. Dan mereka punya kebiasaan berjalan di taman yang menurut saya adalah sesuatu yang sangat menyehatkan.
  4. Cool Public Transport Transportasi di Kota London sangat teratur, jaringan tube (kereta bawah tanah London), dan bus sangat terintegarasi dengan baik. Tube juga merupakan salah satu MRT paling cepat di dunia loh.
  5. Old and New Terakhir saya sangat suka dengan arsitektur kotanya yang melakukan keseimbangan antara bangunan modern, bangunan tua, taman dan ruang hijau.

Selain hal-hal yang saya sukai ada juga hal-hal yang tidak saya sukai atau “dislike” dari London, ada beberapa yaitu sebagai berikut  :

  1. Pound oh Pound London memang kota paling mahal di Eropa dan mungkin dunia, saya tidak tahu kenapa ya apakah karena mata uang Poundsterling merupakan mata uang yang paling mahal di Indonesia (1 Poundsterling= Rp. 20 ribu Juni 2015). Untuk makan siang saja dengan porsi lengkap ya ada minum sama makanan di cafe -cafe itu paling murah mungkin menunya hanya omelete dan fish n chips kurang lebih 10 pound atau 200 ribu rupiah mau hemat ya silahkan coba gerai fast food (Mcd, KFC, dll) lumayan murah ada paket 5 pound sudah lengkap dengan minum. Ditambah dengan biaya naik tube merupakan salah satu biaya transportasi yang cukup mahal saya saja beli oyster card gak sampai 2 hari harus isi lagi OMG. Tips sebaiknya kalau gak jauh-jauh amat sebaiknya siap-siap jalan kaki.
  2. Scam and Scam Anywehere in tourist spot very be careful for scam, baik dalam bentuk pencopet, maupun orang-orang yang menawarkan bunga dengan dalih sosial, saya kemarin apes dimana ada orang menawarkan bunga di Buckingham Palace dan dia meminta sumbangan seikhlasnya tapi pas saya kasih hanya 1 pound dia malah marah-marah dan menunjukan uang 50 pound duh amsyong saya gak mau dong sumbagin 50 pound akhirnya saya tambah 5 pound dan dia masih juga marah-marah dan ada salah satu teman saya yang menyerahkan 2o pound dia baru diam, tapi teman saya langsung sumpah serapah. Yah begitulah London jadi selalu waspada selalu ya jika kalian ingin ke London terutama di tempat wisata tapi di luar kota London dijamin aman banget hanya di London saja yang demikian.
  3. Rainy oh Rainy Hujan dan Angin, seperti yang ada di film Mary Poppins kalau di film tersebut diilustrasikan bahwa angin di London sangat kencang bahkan ada orang yang beratnya sangat kurus bisa terangkat huahhh beneran gak sih. Ternyata setelah saya di sana kemungkinan ada benernya juga sih karena cuaca di sana it’s so unpredictable bisa berubah rubah awalnya cerah kemudian ada angin yang wuisss kencengnya sampai nerbangin debu dan kertas kertas, tiba-tiba gerimis, kemudian cerah lagi eh tiba-tiba ada geleduk geleduk dan hujan lagi. Jadi tips sebaiknya selalu perhatikan cuaca sebelum meningalkan hotel tempat kalian menginap, selalu bawa jaket karena anginnya dingin bgt, dan jangan pernah ke London jika tidak bawa PAYUNG (salah satu alat yang wajib dibawa) boleh sih gak bawa siap-siap beli payung di kota ini harga paling murah 20 pound (hehh nyahok deh kita)

London Most Expensive City in The World

Cukup sudah mengenai like or dislikenya hehehe, mari kita ceritakan the real story nya dan pengalaman apa yang saya peroleh dari beberapa tempat wisata menarik yang saya datangi. Kisah ini adalah kisah hari pertama saya di kota ini.

The City of Westminster

Mendarat di bandara Heatrow kami segera meluncur ke stasiun tube yang menghubungkan bandara ini. Dengan mengunakan jadwal itinerary dan hasil riset saya tentang kota ini, kami menentukan di stasiun mana hostel kami berada dan segera menuju ke sana. Ternyata lumayan jauh juga dari bandara ke South Bank tempat kami menginap.

Perjalanan kami di London kami menggunakan moda transportasi yang sangat saya favoritkan dan merupakan salah satu transportasi umum terbaik yang saya rasakan sejauh ini, namanya adalah Tube. Bentuk stasiun nya pun unik dengan lambang bertuliskan “Underground” saya jadi teringat tentang berita yang pernah saya baca dulu mengenai kehumble an dari Prime Minister UK yang keseharianya mengunakan Tube.

IMG_20150605_180014

Salah Satu Lambang Stasiun Underground Tube di London

Oyster Card

Oyster Card London

Singkat cerita, saya mengunakan Oyster Card untuk persoalan transportasi di London. Oyster Card ini terhubung dengan semua moda transportasi yaitu Bus, Tube, DLR, dan OTR. Harga Oyster Card ini lumayan mahal sih yaitu 13 pound dan sudah berisi 10 pound saldonya. Kemudian kita bisa melakukan pengisian isi ulang dengan nominal 10-50 pound.

Sesuai petunjuk maka kami sampai di stasiun tube paling dekat dengan hostel kami yaitu Lambeth North dan berjalan kurang lebih 500 meter kami sampai di Walrus Hostel and Bar yang merupakan tempat kami menginap 2 malam pertama di London.

DSC00050

Welcome To Westminster

DSC00305

Walrus Hostel tempat kami bermalam

Hostel Walrus ini secara lokasi sangat rekomen sekali karena sangat dekat dengan Jembatan Westminster. Berikut silahkan jika ingin pergi ke London dan mencoba hostel ini dapat mengunjungi di website Walrus berikut. Setiba kami di hostel setelah menitipkan barang kami pun segera ingin melihat seperti apa sih Kota Westminster itu.

DSC00056

The Parliament close up

DSC00057

Arsitektur bangunannya sangat Gothic

DSC00075

The Westminster Abbey

City of Westminster merupakan sebuah wilayah di Kota London yang merupakan kawasan  penuh dengan bangunan yang dilestarikan dari abad pertengahan, singkat kata ini adalah kawasan kota tua di kota ini. Di sinilah Gedung Parlemen, gedung pemerintahan sampai istana Buckingham tempat tinggal sang Ratu berada. Pertama kami mengunjungi yang namanya Westminster Bridge sebuah jembatan yang memisahkan South Bank (tempat Walrus Hostel berada) dan kawasan Westminster, jembatan ini merupakan jembatan pertama di Kota London yang menghubungkan dua sisi kota, dihiasi dengan pemandangan Sungai Thames sebagai salah satu sungai terbesar di dunia meluluhlantakan hati saya. Betapa kagumnya saya dengan keindahan sungai Thames dan hiruk pikuk masyarakat ketika itu yang sedang melewati jembatan ini. Ditambah dengan tampak kokohnya The Big Ben lambang ikonik kota ini bersama The Parliament menambah semangat kami, walaupun mendung mendera tidak memupuskan semangat tersebut. Berselang sedikit dari The Parliamnet ada Westminster Abbey, salah satu gereja favorit saya kenapa menjadi favorit karena masuk sebagai latar di novel Dan Brown.Sebuah pengalaman yang luar biasa bisa melihat langsung gereja ini seperti masuk ke dalam novelnya Dan Brown yang berjudul “Da Vinci Code”.

Big Ben adalah sebuah menara jam yang terletak di ujung Westminster Bridge dan tepat bersebelahan dengan The Parliament, walaupun saat ini sudah tidak lagi menjadi menara jam tertinggi di dunia, namun bangunan ini sudah sangat lama sekali dipromosikan dan begitu terkenal di seluruh dunia. Sekilas menurut pengamatan saya jam ini tidak terlalu tinggi akan tetapi menaranya dengan arsitekturnya yang luar biasa memang sangat unik sekali. Sebenarnya adalah nama asli Big Ben ini yaitu The Great Bell, karena ada lonceng di dalamnya dan setiap jam pasti akan berbunyi sampai jam 12 malam.

DSC00045

Up and Close with Big Ben

DSC00026

Suasana Jalan di City of Wetminster

Antara Westminster Bridge, Parliament and Big Ben, dan Westminster Abbey semua bisa ditempuh dengan jalan kaki, ada sih tube bedanya hanya 1 stasiun masing-masing. Plank-plank informasi juga banyak tersedia di wilayah ini jadi jangan takut nyasar. Agak jauh sedikit dari situ sekitar 800-900 M kita sampai di istana Buckingham Palace yang merupakan istana tempat memerintah yang mulia Ratu Elizabeth. Di sini ada pertunjukan gratis yang cukup menarik bernama Changing of The Guard, yang merupakan prosesi peralihan para penjaga yang menjaga istana ini. Yang menarik dari pertunjukan ini menurut opini saya adalah, kostum si penjaga yang memang khas banget UK dan tidak ada duanya di dunia ini. Sama halnya dengan yang sudah pernah kita lihat di film yaitu topi bulu besar hitam dan baju suit merah lengkap dengan boots hitamnya.

Sekedar informasi topi yang digunakan memang beneran dari bulu Beruang loh. Atraksi Changing Of The Guard ini diadakan setiap hari pukul 11.00 waktu setempat. Atraksi yang disajikan adalah parade Marching Band, kemudian diikuti dengan Parade Berkuda lengkap dengan kuda-kudanya, dan terakhir parade Meriam.

Tips : Lokasi ini sangat ramai sekali jadi jika anda ingin nyaman dalam menyaksikan atraksi ini sebaiknya datang 2 jam sebelumnya ya kalau datangnya agak mepet otomatis ya akan tidak terlihat jelas seperti yang saya rasakan saya datang malah 15 menit sebelum dimulai.

DSC00033

The Iconic Spot : Big Ben, The Parliament and Westminster Bridge

DSC00082

The Buckingham Palace : Ramainya manusia

DSC00090

Lambang di pagar Istana Buckingham

DSC00097

Gini nih keramaian manusia yang ingin lihat atraksi Changing of The Guard

DSC00084

Prosesi Changing of The Guard

DSC00092

Parade Kuda Changing of The Guard

 

DSC00123

Ada passage Princess Diana

Sepanjang perjalanan saya dengan kaki ke Buckingham Palace banyak yang bisa kita lihat dan jepret, misal iconik bus double decker merah dan tentunya box telepon umum berwarna merah. Diselingi juga dengan taman taman kota yang membuat kota ini semakin asri saya rasa.Kami juga melewati taman yang sangat cantik bernama St. James Park. Ini menjadikan pengalaman jalan sore hari yang sangat menyenangkan sepanjang hidup saya.

Sherlock Holmes Museum : The Baker Street 221B

Sebenarnya saya bukan seorang Sherlockian (nama penggemar Sherlock Holmes), namun pesona Sherlock Holmes cukup membutakan hati saya, sehingga saya memutuskan untuk berkunjung ke museum ini. Akses menuju ke museum ini cukup jauh karena berada di Central London paling Barat. Tube terdekat adalah Charing Cross, dari stasiun tersebut sebenarnya harus menyambung dengan mengunakan bus lagi namun karena saya seorang backpacker, ditambah biaya transportasi yang cukup mahal di kota ini, maka  jalan kaki saja lah pilihanya, toh setelah saya cek di google maps ada sekitaran 7-8 menit saja jalan kaki dari Charing Cross, dan ternyata 7 menit nya 7 menit langkah kaki orang Inggris, saya berjalan 15 menit dan tibalah di sebuah apartemen kecil yang sangat klasik yaitu Baker Street 221b.

DSC00124

Sherlock Holmes Museum : sebuah museum berbentuk apartemen

DSC00125

Papan Nama Museum

DSC00128

Museum dengan Perabotan Lengkap

DSC00133

Di museum ini kita bisa selfie dengan topi dan pipa Mr. Holmes

DSC00138

Peralatan Kerja Mr. Holmes

DSC00144

Barang Bukti Kasus yang ditangani Holmes

DSC00154

Patung Lilin Menghiasi Museum

DSC00156

Foto Bareng dengan Polisi Scotland Yard yang menjaga musuem ini

DSC00157

Salah satu souvenir unik di Sherlock Holmes Museum


Museum ini hanya sebuah apartemen kecil dan diubah sedemikian rupa agar mengikuti deskripsi alur cerita Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle. Di apartemen sebelahnya ada toko suvenir bertuliskan “The Sherlock Holmes Museum – Souvenirs, Books, Antiques and Curios”. Orang harus membeli tiket lalu antri menunggu giliran masuk. Karena tempatnya kecil, harus diatur jumlah pengunjung yang masuk bersamaan.

Di depan pagar sudah berisi seorang pria yang berpakaian polisi Scotland Yard, awalnya saya agak takut ngapain ada polisi di sini, ohh rupanya polisi ini hanya lah cameo untuk menghias musuem ini. Jadinya saya minta foto deh sama dia kapan lagi coba bisa foto bareng polisi. Admission ticket untuk ke museum ini cukup merobek kantong pasalnya lumayan mahal sih untuk kantong backpacker, namun karena saya adalah seorang backpacker anti mainstream saya sangat ingin sekali mengunjungi tempat yang tidak umum dikunjungi turis Indonesia terutama, maka saya rogoh dan saya keluarkan 15 pound. Harga tiket di sini lumayan mahal namun worth to visit.

Tips : Jika ingin kunjungi museum ini dengan guide tour yaitu seorang pria berpenampilan ala Dr Watson silahkan datang pagi hari ya, musuem buka pukul 09.30 sd 18.00 waktu setempat.

Berhubung saya berada di museum sudah agak sorean jadi gak ketemu deh sama Dr. Watson ala ala itu hehehehe, tapi gak masalah juga sih saya tetap enjoy aja. Apartemen ini terdiri dari 3 lantai dimana ada kamar Mr. Holmes, kamar Dr. Watson, dan ada beberapa kamar khusus. Buku-buku. Pipa cangklong berbagai bentuk, tergantung di dinding maupun terserak diatas meja. Topi khas Sherlock, Kaca pembesar berbagai ukuran. Teropong. Pena dan tinta. Perangkat cukur jenggot, Jam rantai, Pistol kuno maupun modern. Foto-foto. Berkas-berkas kasus yang terbuka. Kotak korek api, Meteran, Lencana polisi, Diary. Dan berbagai benda kuno lainnya memberikan kesan sangat maskulin dan misterius. Semua benda-benda itu menghiasi museum ini ditambah ada beberapa patung lilin di lantai selanjutnya,  yaitu tokoh-tokoh dan episode-episode dalam cerita. Plakat-plakat berisi cuplikan kasus-kasus petualangan Mr. Holmes dipajang untuk menjelaskan berbagai episode tersebut seperti: The case of The Red Headed League atau The Disappearance of Lady Francis Carfax dan sebagainya.

Secara keseluruhan saya agak sedikit kecewa ke museum ini,  karena tempatnya begitu kecil dan kalau mau naik tangga juga harus nunggu orang yang dari atas turun ke bawah atau tidak bisa bersamaan naiknya, Namun yang menariknya adalah Pertama, Toko souvenirnya keren banget ada jual novel Sherlock mulai dari bahasa Inggris, Spanyol, Jerman, Jepang, dan Chinese (Indonesia gak ada), juga ada barang-barang unik Sherlock tiruan tapi sangat keren seperti ada jual telepon tua, alat perekam, miniatur, dan lainya. Worth to visit lah bagi penggemar Sherlock Holmes atau bukan bagi penggemar barang unik, harga barang di sini terbilang cukup mahal jadi sebaiknya siapkan dana lebih ya. Kedua, saya sangat suka dengan tampilan rumah tua ini jadi sedikit banyak bisa mengambarkan bagaimana sih rumah warga London dan bagian terbaiknya adalah ada satu spot di sini yang kita bisa mencoba topi dan pipa sherlock sehingga bisa selfie ala ala Sherlock dengan latar belakang rumahnya awesome bukan.

The London Beatles Store 

Kurang lebih 400 Meter dari Sherlock Holmes Museum saya menemukan toko ini yaitu toko London Beatles Store, berikut websitenya http://www.beatlesstorelondon.co.uk/. Ini adalah sebuah toko yang menjual Merchandise dari The Beatles mulai dari T Shirt, Jacket, rekaman, CD, poster, dan lain-lain. Tokonya sih gak luas tapi koleksinya lengkap banget, sangat senang sekali bisa menemukan toko ini. Bagi penggemar The Beatles anda wajib datang kemari tempatnya nyaman banget dan harganya juga gak bikin kantong bolong  T Shirt ada dijual mulai dari harga 5 pound sampai 20 pound. Dan kebetulan saya penggemar The Beatles jadi agak sedikit khilaf ketika berada di toko ini saya habiskan lumayan banyak pound plus waktu karena ingin lihat-lihat jenis souvenirnya hehehe.

DSC00158

The London Beatles Store

Abbey Road

Hari menjelang malam namun masih cerah jadi kami masih semangat, kami pun segera menuju salah satu zebra cross paling terkenal di dunia yaitu Zebra Cross Abbey Road. Apa sih yang membuat zebra cross ini begitu terkenal. Nah zebra cross ini merupakan tempat dimana The Beatles mengambil foto untuk sampul album mereka yang paling terkenal berjudul Abbey Road. Jalan ini populer ke seluruh dunia setelah The Beatles menjadikannya judul album ke-11 mereka yang dirilis pada 1969. Selama kurang lebih 45 tahun jalan ini menjadi salah satu tourist spot yang paling berbahaya sih kalau saya pikir hehehe kenapa karena kita harus melewati zebra cross dan jalan ini masih aktif mobil yang halu lalang di jalanan ini.

DSC00160

Suasana Jalan Kaki menuju Abbey Road

the-beatles-abbey-road-album-cover-wallpaper-4

Cover The Beatles Abbey Road

 

DSC00161

Zebra Cross tempat diambilnya gambar cover Album Abbey Road The Beatles

DSC00165

Salah satu atraksi yang cukup bernyali yaitu Foto menyeberangi zebra cross ini dan jalanan aktif dengan mobil-mobil

DSC00171

Abbey House di samping Abbey Road Studio

DSC00172

Abbey Road Studio : Studio Rekaman Tertua di dunia

Untuk mencapai Abbey Road, wisatawan bisa naik kereta bawah tanah dan turun di Stasiun Saint John’s Wood dan berjalan kaki melalui ruas jalan Grove End sebelum mencapai persimpangan antara Garden Road dan Abbey Road. Namun saya tidak mengunakan jalur tersebut, pada saat kami berada di The Beatles Store London  saya sempat menanyakan lokasi The Abbey Road dan mereka bilang tidak terlalu jauh dari Baker Street so lagi lagi kami jalan kaki ke sana dan ternyata memakan waktu kurang lebih 30 menit berjalan dari Baker Street hehehe.

Setiba nya di sana how lucky tidak begitu banyak turis yang antri biasanya banyak yang antri mau foto di sini, mungkin karena sudah pukul 18 ke atas, namun yang sangat saya sukai adalah para pengemudi mobil yang melewati jalan ini sudah paham benar kalau para turis mau berfoto sehingga mereka selalu berhenti dan membiarkan para turis berfoto ria. Duh sabar-sabarnya orang London, saya sempat baca di beberapa review ada juga sih yang suka marah-marah tapi alhamdulillah pada saat kami berfoto tidak menemukan satu pun yang marah-marah.

Alhasil jepret demi jepret pun kami lakukan, Di samping zebra cross ini terdapat Abbey Road Studio yang merupakan studio rekaman tertua di London dan kabarnya juga yang tertua di dunia. Namun sayangnya pintunya tertutup dan sepertinya sih memang private area jadi kami hanya mengambil beberapa dokumentasi saja di depan tempat ini.

DSC00176

Pemandangan salah satu sudut Kota London di saat senja

Tidak terasa waktu bergulir dan jam sudah menunjukan pukul 21.00 malam hari kami pun kembali ke hostel kami di daerah South Bank dengan tube, untuk melepas lelah dan masih tidak percaya bahwa kami berada di London dan berharap semoga besok bisa terbangun dan masih berada di London dan nantikan segera kisah berikutnya.

Ferdi Cullen

6 comments

  1. envy lihat perjalanamu krena london itu negara impian banget

    Like

    1. Terima kasih mbak Winny sudah mau mampir, sering sering mampir ya di blog saya hehehe iya London memang sebuah kota yg penuh dengan 1001 cerita terima kasih

      Like

  2. dulu uda pernah punya rencana ke London, trus batal. padahal udah berangan-angan foto di 1 spot yang ada di video games. hahahaha…

    Like

    1. Terima kasih mas Chocky sudah mampir di blog saya, wah ayo mas mari diwujudkan lagi, London sangat luas sekali mas saya aja belum sempat jelajah semuanya insyallah jika ada rejeki kali aja saya ingin ke sana lagi saya juga udah ada plan spot spot yg belum sempat saya datangi kemarin

      Like

  3. […] saya tentang London ada dua bagian yaitu Bagian Pertama dan Bagian Kedua, kemudian setahun yang lalu saya juga menulis pengalaman saya di kota Bath di […]

    Like

  4. Excellent way of describing, and good post to obtain data concerning my presentation subject matter,
    which i am going to convey in school. http://jayhawkbball.com/groups/is-driving-games-a-scam/

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: