The Most Awesome Travel Moment (10) : Berpetualang ke Tatooine

Yess Finally sampai juga di The Last moment in My Most awesome moment travel in 2014, dan ini merupakan sebuah petualangan yang penuh Mimpi.

Pernah mendengar Tatooine, jika anda adalah penggemar Star Wars pasti pernah mendengar nama ini. Untuk lebih lengkapnya saya lampirkan tautan ke Star Wars Wikia sebagai berikut :

http://starwars.wikia.com/wiki/Tatooine

Nah lebih jelasnya di star wars wikia yah, tapi singkatnya saya jelaskan saja, jadi Tatooine adalah sebuah planet dalam tata surya Galactic Empire yang paling terluar dan paling terkucilkan jauh dari pengawasan Galactic Empire. Di planet ini lah  Anakin Skywalker (Nama Muda Darth Vader) dan anaknya Luke Skywalker menghabiskan masa kecilnya, jadi dapat dikatakan planet ini adalah cikal bakal para Jedi yang paling kuat di Galactic Empire.

Perjalanan saya ke Tatooine itu masih di sekitaran Turki, yup pasti banyak yang tidak menyangka bahwa inspirasi dari Tatooine itu sebenarnya di wilayah Turki. Tepatnya di wilayah Cappadocia, di Neveshir City.

Mengapa saya katakan mirip Tatooine, arsitektur gurun yang bercampur rumah gua menjadikan bukit ini inspirasi dari sebuah negeri dongeng selain Planet Tatooine Star Wars banyak juga yang . mengasumsikan wilayah ini sebagai Smurf Village sampai dikatakan permukaan Bulan yang terdampar di bumi (Amazing bgt kan). Dan seorang jenius seperti George Lucas menjadikannya ide sebagai planet terluar dari tata surya Galactic Empire tersebut.

DSC_0676

Pemandangan Monks Valley, serasa di Tatooine kan

Cappadocia memiliki berbagai obyek sejarah menakjubkan yang hanya bisa dipercaya pesonanya saat Anda mengunjunginya sendiri. Salah satunya adalah Goreme Open Air Museum, bukan museum seperti lazimnya melainkan gugusan bukit batu yang digunakan se­bagai gereja di abad 10-13. Gereja-gereja ini menjadi sangat menarik karena berada dalam gua yang dipenuhi dengan lukisan dinding berwarna yang luar biasa indahnya.

Perjalanan saya dimulai dari Monks Valley, kemudian menuju ke Goreme Open Air Museum dan diakhiri di Ihlara Valley. Wah bener-bener perjalanan yang paling the best menurut saya sepanjang hidup saya.

DSC_0681

Super View of Monks Valley, jika di Star Wars ini akan jadi rumah tempat tinggal warga Tatooine

DSC_0696

Its me in front of Monks Valley, what a beautiful valley

DSC_0707

Ini sebenarnya adalah Gereja abad ke 10 Goreme Open Air Museum namun arsitektur batu staklaktit nya masih sangat kuat hingga sekarang

Waktu terbaik untuk mengunjungi Goreme Open Air Museum adalah pagi hari pada saat buka jam delapan sebelum matahari bersinar persis di atas kepala dan bus-bus pelancong memenuhi lokasi.

Karena tiap gereja berada dalam gua yang sempit, jika ada grup turis, pengunjung harus bergantian untuk mengamati isi gereja dengan leluasa. Dan jika Anda tidak disertai dengan pemandu wisata, gunakan audio guide untuk memahami cerita dibalik lukisan Fresco.

Nah ketika saya berada di atas Goreme Open Air Museum, pikiran saya kembali melambung ketika melihat Star Wars Episode 4 dimana Luke Skywalker punya kebiasaan memandang bintang di atas Bukit, yup saya serasa juga memandang bintang di atas

DSC_0741

Pose saya mengikuti Luke Skywalker yang suka menatap dari atas bukit Tatooine (Goreme Open Air Museum)

Luke

Luke Skywalker in Tatooine (source : starwars wikia)

DSC_0745

Im so happy bisa sampai di Tatooine (Goreme Open Air Museum)

Setelah mengunjungi Ihlara Valley, pada sore hari kami berkunjung ke kota bawah tanah Derinkiyu Kota bawah tanah ini sebenarnya memiliki delapan tingkat di bawah permukaan tanah, tapi yang dibuka untuk umum hanyalah empat tingkat. Kami harus naik, turun, merangkak dalam lorong-lorong gua yang remang-remang dengan penerangan buatan. Di dalam Kaymakli, salah satu gua besar, terlihat ada gereja, rumah yang lengkap dengan tangga, dapur, kamartidur, bahkan winery, seperti kota pada umumnya. Pikiran saya langsung melayang ke kisah-kisah fantasi masa lalu yang sebelumnya.

DSC_0837

The Town Viewpoint of Neveshir

Setelah hari menjelang Magrib, kami pun pulang ke penginapan kami namun sebelumnya kami melihat kota Neveshir dari atas bukit wah kami menemukan spot unik untuk melihat sunrise di kota ini sehingga menjadikan pengalaman kami semakin tidak dapat terlupakan.

Sekedar informasi wilayah Cappadocia menjadi destinasi wisata populer karena mempunyai keunikan geologi, sejarah, dan budaya. Selain menjadi tempat wisata, wilayah Cappadocia juga digunakan sebagai lokasi syuting film, salah satunya film YOR, the Hunter from the Future. Sampai sekarang sudah tercatat 193 film asing yang syuting di Cappadocia. Sekali-sekali kapan ya film Indonesia bisa nangkring di sini hehehe hope so.

Sekian dulu dari saya next nantikan tulisan saya lainya dan mohon feedbacknya ya

One comment

  1. […] saya ketika melihat pemandangan Goreme Panoramic ini kisahnya secara lengakap bisa anda baca di Berpetualang ke Tatooine. Betapa luar biasa kekuasaan Allah SWT menciptakan sebuah alam yang sangat indah ini, goretan batu […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: