The Most Awesome Travel Moment (8): Perjalanan ke Negara Transkontinental Turki

Hello World

Tiga Tulisan saya terakhir mengenai the most awesome travel moment ini adalah merupakan tulisan dari perjalanan yang paling jauh yang pernah saya tempuh tapi juga merupakan yang paling tidak terlupakan. Yup perjalanan terakhir di 2014 and also the awesome moment in my Life.

Yes dengan berbekal keberanian yang luar biasa akhirnya saya pun bersama 3 orang teman yang baru saja bertemu pertama kali di situ ke Turki. Turki merupakan sebuah negara Transkontinental, Negara Turki dengan Laut Marmara sebagai penanda bagian kedua benua. Kota Istanbul yang merupakan kota terbesar di negara ini dan diikuti oleh ibukotanya (Ankara) terletak di Benua Asia dan Benua Eropa, sehingga terdapat Istanbul Asia dan Istanbul Eropa dengan Selat Bosphorus sebagai pemisahnya. Tidak mengherankan, Kota Istanbul seolah menjadi pintu gerbang ke Benua Asia maupun Eropa. Secara geografis, Republik Turki dengan Mustafa Kemal Ataturk sebagai presiden pertamanya dan sering disebut oleh rakyat Turki sebagai “ayah” mereka ini memiliki keunikan, baik bentang alam/lanskap yang fenomenal maupun sejarah peradaban yang membentuk budaya mereka.

Negara Turki kental dengan peradaban Bangsa Romawi dan Yunani. Hal ini terlihat dari bangunan peninggalan sejarah yang merupakan puing-puing reruntuhan dari sisa Kerajaan Romawi. Bahkan sebelum adanya Roma, ibukota Kerajaan Romawi Byzantium adalah Constatntinopel (yang merupakan nama dahulu dari Istanbul).Bentang wilayah Negara Turki bagian Barat banyak menunjukkan sisa kemegahan Bangsa Romawi pada saat itu. Sebut saja, Kota Canakkale dengan sebutan City of Troy dan Museum Troia-nya, Kota Pergamon (kota tua) dengan bangunan Akropolis-nya, Kota Kusadasi dengan Ephesus-nya, maupun Kota Pamukkale dengan Hierapolis-nya. Lanskap alam yang luar biasa ditunjukkan dari Cotton Castle, bangunan berundak putih dan keras dari hasil pemadatan mineral kalsium karbonat (CaCO3) yang mengalami penebalan ‘hanya’ beberapa milimeter setiap tahunnya; Cappadocia, sebuah bentang alam menakjubkan dengan bebatuan alam yang muncul dari permukaan akibat erupsi ratusan bahkan mungkin ribuan tahun yang lalu (dapat dinikmati dengan hot balloon air); serta keunikan kota bawah tanah, Kaymakli; maupun berbagai lembah (valley) yang menunjukkan keunikan daerah masing-masing. Sebut saja Goreme Valley, Pigeon Valley, Urgup, dan seterusnya. Sementara itu, Turki bagian Timur umumnya merupakan situs-situs menarik bagi para peneliti, arkeolog, sejarahwan, dan profesi sejenisnya. Dan etnis asli mereka, yaitu Bangsa Kurdi, umumnya menempati wilayah Turki Selatan di Benua Asia.

Negara Turki juga terkenal dengan peninggalan sejarah religius yang sarat dengan bangunan peninggalan cerita-cerita keagamaan. Sebut saja Rumah Bunda Maria (Meryem Ana Evi), Mevlana Muzesi di Konya, Hagia Sophia Museum (bangunan yang dahulunya berfungsi sebagai gereja, kemudian berubah fungsi menjadi masjid, dan kini menjadi museum), serta Blue Mosque di Istanbul.

Selama 8 hari berada di sana seperti tersihir dengan keindahan negara transkontinental tersebut. Saya mendapat kesempatan untuk melihat keindahan 4 kota di Turki. Pertama yaitu Istanbul, Kedua, Kusadasi dengan Ephesus, Ketiga Pamukalle dengan Cotton Castle dan Keempat Goreme dengan keindahan kota Gua-nya.

1. Istanbul

Istanbul sebuah kota yang dahulu namanya adalah Constantinopel. Saya pertama kali mendengar nama Istanbul adalah dari sebuah lagu yang jadul sekali tapi terasa kental sekali saya denger di telinga saya. Istanbul No Constantinople dari The Four Lads.

Now the name is Istanbul, istanbul menurut saya adalah kota yang sangat indah. Selama saya disini saya bener bener merasakan ketenangan batin yang luar biasa. Kalau dianalogikan Istanbul ini seperti Bali di Indonesia.

Selama perjalanan saya di Istanbul saya sangat terkesan dengan kemegahan Hagia Sophia yaitu sebuah gereja di masa Byzantium yang kemudian dialihfungsikan menjadi Mesjid di masa Ottoman dan saat ini dijadikan museum. Hal yang paling menarik adalah arsitekturnya yang memang luar biasa kemudian bangsa Ottoman sangat menghargai perbedaan agama sehingga hal-hal yang berhubungan dengan kegerejaan masih dilestarikan bahkan sampai sekarang. Ini memang tempat ibadah yang sudah menjadi saksi perubahan peradaban dari jaman ke jaman.

DSC_0158

Hagia Sophia

Selain Hagia Sophia saya juga sangat terkagum dengan keindahan Blue Mosque atau disebut Sulatanahmet Camii, mesjid ini sampai dengan sekarang masih digunakan sebagai tempat peribadatan umat muslim. Awal mulanya mesjid ini adalah karena bangsa Ottoman ingin membuktikan kepada dunia bahwa mereka juga mampu membangun bangunan yang lebih megah dibandingkan dengan Hagia Sophia. Oleh sebab itu kedua bangunan ini salng berhadap-hadapan dan menjadi saksi bisu perubahan jaman di negeri ini.

DSC_0893

Blue Mosque

Selain kedua historical place tersebut saya mengunjungi Selat Bosphorus yang indah dengan burung camarnya yang berterbangan sangat indah.

2. Kusadasi

Kusadasi merupakan sebuah daerah yang berbatasan dengan Laut Aegean yang bersebereangan dengan Yunani. Adapun wilayah Kusadasi ini terkenal dengan situs bersejarah Ephesus, yang merupakan situs peninggalan bangsa Yunani ketika mereka melakukan penguasaan atas wilayah Turki

Kompleks ini merupakan salah satu situs purbakala terluas yang pernah ada, di mana masih tersisa cukup banyak reruntuhan yang dapat dilihat dan dipelajari.  Diperkirakan dibangun pada abad 13 Sebelum Masehi oleh Androklos (putra Kodros, raja Athens), Ephesus terletak hanya beberapa kilometer dari pantai, dekat sungai (pada masa tersebut), agak di atas bukit sehingga sangat strategis untuk hunian, perniagaan dan pertahanan.

Tahun 334 SM Ephesus dikuasai Alexander The Great, lalu jatuh ke tangan kerajaan Romawi di bawah Raja Augustus/Oktavianus ( anak angkat Julius Caesar). Tahun 262 SM Ephesus diserang bangsa Gothis dan saat itulah bangunan-bangunan yang ada dibakar dan dihancurkan.

Sebagai sebuah kompleks kota, Ephesus dilengkapi taman kota, gedung parlemen, WC umum, perpustakaan Celcus dengan pilar raksasa berbahan marmer halus – konon menyimpan 40.000 pustaka dalam bentuk papirus, beberapa kuil, gerbang kota dan air mancur , jalan kota yang terbuat dari marmer dan sebuah teater.  Kesemuanya menceritakan tingginya budaya dan peradaban manusia pada jaman tersebut.

Ephesus adalah kota tua yang indah namun yang menjadi perhatian saya adalah The Library of Celcus, sebuah perpustakaan tertua di dunia, dan dari semua bangunan yang ada di Ephesus bangunan ini lah yang paling menarik menurut saya sekaligus jadi icon untuk kota ini.

DSC_0362

Main Entrance Ephesus

DSC_0374

Salah satu reruntuhan Ephesus yang masih sangat kuat

DSC_0378

Library of Celcus yang sangat terkenal itu

DSC_0404

Salah satu patung di Library of Celcus yang masih utuh walaupun sudah puluhan ribu tahun

DSC_0459

Ampheteater of Ephesus

3. Pamukkalle

Pamukkale, yang berarti “benteng kapas” dalam bahasa Turki , adalah sebuah situs alam di Provinsi Denizli, barat daya Turki. Kota ini berisi air panas dan travertines, teras mineral karbonat yang ditinggalkan oleh air yang mengalir. Pamukkale terletak di wilayah Inner Aegean Turki , di lembahSungai Menderes , yang memiliki iklim sedang di sebagian besar tahun. 

Yup dan memang ketika sampai di kota ini saya menemukan kehangatan dengan suhu kurang lebih 18 derajat celcius. Serasa tidak mau beranjak dari benteng kapas ini, wilayah ini memang sangat hangat dan menjadi tempat pemandian dari para raja romawi pada jaman dahulu kala. Konon Cleopatra pun pernah mandi di pemandian ini sehingga banyak orang Turki bilang rahasi kecantikan Cleopatra adalah pada air karbonat di Pamukkale.

IMG_20141206_100422

Pamukkale Cotton Castle terlihat dari jalanan kota

IMG_20141206_102115

Serasa sekali di kaki untuk air karbonat ini

IMG_20141206_104702

Air panas karbonat di wilayah Travertine

IMG_20141206_104722

Travertine tempat pemandian para Raja Romawi

 4. Cappadocia

The last town is Cappadocia is really a beautiful town, orang lokal menyebutnya Kapadokya (mudah-mudahan spellingnya bener). Kapadokya itu artinya adalah negeri dengan kuda-kuda yang indah tapi selama saya di sana gak melihat adanya kuda hehehe. Kota ini terletak 12 jam dari Istanbul dan perjalanan kami dari pamukalle adalah sekitar 8 jam lumayanlah bisa nginep di bus (menghemat biaya penginapan).

Kota ini terkenal dengan situs batu kunonya yang sangat luar biasa, bayangkan di abad 4 masyarakat di sini sudah melakukan pembangunan rumah dari batu cadas dan dilestarikan sampai dengan sekarang. Rumah-rumah disini walaupun terbuat dari batu tapi sangat indah dan terasa seperti di negeri dongeng. Jangan harap nemu hotel mewah ya di sini karena semua penginapan terbuat dari batu ada sih mulai dari yang backpacker sampai dengan yang bagus tapi tetap semua bahan dasar nya adalah batu.

Yang menarik lainya dari Cappadocia adalah atraksi balon udaranya yang katanya sih spektakuler, kebetulan kami memesan balon udara namun karena cuaca akhirnya balon udara kami dibatalkan berangkat namun untungnya bisa dilakukan refund. Belum rejeki aja mungkin ya but life must go on so journey must continue.

Ada satu lembah lagi yang sangat cantik di Goreme National Park yang namanya Ihlara Valley kami melakukan trekking disitu dan itu adalah trekking yang paling seru yang pernah saya rasakan seumur hidup saya, bayangkan kalo kita ngomongin trekking pasti ingatnya jalan yang infrastrukturnya sangat sulit seperti di Indonesia, tapi tidak di sini karena infrastruktur nya sangat bagus mulai dari tangganya yang dibuat standar internasional sampai pengamanan yang luar biasa di sepanjnag sungai. Beneran deh the most awesome moment yang akan saya ceritakan berikutnya.

DSC_0683

Goreme Nationanl Park

DSC_0888

Urgup Valley

IMG_20141207_062457

Suasana Kota Batu Goreme atau boleh saya sebut Bedrock

DSC_0837

Goreme The City of Stone yang mana rumah Flintstones

IMG_20141207_063235

Rumah Batu yang menghiasi Kota Goreme

IMG_20141207_063258

Saya Sebut ini Rumah Flintstones hehehehe

Nah itu dia tinggal di sini serasa bertemu dengan Fred Flinstones, tau kan Flinstone salah satu sitcom yang terkenal di tahun 1960 an. The City of Bedrock ya itulah dia nama kota tempat tinggal The Flinstones. Namun masyarakatnya kebetulan tidak Stone Age.

Okay demikian tulisan saya ini nantikan tulisan beriktunya ya

Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: