The Most Awesome Travel Moment (7) : Intramuros The Beauty Spain City in Manila and San Agustin Church The Gothic Church

Hello World

Next is number 7, yah sudah nomor 7 walaupun sudah agak basi karena udah bulan Maret tapi saya tetap berkomitmen menyelesaikan My Most Awesome Travel Moment in 2014.

Kali ini saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya melihat kota tua peninggalan Spanyol dan keunikan gereja Spanyol di negara ini. Yup welcome to Manila, awalnya saya kemari atas informasi dari teman saya bahwa Malaysia Airlines sedang promo dan kami pun kemari dengan promo tersebut seharga 1.8 mio IDR yah untuk sekelas MAS yang full board airlines itu sudah murah lah menurut saya hehehe. Walaupun ada juga yang membandingkan dengan Cebu Airlines yang lebih murah lagi but I Consider to use MAS.

Dan perjalanan pun dimulai, tepat pada saat ulang tahun saya yang ke 31 wuisshh udah tua bgt ya dan syukurnya si temen perjalanan saya orang nya super cuek dan kadang kadang agak annoying, he doesnt know my birthday syukur deh yang penting gw bersyukur aja dengan hari ulang tahun tersebut dan hadiahnya adalah bisa melihat the beautiful Intramuros hehehe.

Manila, ibukota dari Negara Filipina memang tidak jauh berbeda dengan kota-kota besar lainnya di Asia Tenggara seperti Jakarta dan Bangkok dengan kepadatan lalu lintas, bangunan pencakar langit, hingga permukiman penduduk yang sangat padat sampai ada juga yang kumuh. Dengan lebih dari 10 juta penduduk, menjadikan Manila salah satu kota metropolitan dunia sebagai pusat industri, ekonomi, budaya dan pendidikan di Negara Filipina. Sampai menjadi sekutu Amerika yang paling dipercayai jauh lebih dipercayai dibandingkan Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Sungai Pasig yang mengalir hingga bermuara di Teluk Manila, menjadi saksi mata perubahan Kota Manila dari sebuah perkampungan kecil yang awalnya bernama Maynila hingga menjadi kota terbesar di Filipina. Adalah Miguel Lopez de Legazpi, pada tahun 1570, menjadi pemimpin ekspedisi Spanyol yang berhasil menguasai Filipina dan menjadikan Manila sebagai salah satu pusat pemerintahan dengan mendirikan tembok sepanjang 4.5 km sebagai benteng pertahanan mengeliling area sekitar 64 hektar, yang kini dikenal dengan sebutan Intramuros.

Perjalanan dimulai dari Rizal Park sebuah taman kota yang dibangun untuk mengenang Jose Rizal seorang pahlawan di negara ini. Karena agak susah dan bingung mau naik jeepney mana ketika dari Rizal Park, eits ya sudah lah kami mengandalkan Google Maps untuk mencari dimana Intramuros tersebut. Jalan kaki dengan suhu 32-34 C wuih sekitar 4-5 km sepertinya perjalanan kami dan akhirnya sampai di Intramuros.

DSC_0942

My Pose di belakang Rizal Monument, Rizal Park

DSC_0950

Setelah tanya sana sini yes, melihat ini kami langsung senang karena Intramuros sudah dikit lagi ayo semangat jalan kakinya

DSC_0955

Muka lelah dan haus setelah tiba di belakang Palacio Del Gobernador

DSC_0958

My Pose di Petunjuk Jalan The City of Intramuros

Kata Intramuros yang berarti didalam dinding, oleh Raja Philip II dijadikan sebagai pusat politik, budaya, pendidikan, keagamaan hingga perdagangan Spanyol di wilayah timur. Untuk mendukung itu semua didirikanlah berbagai bangunan seperti gereja, gedung pemerintahan, benteng pertahanan, sekolah, istana hingga permukinan penduduk yang hingga kini masih berdiri dengan arsitektur yang indah, menawan, dan memiliki berbagai catatan sejarah yang menyertainya.

Cukup dalam waktu sekitar 3-4 jam untuk mengelilingi kawasan Intramuros, yang dibuka dari jam 5 pagi hingga 10.30 malam, di sini kita bisa mengunakan angkutan umum wisata yang ada seperti becak (yang disebut tricycle) atau delman (yang disebutkalesa) dan tidak dikenakan biaya masuk ke area Intramuros. Berada tidak jauh dari kawasan Rizal Park, melalui Roxas Boulevard dan Soriano Avenue, maka tibalah di Plaza de Roma, titik awal untuk mengelilingi Intramuros, mengetahui sejarah Manila dari peninggalan arsitekturnya. Saya pribadi lebih suka mengunakan kaki alias jalan kaki, tapi siap siap ya setiap saat para driver tricycle akan mendatangi kita dan kadang ada juga yang sedikit maksa agar ikut sama dia. Just stay calm, be polite, dan tolak ajakan nya baik baik Sorry I Like Going by foot heheh itu tips dari saya.

Plaza de Roma Adalah sebuah ruang terbuka berupa taman dengan patung perunggu Raja Carlos IV berada di tengah-tengah. Taman yang awalnya bernama Plaza Mayor, berupa taman dengan pepohonan dan kolam yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan utama pemerintahan pada jamannya seperti bangunan bertingkat delapan sebagai kediaman dan kantor gubernur jenderal Spanyol saat itu (Palacio Del Gobernador) yang kini menjadi kantor administasi Intramuros, Manila Metropolitan Cathedral dan Ayuntamiento de Manila (kantor keuangan dan perdagangan). Ada juga beberapa bangunan lainnya yang didirikan bukan pada jaman kolonial Spanyol namun masih bercirikan arsitektur Eropa yang megah dan berwibawa.  Plaza de Roma awalnya bernama Plaza Mayor berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat seperti pertemuan, tempat adu banteng dll. Namun kemudian dijadikan taman dan sebagai pusat Intramuros. Tahun 1901 saat berada dibawah kekuasaan Amerika Serikat, taman berubah nama menjadi Plaza McKinley dan berubah lagi menjadi Plaza de Roma tahun 1961 hingga kini.

DSC_0971

My Pose di Carlos IV Statue, Mirip gak ya sama Carlos heheheh

DSC_0980

Susasana Toko Souvenir di sekitar Plaza del Roma

DSC_0977

Background Manila Catedral and Carlos VI Statue

DSC_0968

In Front Of Manila Catedral

DSC_0961

Manila Catedral

DSC_0956

Kubah Manila Catedral, Biru sebiru langit awesome

DSC_0951

Jendela kuno Palacio Del Gobenardor

Fort Santiago adalah Salah satu benteng tertua di Manila yang langsung menghadap ke Sungai Pasig. Fort Santiago merupakan area yang terdiri dari beberapa bagian diantaranya berupa taman yakni Plaza Meriones dan Plaza de Armas, bangunan museum The Rizal Shrine yang dulunya sebagai tempat penahanan dr. Jose Rizal, salah satu pahlawan Filipina saat melawan penjajah Spanyol, bangunan Baluartillo de San Francisco Javier yang kini menjadi pusat informasi pengunjung Intramuros, museum hingga replika kendaraan umum yang digunakan sebelum perang dunia kedua. Hanya ada satu pintu untuk memasuki Benteng Santiago dengan jembatan yang  berdiri diatas parit. Berbentuk segitiga, benteng yang awalnya merupakan tempat tinggal Raja Soliman, salah satu pemimpin masyarakat pertama yang mendiami pesisir Sungai Pasig.  Letak yang sangat strategis menjadikan benteng ini rebutan mulai dari Spanyol, Inggris, Amerika Serikat hingga Jepang. Akhirnya tahun 1946, Fort Santiago diserahkan oleh Amerika Serikat kepada pemerintahan Filipina.  Hampir seluruh struktur benteng menggunakan batuan vulkanik, batu travetin dan bata merah.

DSC_0984

Ini adalah transportasi massal jaman PD II

image (1)

Jejak Kaki Jose Rizal di Fort Santiago, ceritanya jejak kaki ini adalah jejak kaki Jose Rizal menuju tiang Gantungan ketika dia dihukum mati akibat menentang bangsa Spanyol. So mistisnya adalah jika kita menginjaknya maka kita bisa rasakan arwah Jose Rizal. Some kinds creepy huh

DSC_0992

The Beautiful Fort Santiago

DSC_0991

My pose in front of Fort Santiago

 

DSC_0988

The Fort Santiago dan Sungai Pasig

San Agustin Church, menjadi salah satu warisan dunia UNESCO tahun 1993, Gereja Katolik Romawi ini merupakan gereja dengan konstruksi batu tertua di Filipina yang mulai dibangun tahun 1587 dan selesai tahun 1607. Sebutan awal gereja ini adalah Church of Saint Paul, juga mengalami beberapa kali kehancuran. Tampilan fasad gereja yang lebih sederhana dibanding Manila Metropolitan Cathedral dengan sebuah pintu masuk utama, empat pilar dan dua buah patung yang mengapitnya. Tiga buah jendela berjejer dibagian atas dan sebuah jendela bulat dengan kaca patri perisi berada dibawah salib. Bangunan yang berbentuk huruf L dimana bagian sisi kanan adalah gereja, sisi kiri merupakan museum dan dipisahkan sebuah menara berbentuk segi delapan serta plaza dibagian tengah untuk parkir kendaraan pengunjung. Batu travetin masih menjadi idola di beberapa bangunan di Intramuros, pun juga dengan Gereja San Agustin. Tidak seperti bagian fasad yang lebih sederhana, bagian interior gereja ini lebih rumit dibandingkan Manila Metropolitan Cathedral. Sepuluh pilar utama dengan lengkungan balok dan ukiran disetiap sudut interior gereja. Ukiran tiga dimensi mendominasi dengan warna putih dan coklat ditambah lagi ornamen lampu dan patung menambah indah satu dari empat gereja dengan gelar Baroque Churches of The Philippines.

Sebuah pengalaman yang luar biasa menjelajahi San Agustin Church pas kebetulan ada suara musik dan lagu lagu rohani yang agak bikin merinding hehehe. Setiap lorong demi lorong di Gereja ini kami jelajahi dan uniknya semua tokoh kerajaan Spanyol ada disini gak hapal juga sih nama-nama Raja dan Ratu Spanyol tersebut. Lorong-demi lorong, dan tangga demi tangga bener-bener berliku.Nuansa Gothic pun benar-benar saya rasakan semilirnya. Its really a nice church.

DSC_0016

My Pose in Front Of San Agustin Church

DSC_0017

The Creepy Side of San Agustin Church

DSC_0021

My pose inside the Church

DSC_0028

Busted and who is that beautiful lady in black, Is she Isabella Castilla?

DSC_0031

The Church Interior

DSC_0034

Ayo Semangat Jelajah Bangunan Gothic ini

DSC_0038

Lorong demi Lorong sangat gothic sekali

Ada juga beberapa simbol kristiani seperti Virgin Marry and Jesus tapi karena saya orang yang suka patuh dengan peraturan dimana disebutkan untuk simbol agama tersebut dilarang difoto, so saya tidak foto walaupun ketika itu sepi sekali dan gak ada penjaganya. Namun untuk sculptures dan simbol tersebut bagus banget, jujur saya baru melihat simbol yang bener-bener asli dan lagi-lagi saya bilang lumayan creepy.

Ok Thats It. Tidak susah menemukan dan mengetahui sejarah Manila, hanya dengan mengelilingi kota tua Manila, Intramuros, menikmati indahnya bangunan  yang memiliki berbagai fungsi dengan gaya arsitektur mulai dari Mediterania Hispanik, yang dipengaruhi gaya arsitektur katedral, hingga Neo Gotik yang sederhana, praktis, detail namun tetap berwibawa.

Ini berikut saya kutip beberapa tips ya untuk yang mau jelajah Intramuros :

  • Jam buka Intramuros adalah 05.00-22.30 setiap hari dan sebaiknya pergi di pagi hari mulai jam 9 pagi agar bisa maksimal jelajahnya dan gak banyak orang (Jadi mudah selfienya hehehehe).
  • Anda dapat berkeliling dengan delman atau becak. Tarif dengan becak sekitar 100-150 Peso (sekitar Rp 30.000-Rp 45.000) untuk waktu setengah jam.  Anda dapat menawarnya dan harga pertama yang diberikan sekitar 300 Peso untuk setengah jam. Tidak susah mendapatkan becak, dan banyak terdapat di depan Metropolitan Cathedral.
  • Semakin lama kita keliling di Intramuros, makin banyak biaya yang akan kita keluarkan. Tanya nama tukang becak dan cocokkan jam Anda saat memulai tur dengan jam yang dipakai tukang becak.
  • Jangan meninggalkan tas atau barang apapun di becak saat Anda ingin berlama-lama melihat suatu bangunan.
  • Sebelum memulai tur, ambillah peta mengenai Intramuros yang bisa Anda dapatkan secara gratis di Intramuros Visitors Center.  Kunjungi bangunan yang menurut Anda menarik untuk menghemat waktu dan biaya.
  • Masuk ke kawasan Intramuros adalah gratis, namun untuk masuk dibeberapa museum dan bangunan dipungut biaya mulai 50-100 Peso.

Silahkan ditunggu feedback untuk postingan saya ini dan See You untuk urutan 8-10

Ferdi Cullen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: