Fremantle, Kota Tua Kolonial Di Seberang Swan River

PicsArt_11-27-04.23.42

Another Flashback, melanjutkan kisah flashback saya beberapa waktu lalu, saya melanjutkan kisah saya di bumi Australia. Bermula dari pagi hari yang cerah saya terbangun di hostel saya di Britania on William di kota Perth, waktu sangat pagi yaitu sekitar jam 5 pagi tanggal 5 Mei 2013 bertepatan di hari minggu, dan saya beserta teman saya mempersiapkan diri untuk berpetualang lagi setelah satu harian sangat lelah mengelilingi kota Perth hari sebelumnya.

Setelah semua perlengkapan kami kemasi, kami pun berangkat, tujuan kami hari itu adalah ke kota yang dikatakan kota pelabuhan yang sarat dengan nuansa kota tua. Jika mendengar istilah kota tua maka yang tersirat adalah bangunan kolonial, untuk Medan kota tempat tinggal saya ada namanya daerah Kesawan, dan yang paling terkenal adalah Kota Tua Jakarta dan Semarang. Kurang lebih syarat kota tua adalah berisi bangunan unik dengan arsitektur yang sangat indah dari masa lampau yang masih bertahan sampai dengan saat ini. Kota yang akan kami kunjungi tersebut adalah kota Fremantle, Kota Pelabuhan di seberang Swan River.

Perjalanan kami kali ini adalah dengan menaiki sebuah kapal jet yang disebut dengan Captain Cook Cruise. Kami tiba di Barrack Street, pelabuhan kecil untuk kami menaiki kapal jet itu, akan tetapi karena kami terlalu bersemangat kami tiba pukul 7 pagi. Oleh sebab itu, kami harus menunggu cukup lama, kapal baru bergerak pada pukul 09.00 AM. Sembari menunggu kapal berangkat, tidak luput kami mengunjungi Swan Bells, yang merupakan salah satu lambang iconic dari Kota Perth terutama keindahan dari Swan River, yang kebetulan tidak jauh dari Barrack Street.

DSC_0109

Swan Bells di tepi Swan River, salah satu lambang iconic kota Perth

DSC_0167

Supreme Court Gardens, taman kecil tempat killing time

Selain ke Swan Bells kami pun membunuh waktu dengan berjalan-jalan di seputaran taman yang asri di depan Swan Bells. Namanya Supreme Court Park.tamannya memang lebih kecil namun lumayan juga untuk berolahraga.

Jam menunjukan pukul 08.30 AM dengan sigap kami segera beranjak ke port dan kapal sudah siap sedia, kami pun dipersilahkan untuk masuk dan mengambil tempat duduk. Kapalnya kurang lebih sama seperti kapal penyeberangan Banda Aceh-Sabang, atau Batam-Singapore. Namun yang menarik adalah kapal ini ada pemandunya yang akan bercerita tentang sejarah kota Perth yang terlihat dari laut. Seorang pria berusia 60an tahun, tinggi besar, berambut putih dengan pasih menceritakan semua sejarah tentang kota Perth dan Fremantle. Karena kami adalah orang Indonesia yang hiperaktif, saya agak kurang memperhatikan apa yang dikatakan oleh pemandu tersebut (bahkan namanya juga lupa), tapi itu adalah hal yang paling saya sesali karena esensi dari travelling adalah bertemu orang baru dan mempelajari hal baru, dan be good listener.

DSC_0175

Ini dia kapal yang akan kami naiki dari Perth ke Fremantle

20130505_100351

Pak Pemandu yang sedang menceritakan sejarah kota Perth

Dengan hanya menempuh waktu 30 menit kurang lebih kami pun tiba di kota Fremantle, layanan yang diberikan oleh Cruise ini benar-benar WOW baik pengemudi kapal, pemandu, dan awak kabin semuanya menyambut kami ketika kami keluar kapal. Tiba di Fremantle Port, kami langsung menuju ke perhentian bus,.Fremantle (32°03′15″LS,115°44′53″BT) adalah sebuah kota di daerah metropolitan Perth di pantai barat Australia, di mulut Swan River, 19 kilometer barat daya dari Central Business District Perth. Kota ini didirikan sebagai bagian dari Swan River Colony pada 1829. Penduduknya sekitar 25.000 jiwa (Wikipedia), sekedar informasi kota Fremantle juga memiliki jaringan Bus CAT yang pastinya adalah gratis. Sambil cek peta yang sudah kami siapkan dari penginapan kami coba mengkalkulasi kemana tujuan pertama kami.

Fremantle Prison : Wisata Penjara, ini Penjara atau Istana ya??

Destinasi pertama kami adalah ke Fremantle Prison, dengan mengunakan CAT kami pun sampai di penjara tua yang merupakan salah satu penjara tertua di dunia dan masuk ke dalam Top Ten Thing To Do in Australia (urutan ke 7, no 1 untuk Fremantle). Lokasi tempat ini dari pemberhentian bus CAT ternyata cukup jauh, kami harus menempuh jalan kaki sekitar 800 M untuk bisa sampai di tempat ini. Namun pemandangan kota selama kami jalan sangat indah.

 

DSC_0246

Tampilan Depan Gerbang Fremantle Prison

Fremantle Prison ini berada di atas bukit, jadi perjalanan ditempuh dengan berjalan ke atas bukit, kalau yang jarang olahraga lumayan terasa juga di kaki. Fremantle Prison ini didirikan pada tahun 1850 dan salah satu penjara terbesar di Australia pada masa kolonial Inggris dulu. Tempat ini dijadikan penjara selama 140 tahun. Sel-sel soliter dan tiang gantungan banyak terdapat di penjara ini, namun Setelah kami sampai dan kami menginvestigasi, ternyata harga tiket masuk ke dalam penjara ini sangat mahal sekali, dan tidak diperbolehkan masuk sendiri harus ada guide setelah cek harga paling murah 20 AUD dan termahal yang tunnel tour 60 AUD karena kami backpacker ya kami urungkan niat untuk masuk ke dalam penjara kami hanya melihat dari depan dan masuk ke dalam beberapa Gallery yang free.

DSC_0249

Ini penjara atau istana ya mewah sekali

Sekilas dilihat, penjara ini mirip sekali dengan istana ya bener bener mewah sekali dengan konsep renaissance yang sangat kental. Arsitekturnya bener-bener seperti Tower of London, namun creepynya lebih dapat di Tower of London.Baru sadar juga mengapa tiket masuknya mahal karena maintenance nya juga sangat luar biasa, turis tidak diperkenankan masuk sendiri ya siapa yang bisa menjamin kan turis tersebut tidak merusak apapun.

DSC_0252

Lumayan ada Gallery yang free

The Roundhouse, penjara bebentuk oval

Selepas dari Fremantle Prison, kita bergerak ke arah barat untuk mengunjungi penjara yang berbeda, dengan hanya berjalan kaki yang berasal dari arah yang sama dengan tempat kami berhenti tadi. Kurang lebih berjalan 10 menit, dan enaknya di kota ini kecil jadi jalan juga gak terlalu lelah ditemani dengan pemandangan kota yang rumah rumahnya benar-benar kolonial sekali.

Akhirnya kami tiba di The Roundhouse, lokasinya juga di atas bukit namun pemandanganya mengarah ke kota.The Roundhouse merupakan bangunan tertua di kota, dibangun pada tahun 1831, merupakan penjara pertama yang digunakan untuk menghukum orang-orang yang bersalah sebelum adanya Fremantle Prison. Menariknya The Roundhouse ini berbentuk oval, dan di belakangnya terdapat perbukitan yang rumputnya hijau sekali.

DSC_0208

The Roundhouse tampak dari Depan

DSC_0212

Selfie di depan The Roundhouse

DSC_0215

Pemandangan Kota dari Atas Bukit

DSC_0217

Di Dalam Bangunan Tidak Ada Atap hanya sel dan tempat eksekusi

DSC_0221

Tampilan Dalam The Roundhouse

Tak terasa hari pun menjelang sore kami kembali berjalan mengitari kota Fremantle dan menemukan beberapa spot menarik yang kami abadikan sebagai foto sebagai berikut :

DSC_0313

Art Gallery Fremantle

 

DSC_0265

Salah Satu Bangunan Unik di kota Tua Fremantle

DSC_0288

Selfie sekaligus Santai di Taman Kota Fremantle

DSC_0305

Balai Kota : Kota Fremantle

DSC_0306

William Street : Salah satu sudut jalan di kota Fremantle

DSC_0331

Bangunan Unik lain di Kota Tua Fremantle

Dan berakhirnya perjalanan kami adalah dengan mengunjungi Maritim Museum salah satu museum yang berisi kapal bunker jaman kolonial.

DSC_0187

Salah Satu Kapal Bunker di Museum Maritim

Perjalanan kami pulang ke Perth adalah melalui kereta api, kami naik kereta api dari Fremantle Station. Stasiun nya juga sangat indah bangunanya begitu kental dengan renaissance era.

DSC_0325

Fremantle Station

DSC_0329

Walaupun Lelah Jalan Kaki tetap Selfie di depan Fremantle Station

Sungguh tidak ada kata yang dapat mewakilkan perjalanan kami tersebut, perjalanan ini merupakan pengalaman berharga dapat menjadi saksi keindahan kota Fremantle. Ada 3 hal yang saya sukai dari Fremantle yaitu

  1. Kota Fremantle adalah kota kecil yang sangat adem sama sekali tidak hiruk pikuk seperti kota modern lainya. Sangat bahagia sekali kalau bisa tinggal di sini menghabiskan masa tua.
  2. Bangunan kota Fremantle bener-bener sangat terawat rata-rata sudah ratusan tahun namun masih tertata dengan sangat baik.Tidak hanya bangunan iconic tapi juga sekaligus rumah masyarakat sangat bersih
  3. Kota ini bisa ditempuh dengan jalan kaki, walaupun ada jaringan bus CAT, namun terkadang bus tersebut sering lama (mungkin karena gratis) jadi tidak ada salahnya kan kita berjalan kaki sekaligus menikmati setiap sudut kota dan semilir angin yang menghangatkan.

Demikian kisah hari kedua saya di Western Australia, nantikan kisah berikutnya. Terima kasih

.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: