The Most Awesome Travel Moment (9) : Melihat Langsung Ephesus Serasa Berada di Film Yunani

Hello World

Another post from me off course hehehe. Tulisan saya berikutnya ini merupakan kisah pengalaman saya yang menakjubkan ketika menginjakkan kaki pertama kali ke sebuah reruntuhan. Hmmm kalo denger kata reruntuhan pastinya semua mengira adalah batu-batu rongsokan yang tidak berguna kan? No youre wrong yang saya maksud disini adalah reruntuhan dari sebuah bangunan bersejarah yang ini baru kali pertama saya melihatnya nah namanya  adalah Ephesus.

Ephesus

Ephesus pada awalnya adalah kota Yunani kuno, namun kemudian direbut dan mengalami kejayaannya pada masa kerajaan Romawi. Sejarahnya kota ini pernah hilang akibat gempa bumi, namun kemudian dibangun kembali dan menjadi salah satu “must visit place” jika sedang berkunjung ke Turki.  Reruntuhan Kota Ephesus ini terletak di Provinsi Izmir persisnya di Kota Selcuk.

Perjalanan menuju Ephesus tergolonga perjalanan yang cukup panjang, karena Turki memang sangat luas, perjalanan darat menghabiskan waktu 8-9 jam dengan menaiki bus dan hanya 1 jam dengan pesawat.

Kami mulai perjalanan dari Istanbul jam 10 malam dan sampai di Kusadasi Selcuk jam 9 pagi hari, setelah melalui 2x pemberhentian (dan kurang tau juga nama tempat berhentinya). Kami mengunakan bus Kamilkoc. Sebenarnya bus di Turki sangat banyak ada Metro, Uluso, Kamilkoc, dan Varan. Semuanya saling bersaing

Nah setelah kami sampai dan kami beristirahat (lelah perjalananya) kami pun mulai mengeksplore Ephesus keesokan harinya. Tgl 5 Desember 2014 yup thats the day we explore the Ephesus. Dari penginapan kami hanya naik dolmus sebuah bis kecil di terminal kota Selcuk yang tepat menuju ke Ephesus harga Dolmus ke Ephesus hanya 5 TL.

Berhubung cuaca nya lagi winter dan agak takut juga sih kalau hujan kami membeli payung dulu seharga 5 TL, maklum gak bawa payung. Dan kami pun membeli tiket masuk ke Ephesus seharga 20 TL.

DSC_0335

Ada Kucing Di Ephesus

DSC_0340

Saya di depan entrance sebelum jalan ke Ephesus

DSC_0343

Denah Ephesus, ternyata sangat luas

DSC_0344

Ada pemandangan gunung di sekitaran Ephesus dan itu candid teman saya yang lagi capture gambar

Kota Ephesus ini pada awalnya adalah sebuah desa yang lalu berkembang pesat menjadi kota pada masa kepemimpinan Lysimachia, salah seorang jendral perang sang Alexander Agung. Ephesus kemudian dikuasai Romawi pada 88 SM. Setelah Alexander Agung wafat, semua wilayah taklukannya diperebutkan dan dibagi-bagi oleh para jendralnya karena Alexander meninggal di usia muda dan tidak mempunyai anak sebagai penerusnya

Salah satu kaisar Romawi terkenal; Mark Anthonius bersama pasangannya Ratu Mesir Cleopatra pernah berkunjung ke Ephesus untuk berbulan madu pada musim semi 33 SM. Pada masa Kaisar Augustus, 27 SM, Ephesus dijadikan sebagai ibukota untuk propinsi Anatolya Barat. Abad ke-2 Masehi adalah masa puncak kejayaan Ephesus sebagai kota budaya, kota ziarah dan juga kota administratif.

Kemegahannya terkenal dengan Kuil Artemis, yang menjadi salah satu Keajaiban Dunia Masa Kuno dan Ephesus juga merupakan salah satu dari 7 gereja di Asia yang disebut dalam Book of Revelation, salah satu gelanggang terbesar untuk pertandingan gladiator juga berada di Ephesus. Sebagian besar dari kota tua ini hancur oleh gempa bumi besar di sekitar tahun 614 M yang menyisakan sebagian besar puing reruntuhan cantik kota tersebut di masa sekarang menjadi salah satu daya tarik kuat para pelancong untuk mengunjungi Ephesus

DSC_0350

Salah Satu pilar reruntuhan Kuil Artemis di Ephesus

DSC_0353

Ini adalah reruntuhan Kuil Artemis

DSC_0355

Denah Ephesus

DSC_0357

Serasa berada di tengah syuting Film Gladiator or Hercules

DSC_0360

Zaman dahulu kala disini merupakan main road halu lalang masyarakat Ephesus saatini jadi halu lalang para turis

DSC_0368

Saya berada di tengah tengah halu lalang Ephesus

Selain itu adalah juga bekas bangunan yang berfungsi sebagai perpustakaan yaitu Perpustakaan Celcus, Nah yang menarik adalah Perpustakaan Celcus ini yang merupakan perpustakaan tertua di dunia dan saya sangat envious bgt kalo dah  liat perpustakaan. Selain itu Perpustakaan Celcus merupakan satu-satunya bangunan di Ephesus ini yang masih terlihat utuh padahal sudah dimakan usia, bayangkan saja dari mulai abad 2 M sampai sekarang. Selain itu ada juga rumah, reruntuhan pasar kuno, juga jalan-jalan kota dengan pilar-pilar di kiri kanannya, rumah sakit, Hamam (pemandian umum khas Turki), Sarcofagus/ kuburan berupa peti marmer dari jaman lampau, bahkan juga rumah bordil yang letaknya berseberangan dengan perpustakaan. Ternyata ditemukan lorong bawah tanah yang menghubungkan antara Perpustakaan Celsus dengan rumah bordil yang dahulu disebut sebagai ‘Rumah Cinta’ ini. Jadi ceritanya jaman dulu ketika para istri ke pasar, para suami bilangnya mau ke Perpustakaan Celcus, padahal sebenarnya ya ‘jajan’ ke ‘Rumah Cinta’ ini!. hehehe luar biasa ya para pria menipu para istri. Dont Do That Guys….

DSC_0374

Rumah di seberang Perpustakaan Celcus ini yang menurut Ceritanya adalah “Rumah Cinta”

DSC_0379

Perpustakaan Celcus envious bgt liat ini

DSC_0385

Ini saya selfie di depan Perpustakaan Celcus

DSC_0403

Rumah Cinta: Beginikah para wanita jaman Yunani kuno dulu

DSC_0412

Tulisan Asli Yunani Kuno yang ada di Perpustakaan Celcus

Di dalam kompleks Ephesus ini sudah pasti terdapat Domithian – theater, karena bukan peninggalan bangsa Romawi kalau tidak ada amphitheater. Kapasitas duduk untuk amphitheater ini sekitar 1500 orang. Di tempat ini selain pertunjukan teater, yang sering dipertunjukkan juga adalah pertarungan para Gladiator tau kan film Gladiator? nah para gladiator di masa itu sebenarnya adalah para budak yang kerjanya bertarung atau dipaksa bertarung oleh raja/pemiliknya, untuk menunjukkan kekuatan kerajaan yang dipimpin dan kekuatan panglimanya. Budak bisa membeli dirinya untuk bebas atau dipaksa melayani birahi sang permaisuri ataupun selir sang raja/penguasa.

DSC_0437

Kursi Kursi para Penonton Domithian

DSC_0446

Domitihian Theatre jika dari atas

DSC_0468

Kalau duduk dan bayangkan pasti indah sekali kota ini dipandang dari sini

DSC_0478

Merasakan jadi penonton di Domithan Theatre


Yup dan berakhir sudah di teater ini perjalanan kami di Ephesus kami pun kembali dengan mengunakan dolmus ke kota Selcuk tempat kami menginap. Kami sangat bersyukur karena ternyata ramalan cuaca hujan tidak terjadi tapi sayang bgt memang sama payung yang udah terbeli hehehe gak papa deh bisa jadi kenang kenangan

Sekian dulu dari saya next nantikan tulisan saya lainya dan mohon feedbacknya ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: