ANDALUSIA DAN ORNAMEN ISLAM PART 1 : CORDOBA

Biasanya turis dari Indonesia, ingin pergi ke kota Madrid atau Barcelona jika mengunjungi Spanyol. Sebagian besar alasannya adalah karena kedua kota tersebut memang lebih terkenal dibandingkan kota-kota di Andalusia. Kehadiran 2 klub sepakbola paling terkenal di dunia di kota-kota tersebut juga mendongkrak popularitas sebagai destinasi wisata. Padahal secara sejarah dan keindahan, kota-kota di Andalusia memiliki daya tarik yang mungkin melebihi kedua kota tersebut.

Peta Wilayah Andalusia Sumber : http://www.andalucia.com

Andalusia merupakan sebuah negeri yang menjadi saksi peradaban Islam tempo dulu. Andalusia merupakan wilayah yang meliputi Spanyol dan Portugal, atau yang lebih sering dikenal dengan wilayah Semenanjung Iberia. Luas nya adalah 600 ribu km persegi atau kurang lebih luas 2/3 dari Mesir. Semenanjung Iberia dipisahkan oleh sebuah selat menuju benua Afrika yaitu Selat Gibraltar. Kawasan ini dahulu dikuasai oleh Dinasti Umayah  yang merupakan salah satu kekhalifahan yang sangat terkenal di dunia Islam. Dinasti tersebut datang menginvasi setelah menguasai Afrika Utara yang meiputi Maroko, kemudian mereka datang menginvasi wilayah Selatan Spanyol, beberapa propinsi yang terkenal di Andalusia adalah Cordoba, Cadiz, Granada, Sevilla, dan Malaga.

Bagan Ekspansi Islam Abad ke 6 Masehi

Tujuan saya ke Andalusia adalah ingin mengenal lebih jauh bagaimana sejarah peradaban Islam tempo dulu, rasa ingin tahu tentang sejarah dan sisa peninggalan umat Islam di Anadalusia yang pernah menjadi saksi kehebatan ilmu pengetahuan, karya sastra, seni dan arsitektur umat Islam, akhirnya membawa saya ke Spanyol. Saya berkesempatan mengunjungi dua wilayah Andalusia yang paling terkenal dengan ornamen keislaman tempo dulu yaitu Cordoba dan Granada pada tanggal 4 -5 Mei 2016. Selama dua hari perjalanan tersebut saya meninjau beberapa situs terkenal yang menceritakan kejayaan umat muslim kuno di tanah Spanyol tersebut.

MADRID-CORDOBA  

Cordoba kota Seribu Cahaya, istilah ini adalah istilah yang disebut oleh Menocal dalam bukunya “Ornament of The World”, istilah ini pun muncul di buku Hanum Rais “99 Cahaya Menuju Langit Eropa”. Pada postingan sebelum ini saya ada membahas mengenai Cordoba dari sisi Festival yang sangat terkenal yaitu Festival Patio. Postingan saat ini lebih menceritakan mengenai keindahan kota ini dan sejarah ornamen islam di kota ini.

Perjalanan saya ke Cordoba dimulai dari Madrid, pesawat saya tiba dari Budapest ke Kota Madrid, dan dengan mengunakan metro saya pun menuju ke Madrid Atocha Train Station. Saya melanjutkan perjalanan saya dengan mengunakan tiket kereta api Renfe. Saya sengaja memang tidak membeli online untuk tiket karena memang ingin coba Go Show ini tetapi alhamdulillah masih dapat tiket yang lumayan murah walaupun tidak murah sekali. Yup saya dapat tiket Renfe seharga 30 Euro.

Tips : Sebaiknya beli tiket RENFE  jauh -jauh hari kurang lebih 3 bulan sebelumnya karena saya mendapatkan informasi bahwa apabila kita membeli jauh-jauh hari maka kita bisa mendapatkan harga tiket sampai dengan 10 Euro

Saya mengambil kereta jam 19:30 dan tiba di Cordoba pada pukul 21. 12 perjalanan ditempuh kurang lebih 1.5 jam. Kereta api di spanyol ini ternyata sangat disiplin sekali, Kami bisa masuk ke dalam kereta 15 menit sebelum jam keberangkatan, namun yang agak kecewa nya adalah untuk pemberitahuan gerbong kereta juga ditentukan 15 menit sebelum berangkat, jadi ya harus terus-terusan nongkrongin papan pengumuman agar tidak terlewat.

Sedikit penjelasan tentang Madrid Atocha Station ini agak kurang bersih jika dibandingkan dengan King Cross Station di London waduh jauh sekali, King Cross jauh lebih artistik dan indah, sedangkan Atocha seperti stasiun Gambir sih saya rasa. Kereta Api sangat bersih, ada tempat menyimpan barang, staf banyak yang bisa berbahasa Inggris, dan tempat duduk juga sangat nyaman, ditambah ada plug untuk charger.

Kereta Api yang saya tumpangi tujuan akhirnya adalah Malaga, namun berhenti di Cordoba jadi ketika ada announcement akan berhenti di Cordoba segera siap-siap untuk turun.  Dan sampailah saya di Cordoba, setelah sampai tujuan saya adalah mencari hostel tempat saya menginap.

Transportasi di kota Cordoba terdapat bus dan taksi, atau bisa juga dengan jalan kaki. Namun karena masih baru datang saya putuskan naik bus, hanya satu bus yang saya tumpangi yaitu saya naik bus nomor 3, perjalanan lebih kurang 5 menit saya berhenti saya sampai di kawasan Juderia sebuah komplek kawasan pemukiman Yahudi yang benar-benar asri, saya berpikir apakah saya berada di Spanyol?, pertanyaan tersebut muncul karena arsitektur kota ini mirip sekali dengan kota-kota yang ada di Benua Afrika terutama Maroko, dan kemilau kuning di malam hari  benar-benar membuat saya paham mengapa kota ini disebut kota Seribu Cahaya.

IMG_20160503_224455

Suasana Malam di Kota Seribu Cahaya Cordoba

DSC01890

Suasana Malam di Perkampungan Juderia

Saya menginap di salah satu hostel yang namanya Funky Cordoba, hostel ini begitu dekat dengan beberapa objek wisata di kota ini. Jadi saya tidak perlu repot-repot mencari transportasi untuk ke tempat wisata cukup dengan jalan kaki saja. Karena malam sudah semakin larut saya putuskan untuk istirahat saja di hostel dan memulai petualangan di kota indah ini keesokan harinya.

MEZQUITA

Tanggal 4 Mei 2016 pagi hari yang sangat cerah saya bangun pagi dan langsung memulai petulangan, saya memutuskan untuk mendatangi salah satu simbol kota ini yaitu Mezquita Catedral. Singkat cerita, Mezquita Catedral adalah sebuah katedral (saat ini) yang berarsitektur layaknya sebuah mesjid yaitu dipernuhi dengan mihrab yang melengkung sangat indah. Arsitektur bangunan ini menyerupai Mesjid Nabawi di Madinah.

Pada abad ke 10, ketika Dinasti Umayah berkuasa  mereka mengakusisi sebuah Kuil Romawi Kuno menjadi sebuah mesjid, mereka mengakusisi secara baik-baik dengan melakukan pembelian tanah dai bangsa Romawi dan secara musyawarah mufakat (bukan dalam bentuk pertikaian), setelah itu mereka merombak habis dengan mendirikan mihrab mihrab, menanam pohon kurma, dan pohon jeruk, serta menambah keindahan dari mesjid ini. Jauh sebelum adanya Turki dengan Mesjid Hagia Sophia nya, mesjid ini adalah mesjid terbesar di dunia kala itu. Seluruh umat muslim ketika itu sangat senang dan bangga sekali apabila dapat mengunjungi mesjid ini.

DSC01895 - Copy

Tembok Menuju ke Mezquita, arsitektur Arab sangat kental di tembok ini

Namun setelah pendudukan Kerajaan Katolik Spanyol, mereka mengambil alih dan melakukan restrukturisasi dan merubah mesjid indah ini menjadi sebuah Katedral. Mereka menurunkan semua ornamen keislaman dan menganti dengan ornamen Katolik. Namun ada beberapa ornamen yaitu mihrab  yang tidak mereka pindahkan. Aula besar yang pernah menampung ribuan jemaah sholat dirubah menjadi sebuah aula katedral. Dan disamping dibangun sebuah menara yang sangat indah yang merupakan menara lonceng gereja. Oleh sebab itu, bangunan ini dikenal sebagai Mezquita Katedral atau jika diterjemahkan adalah Katedral Mesjid.

IMG_20160504_093807

Menara Katedral

DSC01897 - Copy

Perkarangan Mezquita

DSC01899

Orange Courtyard Mezquita

Tips : Harga Tiket Masuk adalah 8 Euro, jika anda datang jam 08.00-10.00 anda bisa masuk gratis tanpa dipungut biaya, Mezquita sangat luas jadi kalau anda ingin fokus menjelajahinya sediakan waktu minimal 2 jam.

Pekarangan mezquita dipenuhi dengan pohon jeruk maka pekarangan ini disebut dengan Orange Courtyard. Di tengah pekarangan terdapat sebuah air mancur yang juga indah. Pekarangan dimana kita bisa duduk santai sambil memandang keindahan dari gedung ini. Ticket Box tidak begitu jauh dari pekarangan, anda bisa langsung antri untuk mendapatkan tiket. Setelah tiket berada di tangan mari kita masuk, pintu masuk dimulai dari timur dan keluar di barat. Aula pertama yang akan kita masuki adalah Aula Abdul Rahman, merupakan aula tertua dari bangunan ini, terdapat 13 gang dengan mihrab-mihrab yang sangat indah. Suasana di sini adem banget namun memang sedikit gelap, hal ini disebabkan adanya dibangun menara gereja. Mihrab yang ada di bangunan ini terdiri dari banyak tiang penyangga, yang setiap tiangnya punya garis lengkungan berwarna oranye. Sang arsitek memang terinspirasi dengan Mesjid Nabawi di Madinah. Kembali ke aula Abdul Rahman 1, disinilah pertama kalinya Khalifah Abdul Rahman 1 membangun mesjid ini, di aula ini juga banyak orang muslim kala itu yang melakukan ibadah sholat.

DSC01903 - Copy

Aula Abdul Rahman 1, mihrab nya mirip dengan Mesjid Nabawi

DSC01919

Pilar Melengkung Berwarna Oranye ini sangat Indah

DSC01907

Pilar ini masih terus bertahan walaupun sudah berumur 1000 tahun

DSC01914

Aula yang sudah bercampur dengan ornamen Katedral

DSC01912

Aula Abdul Rahman 2 yang sudah di campur dengan ornamen Katolik

Di samping aula Abdul Rahman 1 terdapat aula Abdul Rahman 2 yang merupakan penerus Khalifah Abdul Rahman 1 yang memperluas mesjid ini dengan menambah mihrab lagi ke barat, namun saat ini aula ini  terdapat katedral yang pembagunan nya dimulai dari tahun 1523  setelah Kerajaan Katolik Spanyol menaklukkan Kerajaan Bani Umayah tersebut. Setelah melewati Aula Abdul Rahman 2 yang merupakan aula katedral saat ini, kita akan memasuki aula Al Hakam 2, sesuai namanya Al Hakam merupakan salah satu Khalifah di Bani Umayah yang meneruskan pembagunan mesjid ini dengan menambahkan 5 baris lebar dan 3 baris ke dalam yang ditopang dengan langit-langit yang sangat luas.Saat ini aula ini merupakan makam dari para pendeta katolik yang menjadi pemuka agama di kota ini, ada dua kapel tertutup bagi publik di dinding selatan, dan disampingnya adalah Museum Katedral dimana kita bisa mempelajari perihal sejarah dari Katedral ini.

DSC02018

Katedral yang sampai saat ini masih digunakan

DSC02020

Menara Katedral Mezquita tepat di tengah bangunan ini

DSC02008 - Copy

Lukisan Penaklukan Umat Muslim oleh Spanyol sangat menyayat hati lukisan ini di Museum Katedral (Aula Al Hakam)

DSC02023

Patung yang cukup provokatif melambangkan kemenangan Spanyol atas Bani Umayah

Terakhir di belakang adalah Aula Al Mansur (Almanzor dalam bahasa Spanyol) merupakan aula yang paling luas dan aula yang terakhir dibangun pada masa pemerintahan Khalifah Al Mansur, khalifah terakhir yang melakukan perluasan mesjid, namun perluasan ini disebut juga sebagai perluasan yang paling kurang artistik karena dibandingkan dengan 3 aula sebelumnya mihrab yang ada di aula ini jauh lebih kecil .Ujung aula ini merupakan pintu keluar tapi sebaiknya anda mengambil foto selfie atau wefie di aula ini karena tempatnya sangat luas.

DSC02012

Mihrab di aula Al Mansyur di sini cahaya jauh lebih terang

DSC02015

Saya sedang Selfie di aula Al Mansyur

Tips: Saran sebaiknya anda mulai kunjungi Aula Abdul Rahman 1 karena aula ini merupakan aula yang paling sakral dan arsitekturnya asli dari mesjid abad ke 10, kemudian dilanjutkan ke Abdul Rahman 2 untuk mengagumi arsitektur katedral, selanjutnya anda bisa ke Al Hakam untuk mempelajari tentang sejarah Cordoba dan Katedral ini karena disini terdapat musuem, terakhir anda bisa selfie dan wefie di Aula Al Mansur karena aula ini sangat luas dan terdapat banyak spot dan penyinaran yang lebih baik dibandingkan pada 3 aula sebelumnya.

Setelah puas melintasi dan memahami makna arti dari sebuah Mezquita, kami melanjutkan perjalanan ke Puento Romano yaitu sebuah jembatan tua yang sudah ada sejak masa pendudukan bangsa Romawi abad ke 8, di tengah terdapat patung San Rafael The Archangel yang merupakan penyelamat bagi masyarakat Cordoba. Jembatan ini menjadi penghubung antara kota Cordoba dengan sebuah kuil Romawi (saat ini menjadi museum) tepat di ujungnya. Jembatan ini dilalui oleh Sungai Guadalquivir yang sangat indah.

DSC01938

San Rafael Gate

DSC01939

Di atas jembatan Puento Romano

DSC01940

Mezquita dari ujung Jembatan Puento Romano

DSC01944

Patung San Rafael The Archangel

DSC01945

Di ujung Jembatan terdapat bekas kuil romawi yang saat ini menjadi museum

Sungai Guadalquivir merupakan sungai ketujuh terindah di seluruh Eropa, namun ketika saya berada di sana saya juga bingung kenapa dikatakan indah, sungai ini menurut saya biasa saja masih lebih indah Sungai Thames dan yang pastinya Sungai Danube (Cek postingan saya tentang Budapest). Namun setidaknya ketika kita berada di ujung jembatan ini kita bisa memandang keindahaan dari Mezquita dari kejauhan, menurut saya ini salah satu the best spot untuk memandang Mezquita. Pemandangannya sangat spektakuler menurut saya patut untuk anda rasakan pengalaman tersebut.

DSC01936

Sungai Guadalquivir, sungai ketujuh terindah di Eropa

AVERROES

Kota Cordoba ini  benar-benar hangat dengan suhu sekitar 30-35 derajat celcius membuat kota ini  adalah kota yang nyaman sekali buat orang Indonesia, suhunya sangat sesuai. Arsitektur kota ini juga sangat ketimur tengahan masyarakat Cordoba masih banyak yang tetap mempertahankan arsitektur arabic yang ada di kota ini saya sendiri ketika melintasi jalan demi jalan kota ini benar benar merasakan seperti berada di negeri Timur Tengah. Hembusan angin sepoi sepoi karena kota ini banyak ditanami oleh pepohonan membuat saya tidak merasakan lelah seidkit pun walaupun dari pagi saya sudah berjalan kaki sampai ke spot ini. Saat sedang melintasi jalan jalan kota saya melihat sebuah patung yang sangat menarik, saya langsung mengajak teman saya untuk melihat patung apakah itu.

DSC02083

Patung Abu Walid

Disana berdiri patung Ibn Rushid nama lengkapnya adalah Abu Al Walid Muhammad ibn Ahmad ibn Rushd. Warga spayol lebih suka memangilnya dengan Averroes. Yang menarik perhatian saya adalah patung ini bukan patung San Rafael tentunya (yang begitu banyak di kota ini) melainkan sebuah patung dengan perawakan Arab lengkap dengan sorban dan baju panjangnya sembari duduk membawa buku.Di bagian bawah patung terdapat tulisan :

ABU AL WALID

MUHAMMAD IBN RUCHD

AVERROES

FILOSOFO MEDICO

CORDOBA 1126-MARRAKECH 1198

Sontak saya teringat dengan buku Hanum Rais yang pernah menyebutkan mengenai sosok ilmuwan ini, dimana beliau juga pernah mengagumi jasa dari filsuf muslim ini. Pada saat masa Islam berjaya di kota ini terkenal sebagai pusat ilmu pengetahuan dan seni. Banyak ilmu kedokteran dan sains yang berasal dari kota ini, bahkan terdapat 70 perpustakaan di kota ini dengan 400.000 koleksinya. Saat rumah-rumah di Eropa masih tenggelam dengan Masa Kegelapan nya, jalan Cordoba sudah bercahaya dengan Seribu Cahayanya. Abu Al Walid sendiri adalah ilmuwan polymath Muslim abad pertengahan yang lahir di Cordoba , beliau menulis buku-buku tentang logika, filsafat, psikologi, geografi, matematika, dan ilmu kedokteran. Sebagai kota yang menghargai pendidikan maka pemerintah kota ini pun membangun patung ini untuk menghargai jasa beliau terhadap pengetahuan dunia.

DSC02027

Ornamen Arab di setiap sudut kota Cordoba

DSC02101

Bangunan ini merupakan bekas perpustakaan jaman Bani Umayah

DSC02096 - Copy

Mihrab di rumah penduduk lokal

DSC02091

Arsitektur Arab di rumah di sepanjang gang kota ini

DSC02090

Jendela bernuansa Timur Tengah

DSC02085

Patung Averros di depan tempat yang pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan

Sungguh luar biasa memang pengalaman saya berada di Cordoba ini, saya mendapatkan banyak sekali pengetahuan baru yang bisa saya aplikasikan dalam kehidupan saya sehari-hari yaitu seperti bersyukur dan bersyukur.Kemudian saya juga mendapatkan sebuah gambaran bagaimana wujud kota perpadauan antara Timur Tengah dan Eropa. Sekian kisah saya Nantikan kisah perjalanan saya berikutnya di satu kota lagi di Andalusia yaitu Granada.

DSC01947

Masyarakat Cordoba multi etnis : Katolik, Muslim, dan Yahudi yang saling bercengkerama dan saling rukun

Ferdi Cullen

4 comments

  1. Sedikit meluruskan fakta sejarahnya Fer. Sebenarnya Bani Umayyah tidak pernah menginvasi Andalusia. Melainkan mereka masuk wilayah itu dengan menyeberang melalui Afrika Utara, setelah mendapat ‘undangan’ dari penduduk lokal yang dijajah oleh suku bangsa lain (yang saat ini masuk wilayah Jerman), mereka memohon untuk dibebaskan dari penjajahan tersebut. Pasukan yang dipimpin oleh Thariq bin Ziyad tersebut akhirnya berhasil membebaskan Andalusia. Sebagai balasan, penduduk Andalusia mempersilahkan Thariq dan pasukannya untuk menetap di sana.

    Btw, dirimu beruntung banget udah sampai di sana dan bisa menyaksikan sisa peradaban Andalusia yang terkenal itu, termasuk bangunan-bangunan berarsitektur Moor nya. Aku rasa, pengaruh Andalusia tetap bertahan ya sampai saat ini di dalam budaya Spanyol, terutama bangunan-bangunannya ya?

    Nice post Fer 🙂

    Like

    1. Terima kasih Mas Bart koreksinya, luar biasa memang, aku juga baru tau dari mas bahwa ternyata mereka mendapat undangan, soalnya informasi yang aku dapat di sana pun begitu bahwa mereka melakukan invasi ke Andalusia wah setuju sekali kita harus meluruskan sejarahnya mas Bart, iya mas bart bangunan mereka tetap lestarikan sampai sekarang termasuk budaya menanam bunga seperti yang pernah aku ceritakan di post aku yang lalu, dan ada satu budaya juga ternyata di Spanyol ada budaya cium pipi kanan pipi kiri jika baru kenal dan cium tangan orang tua (menghormati orang lebih tua) yang sempat aku tanya adalah merupakan budaya suku moors yang masih terbawa sampai sekarang, kalau saya tidak salah itu merupakan budaya timur tengah kan, makasih banyak ya masukan nya mas bart jangan bosan ya sering-sering mampir ke blog ferdi hehehe

      Liked by 1 person

      1. Wah aku malah baru tau soal budaya itu. Jadi kalau aku ke Andalusia, baru kenalan sama orang sana harus siap2 cipika cipiki ya? hehehehe ..

        Sama-sama Fer, senang bisa mampir baca-baca di blog mu 🙂

        Like

  2. […] di Cordoba yaitu Mezquita Cathedral untuk lebih lengkapnya saya juga sudah membahas ini di tulisan berikut. Namun untuk flashback karena menurut saya ini adalah pengalaman yang paling tidak bisa saya […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: